Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/05/15060861/birokrasi.di.indonesia.hanya.melayani.diri.sendiri



JAKARTA, KOMPAS.com — Kinerja aparat pemerintahan terus menjadi sorotan. Empat 
kali mengalami kenaikan gaji selama lima tahun terakhir, dinilai tidak mampu 
meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan para birokrat kepada masyarakat. 
Anggota Komisi II DPR Andi Yuliani Paris mengatakan, birokrasi di Indonesia 
selama ini hanya melayani dirinya sendiri.

"Bukan melayani orang lain, dalam hal ini publik. Birokrasi itu seharusnya 
melayani rakyat, bukan melayani diri sendiri," kata Andi, pada diskusi 
"Reformasi Birokrasi Pascapilpres", di Gedung DPD, Jakarta, Rabu (5/8).

Pemerintahan lima tahun terakhir, menurut politisi PAN ini, belum 
memperlihatkan terobosan nyata di sektor reformasi birokrasi. "Kecuali hanya 
fokus pada perbaikan remunerasi. Tapi bagaimana birokrasi efisien dan dicari 
sistem bagaimana mengukur kinerja birokrasi, belum dilakukan," kata Andi.

Seharusnya, ke depan ada kontrak politik yang jelas antara kalangan birokrat 
dengan rakyat.

Anggota Komisi II lainnya, Ferry Mursyidan Baldan, melihat perangkat aturan 
perundang-undangan sebenarnya sudah cukup menaungi para PNS. Hanya saja, 
menurut Ferry, masih perlu revisi sejumlah aturan di UU Kepegawaian. "Karena 
ada status PNS yang belum setara. Kita perlu efisiensi agar memperoleh hasil 
yang efektif. Bayangkan saja, sekarang ini data PNS tidak ada yang valid. 
Banyak PNS yang tidak jelas pembagian kerjanya," kata Ferry.

KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary 

Kirim email ke