http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/10/05250125/noordin.m.top.dititipkan.pada.jumat.dini.hari


TEMANGGUNG, KOMPAS.com — Pria misterius yang diduga Noordin M Top dan tewas 
tertembak di rumah Muhdjahri (69) di Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, 
Kabupaten Temanggung, Sabtu (8/8), ternyata baru menginap di rumah itu sejak 
Jumat (7/8) dini hari.

Dia dititipkan oleh Aris Susanto (31), warga Desa Kedu, untuk beristirahat 
sebentar dan berencana meninggalkan rumah pada Jumat sore. Aris Susanto dan 
adiknya, Indra Arif Hermawan (24), telah ditangkap tim Detasemen Khusus 
(Densus) 88 Antiteror beberapa saat sebelum penggerebekan di rumah Muhdjahri.

Keduanya diduga terlibat dalam jaringan terorisme Noordin M Top. Aris dan Indra 
adalah keponakan Muhdjahri. Istri Muhdjahri, Endang Istianingsih (59), 
mengatakan, berdasarkan penuturan suaminya, tamu tersebut dititipkan Aris pada 
Jumat dini hari pukul 02.30.

Endang sendiri saat itu masih terlelap tidur. Setelah bangun, Endang sempat 
membuatkan minum sekitar pukul 07.00. Setelah itu, dia pun mengetuk pintu kamar 
tamu, dan menyilahkan dia untuk mengambil sendiri gelas minuman yang telah 
disiapkannya di luar kamar. "Tapi, hingga saya ke sawah setelah shalat Jumat, 
tamu tersebut tidak saya lihat keluar dari kamar," ujarnya kemarin.

Tamu ini menghuni kamar di sisi sebelah selatan. Karena itu, dia pun tidak 
mengetahui secara jelas ciri-ciri dari tamu yang dibawa Aris tersebut. Endang 
mengaku, sebelumnya Aris memang sempat meminta izin untuk menitipkan tamu. 
"Karena dia keponakan saya, tentu saja tidak mungkin permintaan itu saya 
tolak," ujarnya.

Dia pun tidak menaruh curiga macam-macam karena tamu yang bersangkutan adalah 
kenalan kerabatnya sendiri. Saat di ladang, Muhdjahri meminta izin untuk pulang 
terlebih dahulu untuk shalat. Namun, tak berapa lama, Endang didatangi salah 
seorang tetangga yang memintanya untuk segera pulang karena ada tamu yang 
mencarinya di rumah. Namun, begitu pulang, rumah sudah ramai dikepung polisi 
berseragam dan bersenjata. "Saya takut dan akhirnya memutuskan tinggal 
sementara waktu di sini dulu," ujarnya.

Sejak Jumat sore hingga Minggu, Endang tinggal di rumah Darsinah (61), adik 
Muhdjahri, di Dusun Siwur, Desa Karangtejo, Kecamatan Kedu. Endang sendiri saat 
ini tidak mengetahui suaminya berada di mana. Dia berharap, Muhdjahri dapat 
segera dipulangkan, dan rumahnya yang hancur karena tembakan peluru dan letusan 
bahan peledak juga dapat segera diperbaiki.

Kirim email ke