Laporan wartawan KOMPAS Wisnu Nugroho A

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/17/1432386/presiden.beberkan.temuan.intelijen.sby.jadi.target



JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membeberkan salah satu 
temuan intelijen yang diterjemahkannya sebagai ancaman kepada dirinya. Temuan 
tersebut berupa beberapa lembar foto yang menggambarkan dua orang bertutup 
kepala hitam, tengah melakukan latihan menembak dengan menggunakan gambar 
Presiden sebagai target.

Foto-foto tersebut dipamerkan Presiden dalam konferensi pers di kantornya di 
kompleks Istana Jakarta, Jumat (17/7) siang, terkait dengan ledakan yang 
terjadi di kawasan Mega Kuningan pagi tadi. 

"Saudara bisa menafsirkan apa artinya ancaman seperti itu. Dan temuan intelijen 
lain yang sekarang ada di pihak berwenang, tadi pagi terus terang, sebagaimana 
kebiasaan saya, saya ingin langsung datang ke lokasi. Namun, Kapolri dan semua 
pihak menyarankan jangan dulu karena memang belum steril, masih dibersihkan, 
masih disisir dan ancaman bisa datang, apalagi dengan contoh yang saya 
sampaikan tadi, ancaman fisik," kata Presiden.

"Tapi tentu hidup dan mati di tangan Allah SWT, saya tidak boleh terhalang 
untuk menjalankan tugas saya untuk rakyat untuk negara ini," sambungnya. 
"Pengamanan Presiden berada di pundak TNI, saya yakin TNI sudah mengambil 
langkah-langkah seperlunya," kata Presiden lagi.

Terhadap semua temuan intelijen tersebut, kata Presiden, terlepas, apakah hal 
tersebut terkait dengan ledakan hari ini atau tidak, menginstruksikan kepada 
semua jajaran penegak hukum untuk menjalankan tugas dengan obyektif dan benar. 
"Dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Andaikata tidak terkait, tetaplah 
harus dicegah," kata Presiden. 

"Atas semuanya ini, saya selaku kepala negara dan kepala pemerintahan mengutuk 
aksi teror yang sangat memprihatinkan ini," kata Presiden.

Kirim email ke