Rian, semua itu bisa dilakukan asalkan semua badan pemerintahan menyadari bahwa KORUPSI itu adalah MENCURI. Jadi sebenarnya para KORUPTOR itu adalah PENCURI ulung. Karena mereka BERSELUBUNG dibalik PEMERINTAHAN. Jika dinegara tetangga saja sudah bisa dilakukan semua administrasi negara secara efisien dan tarnsparan, mengapa negara kita kok selalu MEMOLOR-MOLOR-KAN waktu untuk menjadi maju? Jawabannya adalah karena jika hal tersebut dilakukan, maka KORUPSI susah dilakukan. Saya berharap mudah-mudahan pemerintah akan membuka satu kantor yang khusus mengurusi pembuatan KTP, dan juga STNK (karena kedua dokumen tersebutlah tempat pendulang KORUPSI), buatlah kantor tersebut kemudahan-kemudahan bagi para penduduk yang memerlukan KTP. Begitu masuk ruangan, orang-orang bisa mengambil nomer untuk mengantre. Kedua TULISLAH DENGAN HURUF BESAR-BESAR berapa harga yang diperlukan untuk mengurus KTP. Juga DOKUMEN APA SAJA yang HARUS DIBAWA oleh para penduduk yang memerlukan KTP (juga berapa foto-copy dari dokumen tersebut diperlukan). jadi semua orang merasa nyaman dan "melek" akan hal-hal yang harus dibawa untuk mengurus KTP tersebut. Semoga, Yuli
--- On Fri, 7/24/09, Fajrian difa vedder <[email protected]> wrote: From: Fajrian difa vedder <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Marak Pemalsuan, DKI Rancang KTP "Microchip" To: [email protected] Date: Friday, July 24, 2009, 3:55 AM ide yang menarik...tinggal kita tunggu aja berapa "biaya" yg harus dikeluarkan masyarakat.. .ngga pake microchip aja bisa sampe 300.000-500. 000... bisa ngga ya buat program pelayanan masyarakat tanpa sogok sana sini? apa perlu buat pegawai dengan microchip anti korupsi dan suap di otaknya? salam Rian
