Yth Den Boedhi

Pikiran anda agak mirip dengan saya, cuma saya gak berani ungkapkan dulu.
Nunggu percaturan, karena siapa tau saya emang kuper.  Tapi sekian lama
nunggu emang gak muncul yang saya tunggu, malah komentar Den Boedhi yg
muncul, jadi ini malah memperkuat asumsi saya, emang perubahan ini mungkin
kurang dipersiapkan.  Atau sekedar memenuhi harapan pimpinan (seperti gaya
perubahan masa lalu), atau emang kita berdua yg kuper Den.  Yang ingin sya
cari itu adalah :
1.  Dimana Platform ataupun arah kebijakan Dep Keuangan maupun DJPBN.
Platform itu mesti diketahui oleh seluruh jajaran Depkeu/DJPBN sebagaimana
dulu GBHN difahami betul oleh anak SD.  (ini bukan warisan Orba lho, tapi
esensinya mesti bisa ditiru, dan platform jelas beda dg GBHN karena dia
lebih rinci dan akademis)
2.  Ini menurut hemat saya mesti dilakukan, karena SDM Depkeu/DJPBN dewasa
ini beda dengan 15 tahun yll (maaf kan pimpinan kita juga yg memformat), yg
secara intelektual akademisi jauh lebih bagus.  Kita tidak inginkan main
goal yg ditetapkan pimpinan kita ini dipandang secara berbeda2 oleh warga
DJPBN, walaupun menyatukannya juga tidak mungkin.  Tetapi setidaknya dg
platform tsb generasi penerus DJPBN nanti dan kini lebih tahu apa maksud
pimpinannya, dan itu secara tertulis dan bertanggung jawab, bukan lemparan2
pemikiran saja.
3. Platform juga bisa menunjukkan karakter kita, sebagaimana ormas NU dan
Muhammadiyah menetapkan "khittah"nya.  Bukankah patokannya sudah jelas dalam
paket UU di bidang keuangan?  Jangankan perubahan, revolusi aja bisa kita
lakukan kalo gini.  SDM udah cakep, perangkat hukum udah oke, nikmat kita
mana lagi  yang kita dustakan?


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke