kami pernah mendengar ada isue potong satu generasi, mungkin hal tersebut bisa dijadikan alternatif mengingat apabila remunerasi sudah diterapkan masih ada pejabat yang demikian, namun hal tersebut ( kata-kata bendahara perlu diklarifikasi terlebih dahulu. Indonesiakan mengenal azas praduga tak bersalah ( yang menyebabkan para ahli korupsi bisa lepas dari jeratan hukum) so kita tidak bisa memvonis bila hanya mendengar dari 1 pihak. Hal itu perlu di klarifikasi. Kalo penyimpangan demi penyimpangan masih terjadi hal itu mungkin saja mengingat kesadaran para pegawai akan pentingnya arti dari reformasi masih. Contoh paling nyata dan paling sering adalah kedisiplinan, coba tanya pada hati nurani kita apakah setelah kita sama-sama menerima remunerasi kita pernah menggunakan waktu dinas tidak untuk dinas, dalam artian datang terlambat, pulang terlebih dahulu tanpa alasan, absen ada orang gak ada dsb...Kalo masalah KKN saya setuju memang harus diberantas sebersih0bersihnya. Saya sangat setuju dengan moto forum prima ini " Hentikan Korupsi dana APBN dengan alasan apapun"
Djoko Brewok Lebat Banget <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Amiiinnnn....... Mas Didik entah dimana anda!?? Reformasi semoga bukan omong kosong saja..... Biasanya banyak bahasa yang menjadi basi karena omong kosong ini, sehingga disebut basa basi. Hari ini tadi pagi datang pada Kami KPPN Pernyontohan Antah Berantah seorang Bendahara Satker yang menanyakan Alamat Kanwil Ditjan PBN antah berantah, karena ditelp seorang "pejabat" kanwil untuk 'menjemput' Revisi DIPA (padahal aslinya yang untuk KPPN udah kami terima sebulan lalu). Alasan sang pejabat: "apabila tidak diambil satker ybs
