Tepatnya Taufik Kiemas yang minta digoda. Saya sih masih berharap sangat, 
Megawati dan pengurus PDIP lainnya tetap konsisten untuk jadi oposisi, bersama 
Hanura dan Gerindra (mudah2an keputusan MA bisa yang mengabulkan gugatan Zaenal 
Maarif bisa digugurkan demi hukum). Demi matangnya demokrasi kita. Golkar? Ini 
ga jelas deh.

Salam,



________________________________
Dari: rzain <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kamis, 6 Agustus, 2009 07:21:15
Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Demokrat Jangan "Goda" PDI-P



Loh, PDIP yang minta digoda

--- In Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com, "Agus Hamonangan" 
<agushamonangan@ ...> wrote:
>
> Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
>
> http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/08/05/ 16273731/ demokrat. 
> jangan.goda. pdi-p
>
>
>
> JAKARTA, KOMPAS.com — Partai pemenang pemilu, Demokrat, tengah menjadi 
> primadona partai politik yang ramai-ramai mendekati. Bahkan, partai oposisi 
> PDI Perjuangan juga dikabarkan akan dirangkul SBY untuk bergabung di kabinet 
> yang akan dibentuknya bersama Boediono.
>
> Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, 
> mengatakan, SBY dan Demokrat sebaiknya tak "menggoda" PDI Perjuangan dengan 
> iming-iming kekuasaan.
>
> "Ya mbok jangan memberikan godaan atau iming-iming kekuasaan karena memang 
> harus dibangun demokrasi yang bagus di Indonesia. Sangat tidak bagus kalau 
> semuanya di kabinet," kata wanita yang akrab disapa Wiwik, Rabu (5/8), di 
> Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
>
> Ia menekankan, kontestasi perlu dipertahankan dalam dunia perpolitikan. 
> Dengan catatan, hal itu berlangsung sesuai koridor dan tidak liar. Oleh 
> karena itu, menurutnya, SBY tidak perlu mengooptasi seluruh kekuatan di luar 
> Demokrat yang dianggap merintangi.
>
> "Kalau Pak SBY mengooptasi seluruh kekuatan itu, berarti dia (SBY) tidak pro 
> demokrasi karena nilai-nilai demokrasi itu membiarkan ada yang merumuskan, 
> melaksanakan, dan ada yang mengawasi. Tidak semuanya bareng-bareng. Bagaimana 
> dengan ketatanegaraan kita?" ujar Wiwik.
>
> Kekuasaan tanpa pengawasan, lanjutnya, akan memperbesar peluang terjadinya 
> penyelewengan.

Kirim email ke