Hehe.. Sekarang semua tergantung ke yang diiming-imingi. Kalo pihak yang diiming-imingi ga terpengaruh, ya habis perkara..
Tapi kalo yang diiming-imingi malu2 mau, ya hehe.. "Agus Hamonangan" <[email protected]> Sent by: [email protected] 08/05/2009 18:02 Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject [Forum-Pembaca-KOMPAS] Demokrat Jangan "Goda" PDI-P Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/05/16273731/demokrat.jangan.goda.pdi-p JAKARTA, KOMPAS.com — Partai pemenang pemilu, Demokrat, tengah menjadi primadona partai politik yang ramai-ramai mendekati. Bahkan, partai oposisi PDI Perjuangan juga dikabarkan akan dirangkul SBY untuk bergabung di kabinet yang akan dibentuknya bersama Boediono. Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, mengatakan, SBY dan Demokrat sebaiknya tak "menggoda" PDI Perjuangan dengan iming-iming kekuasaan. "Ya mbok jangan memberikan godaan atau iming-iming kekuasaan karena memang harus dibangun demokrasi yang bagus di Indonesia. Sangat tidak bagus kalau semuanya di kabinet," kata wanita yang akrab disapa Wiwik, Rabu (5/8), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Ia menekankan, kontestasi perlu dipertahankan dalam dunia perpolitikan. Dengan catatan, hal itu berlangsung sesuai koridor dan tidak liar. Oleh karena itu, menurutnya, SBY tidak perlu mengooptasi seluruh kekuatan di luar Demokrat yang dianggap merintangi. "Kalau Pak SBY mengooptasi seluruh kekuatan itu, berarti dia (SBY) tidak pro demokrasi karena nilai-nilai demokrasi itu membiarkan ada yang merumuskan, melaksanakan, dan ada yang mengawasi. Tidak semuanya bareng-bareng. Bagaimana dengan ketatanegaraan kita?" ujar Wiwik. Kekuasaan tanpa pengawasan, lanjutnya, akan memperbesar peluang terjadinya penyelewengan. [Non-text portions of this message have been removed]
