Sebuah pemikiran aneh juga yang dibuat oleh "Para Pemikir" dengan menciptakan suatu sistem yang tidak realistis dengan memperlakukan PNS seperti budak zaman Jepang. Sementara itu lihatlah ada begitu banyak PNS nganggur makan gaji buta. Apakah ini dinamakan Realistis?
Remunerasi hanya mempertebal kantongnya pejabat. Sementara itu para "buruh" apa yang didapatkan? Cuma tenaga dan pikiran yang diperas macam sapi perah. Apakah ini juga Realistis? Kemiskinan, bencana alam, pengangguran adalah sebuah dampak sosial yang harus segera kita tanggulangi. tapi apa sebenarnya penyebab dari itu semua? Tidak lain karena kita tidak cakap mengelola APBN. Kenapa tidak cakap? karena masih banyak maling-maling berdasi yang tega nyolong duit rakyat..Kenapa banyak maling? Pertama: sampai sekarang tidak ada perubahan personal dalam birokrasi. Para pejabat yang menduduki posisi penting di birokrasi adalah orang-orang lama. "Hampir 100 persen orang dalam birokrasi sekarang ini adalah hasil warisan dari masa lalu yang sudah terbangun dalam satu sistem yang korup. Kedua: sistem birokrasinya itu sendiri memungkinkan terjadinya pintu-pintu korupsi yang cukup banyak. Sejak dulu sampai sekarang, budaya banyak meja yang harus dilewati tidak berubah. Tetap saja birokrasi berbelit-belit dan menggoda oknum birokrasi untuk memberikan jalan pintas dengan imbalan tertentu. Ketiga: gaji pegawai negeri yang sangat rendah dan sistem karier yang sangat KKN. Jumlah gaji yang tidak seimbang dengan tingkat kebutuhan standar bagai para pegawai memang bisa menjadi pemicu para birokrat untuk melakukan korupsi. Ditambah lagi, sistem karier yang lebih memperhatikan faktor kedekatan dengan atasan. Remunerasi di Depkeu sebenarnya sudah mulai menghilangkan penyebab2 diatas, tapi sungguh disayangkan. Yang dirombak bukan pejabatnya tapi malah "kroco-kroco" yang notabene hanyalah tumbal korupsi. Sementara mereka yg menduduki kursi empuk, makin menikmati empuknya kursi. Sementara itu buruh ya tetaplah buruh yang jadi korban kebijakan. Buruh di satu sisi tetap buruh yang kerja kasar dari pagi sampai malam kerja overload. Buruh di sisi lain makan gaji buta, karena sudah disingkirkan dan tak berguna. Mengurangi Pengangguran dengan menciptakan pengangguran baru dan memeras tenaga yang ada. Inilah sebenarnya Pemikiran yang aneh. ----- Pesan Asli ---- Dari: jm_hndsm <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Senin, 17 Desember, 2007 5:07:25 Topik: [Forum Prima] hidup diatas realita kadang kita terlupa kita tinggal di negara yang sepertiga penduduknya tinggal di bawah garis kemiskinan, dan malah berpikir alangkah layaknya kita mendapatkan penghargaan lebih atas apa yang telah kita kerjakan, disaat banjir mulai menelan rumah rumah tetangga kita, keluarga kita, saudara kita... malah berpikir frend kita ditipu negara nih, saat negara memberi reward yg lebih dari pada rekan se direktoratnya. .. sungguh sebuah pemikiran yang aneh ? Jamie ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed]
