Dear All, (baca Kompas.com di bawah)
Minus PKB (Cak Imin), Koalisi Mega-Prabowo yang bernomor CAPRES-CAWAPRES No.1,
telah memulai hal yang baik. Bahkan, sejak mulai melaporkan kekayaan, Tingkat
kepercayaan tertinggi masyarakat ada pada Prabowo no.1, Megawati no.3.
Sebaliknya kepercayaan kepada laporan kekayaan Capres SBY terrendah, dengan
kekayaan berjumlah kurang dari 10 milyar, sesuai survey KOMPAS.
Kamis, 2 Juli 2009 | 16:49 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com
— Tiga partai, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P),
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Gerindra terbukti bersih
dan tidak ada pelanggaran dana kampanye dalam Pemilu Legislatif 2009
lalu. Hal tersebut terlihat dari hasil audit dana kampanye parpol
Indonesia Corruption Watch yang disampaikan kepada Komisioner Pemilihan
Umum, Kamis (2/7)."Ada tiga parpol yang tidak ada temuan
pelanggaran dalam hasil audit dana kampanye kami," kata Wakil
Koordinator ICW Adnan Topan Husodo, di Media Center KPU, Jakarta, Kamis
(2/7). Kendati demikian, Adnan mengatakan, tiga parpol ini tetap
berpotensi melakukan pelanggaran dana kampanye karena audit yang
dilakukan ICW juga memiliki kelemahan.Hasil audit ini dilakukan terhadap 9
partai politik yang memenuhi syarat parliamentary threshold.
Dalam hasil audit tersebut, Partai Demokrat melakukan pelanggaran dana
kampanye terbesar. Di mana terdapat ketidaksesuaian sumber dan
identitas dalam sumbangan partai sebesar Rp 10 juta yang
diklasifikasikan dalam sumbangan Partai Demokrat.Namun, dalam
rekening tanggal 12 Agustus 2008, nama penyumbang tertulis Hidayati.
"Ini bisa terkena pidana manipulasi sumbangan," katanya.
ICW
juga menemukan total penyumbang Partai Demokrat sebanyak 150 orang atau
partai atau badan senilai Rp 234.734.504.312. "Setelah dikonfirmasi
terhadap 68 penyumbang dengan nilai konfirmasi sebesar Rp
113.980.202.461, hanya diterima jawaban konfirmasi sebanyak 2
penyumbang," jelasnya.Ada juga penyumbang kepada Partai Demokrat
dengan identitas tidak jelas, tidak menyertakan nama, alamat, serta
kartu tanda penduduk (KTP). "Penyumbang tidak jelas ada sekitar 42
orang dan 42 badan," ujarnya.Selain Partai Demokrat, juga
ditemukan pelanggaran dana kampanye di Partai Golkar. Di antaranya,
terdapat selisih sebesar Rp 1 miliar antara laporan dan rekening dana
kampanye, yaitu untuk sumber dari partai politik.Adapun PKS juga
terdapat ketidaksesuaian identitas sebanyak 31 penyumbang, serta
terdapat selisih antara rekening dan laporan sebesar Rp 32,9 miliar."PAN,
hanya 8 penyumbang dari 30 penyumbang yang memberikan konfirmasi,"
tuturnya. Sementara PPP, ditemukan 22 penyumbang yang tidak jelas
identitasnya atas nama caleg DPP, bakal caleg, dan caleg.Serta
Partai Hanura, hanya sebanyak 28 penyumbang dari 30 penyumbang yang
memberikan konfirmasi. "Ada 2 penyumbang tidak terkonfirmasi atau
fiktif," ujarnya.
wassalam, ex toto corde, Berthy B Rahawarin [email protected] Quo
res cumque cadunt, semper stat linea recta. (Apa pun yang terjadi, senantiasa
berdiri di garis lurus.)
[Non-text portions of this message have been removed]