Tadi pagi di radio Elshinta FM 90.00 saya mendengar suara Mas Anto (jubir
presiden yang nama bekennya Andi Alfian Mallarangeng, Ph.D)...Dengan mantap Mas
Anto mengatakan SBY akan meninjau TKP ledakan bom, karena sebagai presiden
tidak ingin hanya mendengar laporan tapi ingin melihat langsung...Saya kaget
juga, tapi saya "memaklumi" karena beliau kan mantan TNI yang tentunya sangat
berjiwa gagah berani...Mungkin juga terinspirasi dengan keluarga kerajaan
Inggris yang tidak mau pindah dari London saat PD II
TAPI...menjelang shalat Jum'at di media online muncul berita beliau membatalkan
kunjungannya karena kondisi dinilai belum aman...atas rekomendasi paspamres bla
bla bla beliau memilih membatalkan kunjungannya....
Bahwa tempat tersebut baru dibom..dia sudah tahu...bahwa kemungkinan ada bom
lain... sebagai mantan prajurit tentunya dia juga melihat kemungkinan
itu...sebagai presiden tentunya dia tahu bahwa dia adalah lambang negara...
betapa beresikonya kalau dia terkena ledakan bom...Mestinya dengan kondisi
seperti itu, dia berpikir panjang untuk menyatakan mau datang atau tidak ke
TKP...tidak ada situasi yang berubah dari keputusan AKAN DATANG sampai dengan
keputusan BATAL DATANG dibuat...Bagi saya ini sangat tidak patut dilakukan oleh
seorang presiden yang mantan prajurit...Mestinya sebuah keputusan dibuat dengan
matang sehingga tidak perlu dirubah tanpa ada perubahan situasi...
Kemudian setelah pulang shalat dan makan, saya lihat pernyataan beliau di metro
tv...luar biasa ... Katanya Indonesia akan seperti Iran jika beliau dilantik,
akan ada revolusi....Aduh...Tadinya saya sudah sangat simpati dan tidak
menyesal JK kalah...Tapi sekarang...Simpati saya kepada SBY kembali seperti
semula...
Gimana sih pak...Bapak kan adalah presiden yang "sedang" menjabat dan terpilih
kembali dengan suara 60% ....Kenapa jadi begini???
[Non-text portions of this message have been removed]