YthMbak Marlina, Mas Agung, dan teman-teman miliser,
 
Terusterang saya sependapat dengan teman-teman semuanya bahwa:
Kita dan semua staf     DJPB pada umunya seharusnya tidak alergi ataupun tabu 
atas suatu proses     dan hasil Reorganisasi. Tentunya organisasi kedepan 
diharapkan bisa lebih solid dan dapat     menjawab tantangan zaman, tetapi 
tentunya reorg itu sendiri bukan     dilakukan secara tiba-tiba tetapi 
bagaimana reorg ini sesuai dengan visi     dan wawasan DJPBN ke depan, serta 
merupakan hasil telahan yang optimal     dengan mempertimbangkan cost dan 
benefitnya sesuai pendapat Mas Agung.Diharapkan kalau     organisasinya solid, 
apa yang dilontarkan Mas agung dan Mbak Marlina bahwa     teman2 di daerah 
lebih konsern atas aturan main di lapangan (hasil reorg) bisa     lebih 
terjawab. Bagaimana bisa membuat peraturan/ketentuan kalau misalnya dari     
tupoksi saja masih belum jelas dan tumpang tindih?Saya juga setuju     atas 
peran direktorat teknis untuk diperkuat, yang kata Mas Agung     mempunyai 
fungsi pelayanan eksternal, dan tentunya fungsi sekretariat    
 untuk mensupport semua Dit dan instansi vertikal di daerah. Mungkin saya     
hanya mengemukakan bahwa peran sekretariat dalam proses perubahan (change     
management) harusnya sangat besar, dalam arti bagaimana mendorong perubahan 
pada     semua fungsi perbendaharaan, pada semua direktorat. Saya sependapat 
dengan     Mas Agung atas wacana fungsi koordinasi (dan pengendalian), 
sekretariat     hanya mengkoordinasikan hal-hal yang terkait sebagai pengguna 
anggaran ke     dalam, sedangkan koordinasi pelaksanaan fungsi BUN dilaksanakan 
oleh dit. teknis     terkait. Mengenai ketentuan/peraturan, DSP focus kepada    
 ketentuan/peraturan sebagai BUN tetapi ketentuan/peraturan yang mengikat     
ke dalam ditetapkan sekretariat.Terkait dengan IT     Strategy, kalau boleh 
saya sampaikan kepada Mbak Marlina, memang sempat     dibentuk tim IT Strategy 
(sebagaimana dikemukan Pak Budi) yang diharapkan     keluarannya dapat 
dijadikan acuan pengembangan IT perbendaharaan
 ke depan,     dijadikan acuan untuk memutuskan apakah usulan suatu sistem/sub 
system/aplikasi/hardware     perlu dilanjutkan atau tidak. Pemilihan Pak BIG 
dan Bu Wiwing dikarenakan     mencari orang yang memahami IT (bukan karena 
sebagai Kabag Keuangan) (CMIIW).     Mungkin pernyataannya begini: kalau user 
yang buat strategy, bagaimana     mengendalikannya? Saya berharap apabila 
tupoksi atas IT strategy ini     tertampung di Dit baru tidak menghalangi check 
and balances antara user     dan policy maker. Tentunya keleluasan yang 
dikemukakan Mbak Marlina atas     pengembangan IT itu terjawab tetapi harus 
sejalan dengan IT strategy yang     diharapkan ada. IT strategy juga diharapkan 
bisa menjawab saran Mas Agung     untuk menentukan beli atau swakelola.Kalau 
saya     berpendapat terhadap wacana “Kakek KPPN”, saya sendiri berkeinginan 
dengan     tupoksi DSP yang lebih jelas, instansi vertikal dapat menanyakan 
suatu     ketentuan, menyampaikan
 permasalahan, menunggu penyelesaian kepada satu     direktorat saja. Dit SP 
(dulu dengan permasalahan IT) ini lah yang menjawab,     menampung, 
berkoordinasi, dan membuat/menyesuaikan ketentuan yang     dibutuhkan. Walaupun 
kalau boleh menambahkan pendapat Mbak Marlina, Saya     berharap DSP bukan 
hanya sebagai petugas pemadam kebakaran, yang baru aktif     ketika muncul 
permasalah dan bukan hanya bertugas meng-harmonisasi-kan,     tetapi bagaimana 
dapat menginventarisir, memperbaiki, mengusulkan sistem perbendaharaan     yang 
diharapkan ke depan. Sehingga dapat menjawab kesesuaian bisnis proses     
dengan SPAN.Kembali kepada instansi     vertikal, diharapkan bisa lebih dapat 
dibina oleh “orang tua/kakeknya” di     pusat bukan hanya DSP tetapi juga 
Dit/Set. Saya melihat sebelumnya,     kurangnya koordinasi rencana kerja antara 
dit di pusat dengan instansi vertikal     di daerah. Mohon maaf pengalaman 
ngurus membagi anggaran kantor daerah     tidak
 memperlihatkan rencana kerja dit di pusat, atau rencana kerja daerah     tidak 
memperhatikan rencana kerja pusat. Misalkan bagaimana 
menghubungkan/mengkoordinasikan     rencana kerja Dit Aklap dengan rencana 
kerja Bid Aklap dan Seksi Vera yang     selama ini terlihat masih terlihat 
jalan sendiri2, begitu juga dengan dit     lainnya.Sepertinya pendapat     Mbak 
Marlina yang terakhir yang perlu dicamkan, bahwa at all cost kita semua staff 
DJPBN harus mendukung kegiatan IFMIS/SPAN.     Memang pasti akan banyak biaya 
dan waktu yang kita korbankan. Mbak Marlina     mengemukakan 3-7 tahun, 
pengalaman beberapa negara ekstension waktu     penyelesaian sering dilakukan. 
Mengenai biaya jelas besar, baik dari loannnya     sendiri, biaya pendamping, 
juga termasuk biaya pembentukan Dit baru itu     sendiri (betul tidak Mbak?). 
Semoga pak Piyush Desai (laporan pak     subasita) bisa menjelaskan secara 
obyektif seberapa besar tingkat     kegagalan proyek IT Bank Dunia
 (Heeks 2006 mengatakan tingkat kegagalan     proyek IT mencapai 65%-80%). 
Tentunya semua itu membuat kita harus lebih     berhati-hati. Mbak Marlina 
beberapa pakar berpendapat tidak tepat untuk     balik badan, biaya (sunk cost) 
yang     diserap sudah tinggi, lebih baik maju terus menyelesaikan PR yang ada  
   (CMIIW). 
Wassalam.
 
(Maju terus Direktorat Perbendaharaan!)
 






      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke