Paling tidak ada 3 modus operandi KTP asli tapi palsu. (1) Orang bayar RT/RW
untuk minta pengantar ke Kelurahan, kemudian Kelurahan sesuai SOP akan
menerbitkan KTP. (1) Sama sekali tanpa pengantar RT/RW, orang bisa bayar oknum
Kelurahan yang menerbitkan KTP tanpa SOP. (3) Orang bayar ke oknum Sudin
Capilduk, yang kemudian tanpa SOP akan 'memaksa' Kelurahan menerbitkan KTP.
Dugaan saya, masih banyak modus operandi lain dalam penerbitan KTP aspal ini.
Masalah ini sudah puluhan tahun terjadi, tapi baru setelah berakibat
amburadulnya DPT yang dirasa merugikan parpol. diangkat menjadi issue nasional.
Harusnya Indonesia BISA menertibkan ini, tapi apa Indonesia MAU? He he he . .
. . .
--- In [email protected], "Godlip Pasaribu"
<marnagan2...@...> wrote:
>
> Menurut saya kebijakan untuk memulangkan orang yang punya KTP palsu ke daerah
> asalnya kurang tepat karena belum tentu mereka yang salah, mungkin saja oknum
> kelurahan yang melakukan hal tsb utk keuntungan pribadi. Harusnya diperiksa
> yang cermat apakah alamatnya jelas, dari mana dia mendapat KTP, dlsb. Kalau
> dia tidak bersalah KTP bisa diputihkan dengan persyaratan tertentu.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "Agus Hamonangan" <agushamonan...@...>
>
> Date: Fri, 24 Jul 2009 03:59:28
> To: <[email protected]>
> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] KTP Palsu di Jakarta Capai Puluhan Ribu
>
>
> http://www.kompas.com/read//xml/2009/07/23/16055544
>
>
>
> JAKARTA, KOMPAS.com Menyusul dugaan pelaku bom bunuh diri JW Marriott
> menggunakan kartu tanda penduduk (KTP), Pemerintah DKI Jakarta mengimbau agar
> warga DKI memastikan bahwa KTP yang mereka pegang asli. Sekretaris Daerah
> Provinsi DKI Jakarta Muhayat mengatakan, penyakit warga Jakarta adalah selalu
> menitipkan pengurusan KTP ke orang lain.
>
> "Akibatnya, banyak yang tidak menyadari KTP yang mereka pegang palsu. Tanda
> tangan lurah saja bisa dipalsukan. Jadi, silakan pastikan KTP Anda tercatat
> di Dinas Kependudukan," ujar Muhayat kepada para wartawan, Kamis (23/7) di
> Jakarta.
>
> Muhayat mengatakan, dirinya tidak memiliki data KTP palsu. Namun, sebagai
> gambaran, jumlah pemegang KTP palsu Jakarta tahun lalu berkisar antara
> 50.000-100.000. Saat ini, Dinas Kependudukan DKI Jakarta tengah
> mempertimbangkan untuk melakukan razia KTP di Jakarta. "Nanti, jika yang
> kedapatan memiliki KTP palsu, yang bersangkutan akan dipulangkan ke daerah
> masing-masing," ujarnya.
>
>
> HIN
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>