Salah atau benar, ini adalah bagian dari keputusan Pemerintah yang harus kita patuhi. Saya rasa Pemerintah (cq. Departemen Agama) juga telah berijtihad dalam hal penetapan tanggal 20 Desember 2007 / 10 Zulhijjah 1428H sebagai Hari Raya Idul Adha. Mengikuti ijtihad yang kemudian ternyata salah akan mendapat satu pahala sebagai apresiasi dari usaha ijtihad itu sendiri. Pendapat suatu kelompok yang menyatakan Hari Raya Qurban jatuh pada tanggal 19 Desember 2007 merupakan salah satu ijtihad juga jika didasari oleh dalil-dalil yang kuat. Tinggal kita memilih: mau solat hari Rabu atau hari Kamis....
"...Taatilah Allah, dan taatilah Rasul, dan Para Pemimpin diantaramu..." Indonesia negara sekuler yang "demokratis"? Hm... apa iya Pak? Bila Bapak berkenan mohon saya diberikan bukti-buktinya, saya sangat tertarik dengan topik ini. Mungkin jangan di milis ini Pak ya, karena sudah di luar topik yang diperkenankan milis Prima kita. Bisa di e-mail saya: arahman231(at)telkom(dot)net. Wassalam Rahman060089216 KPPN Benteng --- In [email protected], tardjani Umar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Resiko tinggal di negara sekuler yang "demokratis". > Pemerintah menetapkan acara ritual agama juga dengan > suara terbanyak (atau dengan kekuasaan) walau salah. >
