On Mon, 10 Mar 2008 18:57:51 -0700 (PDT) Ass.wr.wb. Pak Budisan ngat teori kebutuhannya Maslow? Seperti itulah adanya DJPBN kita saat ini. Saya yakin, apabila reorganisasi yang menurut Pak Budisan seakan-akan kejar tayang jadi diluncurkan, tidak lama setelah itu akan muncul wacana baru, direktorat xyz terlalu luas cakupan tupoksinya, direktorat pqr tumpang-tindih dengan direktorat rst. Direktorat xyz perlu dipecah sedangkan direktorat pqr dan direktorat rst sebaiknya digabung. Begitu seterusnya tidak pernah selesai. Itulah dinamika organisasi yang didalamnya berinteraksi makhluk yang bernama manusia. Jadi, semua pendapat tentang reorganisasi yang saya baca di milis dengan segala argumennya adalah benar 100 %. Sekarang tinggal mana yang mau diikuti. Katakanlah Direktorat Transformasi Perbendaharaan (Dit. TP) jadi dibentuk sebagai "penanggung jawab" SPAN. Pertanyaannya, apakah jika SPAN sukses dikembangkan, Dit. TP akan dibubarkan? Atau, mungkinkah Dit. TP akan menjadi kakeknya KPPN karena semua kegiatan di KPPN sudah SPAN minded? Jika bicara soal kakek dan neneknya KPPN saya jadi ingat jamannya KPN, KKN dan KTUA dulu. Waktu itu di pusat ada Dit. PBN, Dit. KN dan Dit. TUA. Bisa dibilang Dit. PBN mbahnya KPN dan Dit. KN mbahnya KKN. Tetapi Dit. TUA bukan mbahnya KTUA. Kalau melihat tupoksi, mbahnya KTUA bisa Kanwil tetapi bisa juga Dit. PBN dan Dit. KN. Semua berjalan layaknya air mengalir. Lancar-lancar saja. April 1990, KKN bergabung dengan KPN menjadi KPKN, seolah kembali ke era tahun 70an saat masih bernama KBN. Di pusat, kedua kakeknya juga bergabung, Dit. PBN dan Dit. KN dilebur menjadi Dit. PKN. Kasubdit yang menangani pembinaan KPKN, kalau tidak salah Pak Arsjad Soekendro sebelum kemudian menjadi Kasubdit Dabintek. Waktu terus bergulir dan perubahan demi perubahan organisasi terus terjadi. Sekarang, ada yang bingung untuk bilang kakek kepada siapa sehingga bionic woman terpaksa ikut turun tangan. Eh salah, terpaksa ikut jadi perumpamaan. Tahun 2009 kita akan menyelenggarakan pemilu. Artinya, kabinet juga siap-siap untuk berubah. Siapa nanti menjadi Menteri Keuangan atau apakah Kementerian Keuangan akan dihapus atau dipecah jadi 2 / 3 kementerian, kita tidak tahu. Yang jelas, jajaran eselon dibawah harus siap-siap menerima perubahan. Entah itu mind set yang berubah atau hanya sebatas nomenklatur. Ada yang hampir pasti, jika Menteri Keuangan diganti, sebagian besar pejabat eselon-1 juga ikut bergerak. Nah, bagaimana dengan struktur organisasi dan tupoksi yang diemban oleh masing-masing unit organisasi? Saya ikut-ikutan Pak Budisan bermimpi, SPAN jadi dikembangkan dan ditangani oleh Dit. TP. Di kabinet baru yang dibentuk oleh presiden terpilih, DJP dan DJBC jadi kementerian terpisah dari kementerian keuangan. Menteri yang ditunjuk bukan dari kalangan professional, melainkan dari partai pemenang pemilu. Lebih sibuk dengan urusan bagaimana partai dapat suntikan dana daripada memikirkan bagaimana sumber-sumber penerimanaan Negara meningkat. Terpaksa Dit. TP, yang sudah terlanjur basah, menambah jaringan kemitraan baru, selain juga melakukan reevaluasi desain, sebagai akibat perubahan organisasi. Sementara itu Menteri Keuangan yang baru, karena kebetulan eks eselon-1 Dep. Keuangan, sibuk berusaha mempertahankan eksistensi dan kelanjutan SPAN. Aduh, seekor nyamuk menggigit, saya terjaga dari tidur, oh cuma mimpi, begitu pikir saya. Setelah ke kamar kecil saya lanjut tidur, ternyata mimpi lagi. Saya melihat Pak Tata Suntara begitu sibuk, telpon sebentar-sebentar berdering. Oh, ternyata telpon dari KPPN. Panggil Pak Rinardi, ada masalah jaringan di KPPN Wamena dan kekurangan dana di BO KPPN Tobelo, tolong atasi. Begitu perintah beliau. Sebentar kemudian telpon bunyi lagi, panggil Pak XYZ, Kasubdit Pembinaan Perbendaharaan. Ada masalah salah bayar di KPPN Kendari, cepat atasi. Dalam mimpi kali ini saya lihat Dit. PKN begitu sibuknya. Dari mulai direktur, para kasubdit, para kasie dan pelaksana, semua sibuk sepanjang hari, sepanjang tahun. Setelah terjaga, saya baru sadar kalau baru saja bermimpi Dit. PKN jadi kakek kandung KPPN sedangkan direktorat-direktorat lainnya bersinergi mendukung. Ah, hanya mimpi orang desa, bunga tidur orang yang malas, jangan terlalu dipikirkan. Akhirnya, saya sependapat dengan seorang rekan yang tadi pagi sempat bincang-bincang via telpon. Walaupun setengahnya sedang berada di luar area, tapi beliau amat menaruh perhatian terhadap perkembangan yang terjadi di DJPBN, juga terhadap milis ini. Beliau ini berpendapat, reorganisasi DJPBN jangan dipaksakan sebatas memenuhi kuota jumlah direktorat. Lebih tepat jika mengoptimalkan yang sudah ada. Intinya beliau sependapat dengan Pak Badaruddin, Dit. SP perlu didukung tenaga-tenaga (muda / fresh blood) yang handal untuk menunjang tugasnya. Mudah-mudahan ada komentar lebih lengkap dari rekan yang saya maksudkan dalam 1 atau 2 hari di milis ini. Itu saja, hanya sebatas joke dari desa. Matur nuwun.
Wassalam, Yangkung Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Layang Seta (LS) dan para anggota milis lainnya, > > Dalam email saya sebelumnya, saya sudah mengusulkan >skenario pembagian tugas sebagaimana yang pak LS >usulkan sebagai salah satu pilihan kita. Apabila kita >setuju dengan pilihan tersebut maka sebagai >konsekuensinya, menurut saya, kita harus mengubah >(menyesuaikan) tupoksi Dit. PKN dan Dit. PA dalam PMK >131/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Depkeu dan >juga dalam SOP kantor pusat Ditjen PBN. > Pertanyaan kita, apakah kehadiran dua direktorat baru >tersebut nantinya akan dapat menyelesaikan permasalahan >kita selama ini, atau justru akan menambah panjang daftar >permasalahan kita di kemudian hari? Walaupun jawabannya >mungkin ada dalam keyakinan (prediksi) kita >masing-masing, tetapi kepastiannya sangat tergantung pada >upaya keras kita dalam melakukan Penataan Organisasi di >lingkungan Ditjen PBN di masa mendatang. > > Salam, > budisan > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Looking for last minute shopping deals? >Find them fast with Yahoo! Search. > http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun. > Hentikan sekarang juga. > Yahoo! Groups Links > > >
