Bung Rzain, Soal saya lulusan mana itu itu sebetulnya tidak terlalu penting betul, karena tidak ada relefansinya dengan pernyataan AM yang menurut saya keliru. Yang menurut saya salah adalah: Dalam situasi politik yang sangat sensitif, AM telah membuat pernyataan dengan menggunakan kalimat yang artinya bisa multi tafsir, sehingga mudah "dimanipulasi" oleh lawan politiknya untuk menyudutkan dia. Celakanya AM bukannya meminta maaf dan berupaya meluruskan pernyataannya, malah "memusuhi" Forum Rektor yang berupaya untuk melakukan klarifikasi atas pernyataan AM ini. Pernyataan Forum Rektor juga sudah sangat jelas kalau mereka tidak percaya bahwa AM berniat melecehkan masyarakat Sulawesi Selatan.. Saya yakin Forum Rektor telah bersikap netral dan yang pasti mereka itu bukan orang - orang bodoh dan lemah, sehingga akan sangat merugikan citra AM di kemudian hari bila AM melakukan konfrontasi dengan Forum Rektor untuk alasan yang sebetulnya sangat sumir ini. Semula Forum Rektor menyatakan bahwa pernyataan Sdr. AM ini hanya sekedar "kesalahan dalam pemilihan kata - kata" dan tidak memiliki niat buruk dari pernyataannya, tetapi setelah Sdr. AM ternyata bersikeras bahwa tidak ada yang salah dalam pernyataannya dan menolak untuk "meluruskan" pernyataannya dan juga menolak untuk meminta maaf, maka Forum Rektor menyimpulkan bahwa mungkin telah terjadi "kesalahan otak" pada Sdr. AM ini. Selama sikap AM bukan merupakan bagian dari solusi bangsa ini, bahkan berpotensi menjadi sumber masalah bagi bangsa ini (bila dia tidak memperbaiki perilakunya), artinya AM itu hanya cerdas di otak kirinya saja (IQ nya tinggi), tetapi kecerdasan sosialnya (otak kanan) ternyata lemah. Menurut para psikolog, idealnya ada keseimbangan antara perkembangan Otak Kiri dan Otak Kanan, sehingga dia bisa menjadi manusia yang paripurna bila ingin menjadi pemimpin bangsa ini. Itu kalau memang AM ingin menjadi Politikus Handal sehingga mampu merebut hati masyarakat Indonesia sehingga mendapat kepercayaan dari Bangsa Indonesia untuk memimpin dan menentukan arah pembangunan bangsa ini, dan bukan hanya sekedar sebagai "pelengkap penderita" bagi para Pemimpin Politik di Indonesia. Itu kalau Sdr. AM setuju. Kalau ternyata tetap tidak setuju, ya silahkan saja, karena masyarakat Indonesia masih bisa berharap kepada Para Politisi lainnya yang berupaya untuk menjadi Politisi Handal di negri ini. Salam, Adyanto Aditomo --- Pada Sel, 7/7/09, rzain <[email protected]> menulis:
Dari: rzain <[email protected]> Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] AM tidak rasis/berbau SARA Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 7 Juli, 2009, 11:51 AM AM Doktor Ilmu Polittik dari Univ terkemuka di dunia dianggap tidak pantas sebagai Politikus Handal karena tidak sependapat malah dikatakan melakukan kesalahan besar, yang menilai ini Doktor Ilmu apa dan dari Universitas mana ya?
