Assalam'mualaikum Wr. Wb. Yth. Pa Suba Sita dan Pa Hari Ribowo,
Terima kasih sekali atas penjelasan Bapa, mudah-mudahan tahun 2007 dapat DJPB lalui dengan sukses tanpa hambatan dan hal-hal yang mengganjal. Panduan Bapak berdua dan yang lainnya tentu sangat diharapkan. Sekali lagi terima kasih. Wassalam'mualaikum Wr.Wb. Hormat saya, Agung_Sayuta > Assalamualaikum wrwb, > > Pertama yg penting adalah konsepsi pemikiran, bahwa > kuasa BUN memberi dispensasi pembayaran untuk hak yg > belum jatuh tempo. ( karena tgl 14 desember 2007 > warung sudah tutup). Untuk itu diperlukan suatu > jaminan terhadap suatu wanprestasi agar negara tidak > dirugikan. > > Jadi untuk sisa pekerjaan fisik yg belum dapat > diselesaikan ( mulai/diantara tgl 15/12 sd 31/12) > itulah yg harus di beri penjaminan (bank garansi). > Idealnya ada BA yg menyatakan berapa prosentase > pekerjaan s.d tgl 14/12/2007, tetapi nampaknya sudah > diwakili dalam Lampiran II Surat Perjanjian > Pembayaran, pada butir 1 yg intinya adalah merupakan > prosentase pekerjaan yg belum diselesaikan, nilai > itulah yg harus di buat jaminan bank aseli dr bank > (bukan asuransi) yg di simpan oleh KPPN. > > Tentu saja untuk memperoleh angka tersebut (baik > prosentase dan rupiahnya) KPA/PPK mendasarkan pada > suatu keterangan/perhitungan dari Konsultan pengawas. > Dan mm pd perdirjen 73 hal ini tidak diatur, tetapi > KPA/PPK tanpa diatur pun tentu sudah sangat paham akan > prosedur yg telah baku ini. (kl belum tahu ya kita > kasih tahu). Hal ini sy kira sudah menjadi pengetahuan > umum. > Atas dasar Surat Perjanjian Pembayaran (yg bermeterai > tersebut), KPPN harus mempercayainya, krn > tanggungjawab sepenenuhnya mm berada pada KPA/PPK. > > BAPP yg sesunggguhnya hrs diserahkan kepada KPPN 5 > hari kerja setelah berakhirnya kontrak. Apabila tidak > maka KPPN mencairkan jaminan bank tersebut. > > Yg perlu dilakukan KPPN menurut hemat saya, adalah > 1.melakukan inventarisasi kontrak2 yg berakhir lewat > tgl 14/12/2007. (untk yg pernah dibayar KPPN) > 2. melakukan koordinasi dan konsultasi dengan satker > ybs agar tidak terjadi kesalahan2 yg tidak perlu, dan > menyebabkan terjadinya kegagalan klaim. > 3. meneliti dan mengecek keaslian bank garansi kpd > bank penerbit. > > Mudah2 an menjadi semakin jelas, bukan semakin > menambah bingung. P. Hari CMIIW. > > Wassalam, > Subasita. > > --- Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Mas Agung Sayuta.. > > mungkin sebaiknya pak Suba Sita saja yang > > menanggapi.. > > tapi kalau melihat lampiran dalam Perjen 73.. > > ada Surat Perjanjian Pembayaran. > > di dalam Surat Perjanjian Pembayaran tsb bisa > > terlihat > > berapa realisasi sampai dengan tgl 14 Desember.. > > jadi tidak perlu pakai Berita Acara lagi.. > > terimakasih.. > > > > Pak Suba Sita.. >
