Yang sering terjadi masalah daya tampung,negara kita sendiri masih kekurangan 
dokter,dibanding negara lain apalagi Malaysia perbandingan antara jumlah 
penduduk dan dokter masih sangat kurang.Tingkat kesejahteraan suatu negara 
sebagian dinilai dari indikator kesehatan masyarakatnya. Menambah daya 
tampung?tidak mudah,pendidikan kedokteran sangat jauh berbeda dg pendidikan 
lain.Bukan cuma fasilitas laboratorium dan peralatan kesehatan yg harus 
diperhatikan,tapi juga tenaga pengajar,RS pendidikan,jumlah dan variasi kasus 
penyakit itu menentukan kualitas dokter.Jangan sampai daya tampung ditambah 
tapi mengorbankan kualitas atau malah mengurangi porsi mahasiswa lokal.         
                                         Yang penting juga mahasiswa Malaysia 
dari Ukraina ini legalitas ijazahnya dipertanya kan.Selain itu kiblat 
pendidikan kedokteran kita sampai saat ini masih ke Amerika dan Eropa barat. 
Akan banyak masalah nanti nya kl mereka belajar praktek dg pasien2 Indonesia.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Adyanto Aditomo <[email protected]>

Date: Sun, 5 Jul 2009 09:55:48 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] USU Tolak 300 Mahasiswa Malaysia!


Bung Atriza,
 
Sory, saya tidak bisa menangkap maksud anda.
Jika kita menerapkan tarif uang kuliah bagi Mahasiswa Asing yang jauh lebih 
besar dari mahasiswa lokal (katakanlah seperti di Belanda, dimana keponakan 
saya menjadi Guru Besar disana, yaitu bisa lebih dari 10 kali dibandingkan 
dengan tarif mahasiswa lokal), maka uang yang didapat bisa digunakan untuk 
memberikan subsidi kepada mahasiswa lokal atau meningkatkan kualitas 
pendidikan, seperti laboratorium, perlengkapan praktek dan sebagainya.
Kalau kebijakannya dibuat demikian, apa masalahnya???
 
Tentu saja daya tampung untuk 300 mahasiswa asing ini tidak boleh mengurangi 
daya tampung untuk mahasiswa lokal.
Keberadaan 300 mahasiswa Asing ini harus membawa manfaat secara langsung bagi 
Mahasiswa Lokal, baik dari segi subsidi bagi mahasiswa yang tidak mampu maupun 
peningkatan kualitas pendukung perkuliahan, misalnya perbaikan kualitas 
Laboratorium, menyelenggaran penelitian dan sebagainya.
 
Terus apa hubungannya dengan Neoliberalisme???
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo


------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://epaper.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke