Saya bisa tambahkan di Serambi Mekkah kita bisa bercermin dan mengambil hikmah betapa perjuangan menentang ketidakadilan dan kezaliman yang telah diambil oleh sebagian Saudara kita disana juga telah mengubah cara pandang kita tentang bagaimana sebenarnya mewujudkan kesejahteraan yang lebih adil buat semua warga negara Indonesia saya kira itu yang lebih Islami. Maka para pengambil keputusan berhati-hatilah dan lebih arif. dan kita patut juga menyimak yang masih relevan dalam topik ini "begitu banyak orang yang berpuasa, tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja" Al-Hadist. dan Dalam Surat Al-Ma'uun ayat 1-3 " Tahukah kamu (orang) yang mendustakan Agama? Itulah orang yang menghardik anak Yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin" Bagaimana jika kebijakkan yang diambil para pemimpin itu justru malah menyusahkan orang miskin ini di nyatakan Tuhan sebagai para "Pendusta Agama" apakah Mazhab para pendusta agama itu??. Mudah-mudahan kita tidak termasuk diantaranya. Naudzu billah summa naudzu billah.
--- In [email protected], nanda srg <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yth mas oke aja, > Sabar aja mas jgn terpengaruh yah mungkin memang begitu tanda-tanda kiamat,... yang penting kita tetap ISTIQOMAH, btw pengalaman saya kalo disini sih beda mas, dsini semuanya Alhamdulillah bernuansa Ramadhan maklum di negeri Serambi Mekkah apalagi di Lhokseumawe yang konon lebih kental dan lebih ketat hukum Syariatnya, saya bersyukur Alhamdulliah penempatan disini, dinegeri yang bernuansa Islami yang kental. > Salam dari lhokseumawe > > oke aja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Yth. Teman Miliser > Saya mau cerita sedikit pengalaman..... > > Yuppppzzzz..... saya seperti sedang tidak berada di bulan suci ramadhan.... > Kenapa ????? > > saya pergi-pulang dari rumah ke kantor selama 2 jam perjalanan setiap hari... >
