Sebuah parodi untuk direnungkan dalam diri masing2:) KILAS PARODI Samuel Mulia (Kompas Minggu, 16 Desember 2007. Dapat diakses di community pada www.kompas.co.id)
Jangan Jadi Penjilat, Jangan Jadi Korban Penjilat 1. Buat mereka yang masuk ke dalam kategori pemimpin yang suka dijilat, maka berhati-hatilah. Kalau Anda kelamaan dijilat, entah itu di bagian kepala atau bagian lain dari tubuh dan jiwa Anda, maka tempat yang dijilat itu lama-lama kehilangan sensitivitasnya. Nah, karena kehilangan atau paling tidak nilai ambang sensitivitasnya menjadi tinggi, maka Anda akan seperti disuntik obat anestesi. Kebal dan tak terasa apa-apa lagi. 2. Tanyakan mengapa Anda senangnya dijilat? Apakah Anda selama ini tak pernah disanjung, tak pernah mendapat pujian, atau masa kecil Anda kurang banyak yang dijilat sehingga sekarang ini dengan kedudukan Anda, Anda mencari kepuasan yang hilang itu? 3. Apalah gunanya Anda dijilat kalau Anda tahu semua itu tak menunjukkan kebenaran sesungguhnya, dan hanya sekadar untuk menyanjung ego Anda. Jadilah pimpinan yang tegas, hadapilah kenyataan yang terjadi dan jangan mau dibohongi para penjilat di sekitar hidup Anda. Mengapa sebagai pimpinan, Anda mau dijilat, meski enak, dan membuat Anda melayang? Pimpinan macam apakah Anda? 4. Buat mereka yang masuk ke dalam kategori tukang jilat, coba tanyakan kepada diri Anda, mengapa Anda melakukan itu? Untuk menyenangkan hati orang lain dengan sebuah kepalsuan, atau Anda punya niat mendapat kedudukan tertentu yang sudah Anda incar cukup lama, atau mau menjadi anak emas, atau hanya mau punya kendaraan roda empat? Kalau Anda mau menyenangkan orang mengapa tidak dengan memberitahu kebenaran meski risikonya mungkin tak menyenangkan Anda? Kalau Anda mau mengincar kedudukan, mengapa Anda tak belajar menjadi pandai, mengasah self esteem Anda tanpa harus menggunakan lidah Anda? Jangan sampai lama-lama lidah Anda jadi empuk dan pas untuk dibuat sambal goreng lidah. Kalau Anda mau punya kendaraan roda empat, kerja keras dan menabung. Kalau Anda tak sabar, itu tak mungkin. Kesabaran sangat diperlukan bagi para penjilat. Nah, kalau Anda bisa sabar jadi penjilat, mengapa Anda tak sabar menabung? 5. Terakhir buat para pemimpin. Jangan pernah menciptakan anak emas. Sekali Anda menciptakan anak emas, saat itu juga Anda mempercepat keruntuhan tim kerja Anda. Anak emas menciptakan kebencian, kebencian menciptakan ketidakbenaran dan kehancuran. Kecuali Anda memang lahir sudah dengan cita-cita sebagai destroyer, bukan conqueror.
