Mari sejenak menyingkirkan KPK dan BSR & CMH Isu baru: Komplotan pembunuh Nasrudin.
Berdasar perkembangan terakhir sidang AA serta info media, maka komplotan itu bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1. Komplotan AA 2. Komplotan bukan AA Bila pembunuh Nasrudin adalah komplotan AA, maka kita tunggu saja sidang AA yang sedang berjalan. Biarkan saja polemik antara pembela AA dengan polisi terus bergulir dan pilar ke-empat demokrasi menyiarkannya sehngga masyarakat bisa mengikuti dan menilai sebagai juri. Kita boleh saja bertanya mengapa Rani Y baru muncul setelah kesaksian WW dan bukan sebelumnya. Juga, kita boleh saja kagum dengan kemampuan Rani berbicara dan pemahamannya mengenai bagaimana dia harus bersikap. Dan, tentu saja kita tidak boleh berapriori terhadap pihak polisi, saksi, tersangka, maupun jaksa. Bila pembunuh Nasrudin adalah komplotan bukan AA, maka ini semakin menarik kalau dikaitkan dengan kronologis terjadinya peristiwa dan kesaksian orang-orang yang terlibat. Isu tentu saja akan mengarah pada pertanyaan "mengapa Nasrudin harus harus dibunuh?; apa kepentingannya sehingga sebuah nyawa harus dikorbankan?" Jawaban-jawaban terhadap pertanyaan ini akan membimbing kita untuk mengetahui siapa komplotan bukan AA yang membunuh Nasrudin. Maka, berbagai teori konspirasi muncul. Salah satunya adalah konspirasi untuk menjerat AA, yang ternyata gathukologi atau ilmu digathuk-gathukkan atau dicocok-cocokkan, membenarkan untuk tujuan pelemahan KPK karena time line menunjukkan urutannya dan keterkaitannya. Lihat sebagai misal posting Bungaran. Fakta terkait dengan #2, Istri WW pernah mengadu ke Komnas Ham sebelum persidangan tetapi tidak ada tanggapan. Ditunggu investigasi media. Benarkah ini? Bila ini benar dan ucapan pembela WW yang mengatakan bahwa dalam persidangan WW sebagai tersangka hal itu baru akan diungkap, maka kesaksian WW itu diatas 50% cenderung benar. Bagaimanapun juga, polisi dan jaksa harus bekerja keras untuk mematahkan kesaksian WW yang sebenarnya di disain untuk memperkuat dugaan bahwa AA pembunuh Nasrudin. Polisi melalui siaran pers-nya (kasihan polisi menjadi bulan-bulanan wartawati-wartawati muda hingga wajahnya berlepotan malu) mengatakan bahwa tanpa kesaksian WW pun bukti sudah cukup untuk menjerat AA. Ini juga diperkuat oleh ucapan Kapolri sebelumnya di Komisi III yang mengharu biru dan mendayu-dayu. Satu hal yang amat penting untuk di-ingat, seperti diucapkan oleh pembela AA, adalah bahwa baik Polisi dan Kejaksaan adalah aparat negara yang berfungsi untuk mengeakkan kebenaran dan bukan mencari menang kalah dalam sebuah konflik fungsional dengan lembaga negara yang lain. Mungkin, ini yang tidak dipahami karena ego dept dan individu yang demikian kuat. Setiap hari semakin menarik sampai kurang tidur untuk mengikuti sajian berita. Adu cepat dan akurat pemberitaan memang membuat kami masyarakat menjadi semakin belajar dan semakin terlibat untuk mengikuti masalah bangsa. Demo diberbagai daerah semakin marak dengan isu yang sama. Di Solo demo sudah mulai menuntut SBY mundur karena tidak bisa menyelesaikan kisruh yang terjadi. Kalau dulu, mhs ngepir kalau tentara dengan seragam hitam itu (bukan brimob) turun ke kampus, seperti pernah terjadi di 1998. Namun kini tentara itu tentu tidak ikut-ikutan, namun tampaknya, gelombang demo itu akan semakin marak diberbagai daerah termasuk diluar Jawa, hal yang dulu di 1998 tidak terjadi; apalagi setelah kisruh antara Koalisi Kompak dengan Komisi III, dan kini isu sudah bergeser ke penuntasan kasus Bank Century. Tampaknya ucapan Wapres mengenai uang negara yang bisa kembali bila Bank Mutiara (dulu Century) itu dijual sudah tidak manjur untuk meredakan suasana, termasuk penandatangan hak angket yang pagi ini terus meningkat dan hanya tidak di-ikuti oleh fraksi demokrat dan pan. Artinya, bola salju perlawanan rakyat yang dimulai dari face book untuk kasus BSR dan CMH itu terus menggelinding dan semakin besar. Mungkin sebentar lagi akan muncul FB sejuta dukungan tuntut penuntasan kasus Century........................... Jadi, apakah komlotan pembunuh Nasrudin, sipapun mereka itu, akan tergilas oleh isu baru penuntasan kasus bank Century atau benar dugaan bahwa Rani adalah korban yang ditingal oleh suaminya yang dibunuh seperti diucapkan oleh Rani ................ ataukah memang benar pula dugaan bahwa kasus KPK itu berkaitan dengan Century seperti anggota Tim 8 ada yang mensinyalir.....
