Bung Adi.                                                   Coba dibaca sekali 
lagi berita nya,mahasiswa Malaysia itu ditolak justru salah satu nya karena 
alasan ijazah mereka yg dari Ukraina itu tidak diakui oleh pemerintah Malaysia 
sendiri,capek dehh......Di negara mereka saja gak diakui kok kita disuruh 
menampung?        

Salam...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Adyanto Aditomo <[email protected]>

Date: Mon, 6 Jul 2009 21:37:03 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] USU Tolak 300 Mahasiswa Malaysia!


Bung Atriza,
 
Kalau dengan ditampungnya mahasiswa malaysia itu berarti mengurangi jatah untuk 
mahasiswa Lokal, ya tentu saja tidak boleh terjadi.
Bahwa menambah kapasitas untuk pendidikan kedokteran tidak mudah, ya memang 
betul, tetapi tetap saja harus ada upaya maksimal dari seluruh pihak 
terkait untuk mengatasi keterbatasan tersebut agar Perguruan Tinggi kita bisa 
berkembang dengan baik.
 
Soal tidak diakuinya ijasah Ukraina di Indonesia, ya harus dilihat apa 
alasannya.
Indonesia itu memang menerapkan kebijakan yang aneh soal akreditasi ijasah.
Anak saya yang lulusan Perguruan Tinggi terkemuka di Australia, dimana 
Perguruan Tinggi tersebut bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Negri di 
Indonesia untuk mencetak Dosen - dosennya untuk mendapatkan gelar S2 san S3, 
ternyata tidak diakui oleh Depdikbud.
Alasannya: Untuk S1 lulusan Perguruan Tinggi di Luar Negri tidak bisa diberikan 
pengakuan oleh Depdikbud. Pengakuan hanya untuk S2 dan S3.
Padahal S1 Perguruan Tinggi di Australia diakui oleh seluruh dunia.
Justru S1 lulusan Indonesia, terutama Tehnik, tidak diakui oleh Internasional, 
karena jumlah SKS yang diakui cuma 71, padahal minimal 120 SKS.
 
Hal ini baru terungkap saat ada dosen UI yang telah lulus S2 di AS ingin 
mendapatkan Sertifikat Internasional dalam Tehnik Sipil, ternyata ditolak oleh 
badan Akreditasi AS karena jumlah SKS untuk S1 dari UI yang diakui cuma 71.
Bandingkan dengan Singapura yang diakui bisa sampai 138 SKS, Malaysia 120 SKS, 
Srilangka 125 SKS, India dan Pakistan 130 SKS.
 
Demikian pula ijasah SMA kita juga tidak diakui oleh Internasional.
Teman anak saya yang lulusan SMA Jakarta, saat akan melanjutkan pendidikan di 
Jerman dan Belanda, diminta mengulang dari kelas 2 SMA.
Hanya anehnya, saat di Indonesia masuk jurusan Bahasa, saat di Belanda di 
rekomendasikan oleh guru pembimbingnya untuk masuk ke jurusan Eksak. Akhirnya 
saat kuliah dia ambil Tehnik Elektro dan sekarang sudah lulus.
Yang di Jerman, juga direkomendasikan oleh Guru Pembimbingnya masuk ke Eksak 
dan saat kuliah ambil Tehnik Informatika dan sekarang sudah lulus.
Padahal mereka itu kuliah di Perguruan Tinggi terkemuka di Dunia.
 
Soal Ilmu Kedokteran, setahu saya kita menerapkan Ilmu Kedokteran Barat dan 
Indonesia belum pernah menyelenggarakan Fakultas Kedokteran 
Tradisional Indonesia, tidak seperti di China ada Fakultas Kedokteran Barat dan 
Fakultas Kedokteran Tradisional China.
Demikian pula di India, Pakistan , Mesir dan sebagainya.
 
Karena Malaysia itu juga mengakui Ilmu Kedokteran Barat, maka tidak ada masalah 
kalau mereka itu belajar di Fakultas Kedokteran di Indonesia.
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo


------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://epaper.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke