Saya disini sih g bisa kasih comment apa2 cuma ikut nimbrung aja.. Apa yang 
dikatakan bung Bedes memang ada yang benernya, begitu juga  yang kemukakan oleh 
bung jm_hndsm .. Yang perlu kita lakukan bersama adalah  marilah kita melakukan 
gerakan moral kepada para pejabat kita, para pengambil keputusan dan kebijakan, 
agar tidak lagi "ASAL" dan "SOK" dalam mengambil keputusan untuk organisasi 
DJPBN kita tercinta ini.. Seperti orang Jawa bilang " Ojo Dumeh"..(heeh 
nyambung g ya..???)..



Bedes Sudrun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Sebuah 
pemikiran aneh juga yang dibuat oleh "Para Pemikir" dengan menciptakan suatu 
sistem yang tidak realistis dengan memperlakukan PNS seperti budak zaman 
Jepang. Sementara itu lihatlah ada begitu banyak PNS nganggur makan gaji buta. 
Apakah ini dinamakan Realistis? 
 
 Remunerasi hanya mempertebal kantongnya pejabat. Sementara itu para "buruh" 
apa yang didapatkan? Cuma tenaga dan pikiran yang diperas macam sapi perah. 
Apakah ini juga Realistis?
 
 Kemiskinan, bencana alam, pengangguran adalah sebuah dampak sosial yang harus 
segera kita tanggulangi.
 tapi apa sebenarnya penyebab dari itu semua? Tidak lain karena kita tidak 
cakap mengelola APBN. Kenapa tidak cakap? karena masih banyak maling-maling 
berdasi yang tega nyolong duit rakyat..Kenapa banyak maling? 
 
 Pertama:
 sampai sekarang tidak ada perubahan personal dalam birokrasi. Para pejabat 
yang menduduki posisi penting di birokrasi adalah orang-orang lama. "Hampir 100 
persen orang dalam birokrasi sekarang ini adalah hasil warisan dari masa lalu 
yang sudah terbangun dalam satu sistem yang korup.
 
 Kedua:
 sistem birokrasinya itu sendiri memungkinkan terjadinya pintu-pintu korupsi 
yang cukup banyak. Sejak dulu sampai sekarang, budaya banyak meja yang harus 
dilewati tidak berubah. Tetap saja birokrasi berbelit-belit dan menggoda oknum 
birokrasi untuk memberikan jalan pintas dengan imbalan tertentu.
 
 Ketiga:
 gaji pegawai negeri yang sangat rendah dan sistem karier yang sangat KKN. 
Jumlah gaji yang tidak seimbang dengan tingkat kebutuhan standar bagai para 
pegawai memang bisa menjadi pemicu para birokrat untuk melakukan korupsi. 
Ditambah lagi, sistem karier yang lebih memperhatikan faktor kedekatan dengan 
atasan.
 
 Remunerasi di Depkeu sebenarnya sudah mulai menghilangkan penyebab2 diatas, 
tapi sungguh disayangkan. Yang dirombak bukan pejabatnya tapi malah 
"kroco-kroco" yang notabene hanyalah tumbal korupsi. Sementara mereka yg 
menduduki kursi empuk, makin menikmati empuknya kursi. 
 
 Sementara itu buruh ya tetaplah buruh yang jadi korban kebijakan. Buruh di 
satu sisi tetap buruh yang kerja kasar dari pagi sampai malam kerja overload. 
Buruh di sisi lain makan gaji buta, karena sudah disingkirkan dan tak berguna. 
Mengurangi Pengangguran dengan menciptakan pengangguran baru dan memeras tenaga 
yang ada. Inilah sebenarnya Pemikiran yang aneh.
 
 ----- Pesan Asli ----
 Dari: jm_hndsm <[EMAIL PROTECTED]>
 Kepada: [email protected]
 Terkirim: Senin, 17 Desember, 2007 5:07:25
 Topik: [Forum Prima] hidup diatas realita
 
 kadang kita terlupa kita tinggal di negara yang sepertiga penduduknya
 tinggal di bawah garis kemiskinan, dan malah berpikir alangkah
 layaknya kita mendapatkan penghargaan lebih atas apa yang telah kita
 kerjakan, disaat banjir mulai menelan rumah rumah tetangga kita,
 keluarga kita, saudara kita... 
 malah berpikir frend kita ditipu negara nih, saat negara memberi
 reward yg lebih dari pada rekan se direktoratnya. ..
 
 sungguh sebuah pemikiran yang aneh ?
 
 Jamie 
 
 ________________________________________________________ 
 Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke