Bukan Lemburnya yang jadi masalah.
Tapi pada fiktip dan tidaknya.

Emangnya yang lembur beneran... Lihatlah rekan-rekan kita di KPPN Percontoh.
Lembur itu udah seperti wajib.
Trus kalo lembur beneran.. emangnya di anggap Kerja ikhlas sukarela pak????




Pada tanggal 15/02/08, nagayamuni <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>   Lembur fiktif sepertinya memang sulit dihilangkan. Karena Apa? Karena
> adanya aturan yg sangat longgar yg memungkinkan orang2 yg mau
> mengingkari hati nurani untuk coba2 nggak peduli. Toh sdh disediakan
> pagunya. Kenapa nggak di ambil? Mubadzir kalau nggak diambil. Itu
> mungkin alasan dia. Alasan Yang kedua barangkali selama ini belum ada
> yg masuk penjara gara2 ngembat duit lemb

Kirim email ke