saya hanya mau komentar, SPAN ini mirip dengan proyek sia-sia yang dibiayai anak-anak dan cucu-cucu saya nanti... kenapa ? saya pernah bergabung dalam salah satu sub-tim di SPAN dan hasilnya ? nothing...
perencanaan lelang pengadaan barang yang terlalu banyak intervensi dari World Bank telah membuat harga yang masuk dalam bidding document bakalan melonjak drastis. selain itu, untuk peralatan elektronik semacam komputer dan server, berapa lama dia bertahan ? 3 tahun ? 4 tahun ? atau 5 tahun ? perhatikan sekeliling kita ... anda masih menemukan komputer dengan Pentium I keluaran tahun 1995, dengan sistem operasi Windows 95 didalamnya tidak ? (walau saya masih menggunakan di rumah) di ruangan kantor ? setahu saya, komputer dengan prosesor Pentium 2 pun udah masuk gudang dan dihapuskan... sementara utang segitu besar, berapa lama itu lunas ? saya sudah mati pun jangan-jangan belon lunas... Saya melihat, kekhawatiran bapak soal jadi tidaknya SPAN bakalan terjadi... apakah kita masih belum bisa berkaca dengan apa yang terjadi pada stakeholder kita saat ini ? satker-satker yang dilayani di kantor-kantor ujung tombak (KPPN) tidak semuanya bisa melek teknologi. baik karena tidak mampu maupun karena fasilitasnya ndak ada... lha listrik aja ndak ada kok, gimana mau bikin pake aplikasi ? Sudah berapa tahun kita mengalami masalah : "Lho, pak ada aplikasi baru yah ? terus aplikasi rekon yang kemarin gimana ?" saya melihat, ini bukan proyek ambisius negara ini... tapi proyek... negara ini belum butuh transformasi dengan teknologi yang hi-tek segitu... negara ini masih butuh bagaimana mensejahterakan rakyat, bagaimana jalanan tidak bolong-bolong, bagaimana bendungan bisa ndak bocor, bagaimana jembatan yang putus karena gempa bisa dibangun kembali... Jika alasannya adalah : manajemen anggaran, manajemen data dan lain-lain yang terkait dengan masalah teknis manajemen, kenapa kita tidak memperketat saja SOP-nya ? SOP yang ketat dan terhubung antara masing-masing Ditjen di depkeu ini saya pikir sudah cukup untuk mengendalikan arus kas kelaur-masuk pada APBN Pajak gak jalan sendiri nagihin WP BC gak jalan sendiri nentuin target DJA gak ngawur bikin perencanaan dan asumsi APBN PBN tau berapa duit yang bakalan masuk bulan depan PU gak seenaknya utang KN gak seenaknya jualan aset di PBN sendiri : diperketat hubungan antara PA-PKN-DSP untuk masalah data... ndak jalan sendiri-sendiri seperti sekarang...lah sumber yang sama kok bisa hasilnya beda... hal yang pernah bikin saya sakit hati terhadap masalah SPAN itu : Sistem yang dikembangkan dan dibangun serta dibeli oleh kita itu adalah MILIK VENDOR dan DILARANG KUSTOMISASI !!! jadi, buat apa kita teruskan ? walaupun kita ini lembaga pemerintahan, tapi kita kan punya bisnis proses ... nah bisnis proses ini pasti akan berkembang, bertransformasi ndak mungkin 2 tahun sekali kita bayar lagi buat beli modul yang baru ke mereka (londo-londo VOC itu) belum proses pembelajaran, pendidikan, de-el-el ada BUMN yang membuat saya terkesima selama 1 tahun terakhir, BRI !! ya, BRI itu dulu Bank kampung, ndeso, gak kenal IT, transfer duit susahnya malah mengalahkan wesel-pos sekarang ? BRI jadi BUMN dengan dukungan support IT, menjadi bank dengan kapitalisasi dibawah Mandiri. BNI pun kalah... yang menarik bukan support IT nya, tapi BRI masih tetap mempertahankan nilai-nilai kelokalannya, nilai 'ndeso'nya SIMPEDES masih ada !!! tidak serta merta diganti BRITAMA nilai kelokalan inilah yang saya belum lihat di SPAN... SPAN hanya mendengungkan : "Bu Mentri, kalo' SPAN jalan sampeyan tinggal ongkang-ongkang kaki... liat monitor nanti tahu duit kita ada berapa, terus diinvestasikan di pasar modal mana..pokoknya hi-tek !!" tanpa menyadari, gaji untuk guru madrasah di salah satu kepulauan terluar sana belum bisa dicairkan gara-gara KPPN kehabisan bensin buat nyalain genset.. maklum cuaca buruk, lautan jadi sangar... mirip PLN yang terpaksa melakukan pemadaman bergilir... doh, moga aja proyek ini dibatalin... - Sent from my JamurBerry(r) non-wireless device jamur_kuping h4nafi [at] depkeu.go.id ym : h4nafi ---- This e-mail may contain trade secrets or privileged, undisclosed, or otherwise confidential information. If you have received this e-mail in error, you are hereby notified that any review, copying, or distribution of it is strictly prohibited. Please inform us immediately and destroy the original transmittal. Thank you for your cooperation.
