Dear milisers...
Sekedar sharing tentang BMN...
Kebetulan hari senin kemaren saya dipanggil Ka Kanwil untuk 
mendampingi beliau yang sedang menerima kunjungan dari Ka Kanwil DJKN 
Medan.
Dari pembicaraan kami, saya mendapat informasi bahwa DJKN memang 
sedang ditugaskan untuk melakukan penilaian BMN. Dan menurut Ka 
Kanwil DJKN Medan, Pak Hekinus -Dir APK kita- menyatakan bahwa 
penilaian BMN untuk saldo awal 2004 agar menggunakan NILAI WAJAR, 
bukan Nilai historis/perolehan. Sedangkan untuk 2005 ke atas agar 
menggunakan nilai perolehan.
Saya menyimpulkan bahwa apa yang dinyatakan Pak Hekinus adalah untuk 
menghindari nilai saldo awal yang terlalu tinggi karena dihitung 
berdasarkan nilai perolehan. Artinya, nilai/harga pada waktu barang 
itu dibeli (nilai perolehan) pasti lebih tinggi dari nilai riil 
barang itu saat ini.(CMIIW)
Sehingga diharapkan saldo awal 2004 merupakan saldo awal yang riil 
sesuai kondisi barang saat ini (bukan saat barang baru dibeli).
Kenapa dipilih tahun 2004? Karena tahun 2004 lah Pemerintah untuk 
pertama kalinya setelah merdeka dapat menghasilkan LKPP yang 
komprehensif (LAK, LRA, Neraca dan CALK). Jadi menurut pendapat saya, 
tahun 2004 dipakai sebagai awal dari segalanya bagi LKPP. artinya, 
diharapkan bila hasil inventarisasi dan penilaian BMN untuk saldo 
awal 2004 sudah diperoleh angkanya, maka angka itulah yang dipakai 
sebagai saldo awal BMN (yang akan terbawa ke tahun-tahun 
selanjutnya), kemudian transaksi tahun 2005 dan berikutnya 
dibukukan/disajikan sesuai harga perolehan (sinkron dengan belanja 
modal di LRA).
Kalo tidak salah, kelak akan ada revaluasi BMN yang tentunya tidak 
dilakukan setiap tahun (kalo tiap tahun malah tidak efektif), untuk 
menjamin bahwa nilai BMN adalah sesuai dengan kondisi riil (paling 
tidak mendekati, agar nilai BMN di Neraca tidak jauh di atas nilai 
riil).

Dalam kaitannya dengan SAPP, kalo tidak salah Neraca SAU kita BELUM 
menyajikan BMN Definitif, namun masih BMN "sebelum disesuaikan" 
sebagai tempat "menampung" Belanja Modal. Dan sampai saat ini, pada 
akhir tahun Neraca SAU akan "ditutup" (oleh aplikasi) sehingga tidak 
ada lagi BMN sama sekali di Neraca SAU.
(walaupun secara pribadi saya sebenarnya tidak sependapat 
dengan "kebijakan" ini karena akun Neraca seharusnya -menurut norma 
akuntansi- tidak pernah ditutup habis, namun menjadi saldo awal tahun 
berikutnya)
Berdasarkan pengamatan kami (CMIIW), Data SAI yang masuk melalui 
proses penerimaan data untuk rekonsiliasi, tidak/belum LINK dengan 
Neraca SAU, sehingga walaupun data SAI sudah termasuk data BMN 
definitif (SABMN), Neraca SAU tetap tidak menyajikan BMN Definitif, 
namun tetap BMN "sebelum disesuaikan".
Jadi menurut pendapat saya, BMN definitif belum memiliki "pintu 
masuk" ke data SAU/SAKUN sehingga KPPN/AKLAP sebagai Kuasa BUN 
tidak/belum dapat menyajikan aset definitif melalui penyajian Neraca 
SAU/KUN. (CMIIW). 
Ke depan mungkin hal ini akan (mudah-mudahan) diakomodir baik oleh 
hukum/peraturan maupun praktik/aplikasi, sehingga Departemen keuangan 
dapat menyajikan LKPP yang benar-benar lengkap termasuk data BMN 
definitif-nya.
Beberapa hari ini saya iseng-iseng "mengintip" struktur organisasi di 
DJKN, dan ternyata memang ada Subdit Aplikasi dan Program. Jadi 
barangkali benar bila kemungkinan ada aplikasi lain yang digunakan 
selain SABMN yang selama ini kita kenal (CMIIW).
Selanjutnya, untuk Surat Pernyataan, saat ini kanwil kami belum ada 
karena memang Ka Kanwil DJKN medan menyatakan Inventarisasi dan 
Penilaian untuk wilayah Sumut belum selesai dilakukan, bahkan untuk 
satker-satker di Medan belum dimulai.

Demikian, sekedar sharing, semoga bermanfaat.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan/kesalahan karena keterbatasan 
wawasan, ilmu dan pengetahuan.
dan mohon maaf juga bila ada yang kurang berkenan.

Salam, 
Endah



--- In [email protected], yohan gaol <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pagi  semuanya..
> Saya kemarin sore dipanggil Kabu tentang adanya hasil Inventarisasi 
dan Penilaian BMN yang dilakukan tim DJKN dan staf dari kanwil...
>..................

Kirim email ke