Ini gambaran bahwa aturan yang dibuat dan kewenangan aparat hanya untuk memberi peluang aparat bertindak tidak menurut aturan. dalam hal ini masyarakat akan menjadi korban dari aturan dan kekuasaan. sebaiknya tidak usah buat aturan jika penegak aturan/hukum itu sendiri tidak dapat menegakkan aturan/hukum itu sendiri. enak saja menyuruh rakyat patuh hukum sedangkan penegak hukum itu sendiri dengan angkuhnya melanggar hukum. penegak hukum itu harus bersihkan dulu berak sendiri baru ngomong/ngurusin kotoran rakyat ini !!! petugas pelanggar hukum ini sudah seharusnya dihukum seberat beratnya,jangan hanya dimutasikan saja untuk menutup nutupi kesalahan bawahannya,sementara nyawa masyarakat tidak ada harganya lagi. sepertinya saat ini petugas pelindung masyarakat telah berubah menjadi petugas penindas masyarakat.
Pada tanggal 16/10/09, rifky pradana <[email protected]> menulis: > Jefri Lay agak tergesa-gesa keluar > dari rumah pagi itu. Setelah menghidupkan mesin sepeda motor, dia menjemput > sobat karib sekaligus teman sekelasnya, Kristovel Taebenu. > > Kedua remaja yang tinggal bertetangga itu > pun melaju dari kediaman mereka di Kelurahan Sikumana menuju Sekolah > Menengah Kejuruan(SMK) Cahaya > Putra-Kupang. > > Hari Senin tanggal 12 Oktober 2009 itu ada ujian tengah semesterdi sekolah > mereka. Jefri dan Kristovel berusaha sampai di sekolah tepat waktu. > > Jefri dan Kristovel melewati Jalan HR > Koroh, Jl. Soeharto, Jl. Jenderal Soedirman dan Jl. Mohammad Hatta, Kupang. > Pada pagi hari, ruas jalan protokol tersebut selalu padatdengan arus lalu > lintas. > > “Tragedi” menimpa kedua > remaja itu terjadi ketika mereka memasuki Jl. Mohammad Hatta atau sekitar > satu > kilometer dari SMK Cahaya Putra. > > Jefri dan Kristovel yang mengendarai > sepeda motor tanpa helmdilihat anggota SatlantasPolresta Kupang yang sedang > patroli menggunakan mobil. Anggota Satlantas di dalam mobil berteriak > menggunakan mikrofon, ”Tangkap itu, > tangkap itu !”. > > Jefri tetap memacukendaraannya menuju ke arah sekolah. > > Teriakan anggota Satlantas rupanya didengar > dua anggota SamaptaPolda NTT yang > sedang bertugas di depan toko Barata yang berhadapan dengan Rumah Sakit Umum > (RSU) Prof. Dr. WZ Johannes Kupang. > > Nah, saat Jefri dan Kristovel melajudi depan Barata Swalayan, anggota > Polda NTT menghadanglalu menendangsepeda motor mereka. > > Kedua remaja itu hilang keseimbangan lalu terjatuh. Kristovel > dan Jefriterlempar sekitar empat meter. > > Kristovel terseret ke arah kanan jalan, > dan pada saat bersamaan dari arah berlawan melaju Angkot GenesisDH 2067 EA > yang dikemudikan Marthen Daniel Ndolu. > Tubuh Kristovel masuk kolong angkot dan digilasban depan sebelah kanan. > Kepala Kristovel cedera berat. Kristovel tewasdi tempat. > > Sedangkan Jefri Lay terseret ke sisi kiri > jalan. Kepala Jefri pun terluka parah akibat benturan di aspal. Jefri sempat > dirawatdi RSU Kupang. Namun, sekitar > pukul 17.30 Wita, Senin (12/10/2009), Jefri Lay meninggal dunia. > > Tendangan “maut” pak polisi mengakhiri kehidupan dua remajadalam sekejap. > > *** > > > Tendangan Pak Polisi Senin lalu > sungguh “merisaukan” warga Kupang dan > sekitarnya. > > Warga masyarakat memahami bahwa kedua > remaja itu salah karena tidak mengenakan helm. Mereka melanggar aturan > berkendara di jalan umum. > > Namun, kematianmereka akibat tendanganoknum polisi > sungguh sulit diterima begitu saja. > > Apalagi lebih dari dua orang saksi yang > melihat peristiwa itu dengan mata telanjang. Melihat oknum polisi menendang > sepeda motor kedua korban. > > Hari pertama kejadian, aparat kepolisian bungkam. Enggan memberikan > penjelasan > yang memuaskan rasa penasaran masyarakat. > > Bahkan sampai tulisan ini naik panggung > “rumah sehat Kompasiana”, polisi belum mau menyebut namaoknum anggotanya > yang menendang sepeda motor Jefri Lay di Jl. > Mohammad Hatta Senin 12 Oktober lalu. > > Polisi baru menyatakan sedang memeriksatiga anggota yang bertugas di > TKP saat itu. Dan, sedang mengumpulkan bukti-buktidan saksi. > > Profesionalisme Polri, khususnya aparat Polresta Kupang dan > Polda NTT sedang diuji. > > Semoga mereka tidak melindungi oknum anggota yang bersalah. > > Buat Jefri dan Kristovel, Beristirahatlah > Dalam Damai. > > * > Tendangan Maut Pak Polisi… > http://dionputra.kompasiana.com/2009/10/16/tendangan-maut-pak-polisi/ > *** > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
