Media
Indonesia - Cetak - Tue, 01/29/2008 - 02:00
Mewujudkan suatu
pemerintahan yang bersih di negara yang sudah karatan dengan korupsi bukanlah
hal mudah. Siapa pun yang memimpin Negeri ini akan butuh waktu bertahun-tahun
untuk menghilangkan 'karat' yang sudah menempel kuat pada tubuh birokrasi.
Seperti yang diungkapkan Teten Masduki, Koordinator Badan Pekerja Indonesia
Corruption Watch (ICW), kalau mau menyoroti korupsi di birokrasi, setidaknya
ada tiga faktor menonjol yang menjadi penyebab.
Pertama,sampai sekarang tidak ada perubahan personal dalam birokrasi. para 
pejabat yangmenduduki posisi penting di birokrasi adalah orang-orang lama. 
Hampir 100persen orang dalam birokrasi sekarang ini adalah hasil warisan dari 
masa laluyang sudah terbangun dalam satu sistem yang korup.

Penyebab kedua, sistem birokrasinya itu sendiri memungkinkan 
terjadinyapintu-pintu korupsi yang cukup banyak. Sejak dulu sampai sekarang, 
budayabanyak meja yang harus dilewati tidak berubah. Tetap saja 
birokrasiberbelit-belit dan menggoda oknum birokrasi untuk memberikan imbalan 
tertentu.
 
Sedangkanpenyebab ketiga adalah gaji pegawai negeri yang sangat rendah dan 
sistem karieryang sangat KKN. Jumlah gaji yang tidak seimbang dengan tingkat 
kebutuhanstandar bagai para pegawai memang bisa menjadi pemicu para birokrat 
untukmelakukan korupsi. Ditambah lagi, sistem karier yang lebih memperhatikan 
faktorkedekatan dengan atasan.
 
DepartemenKeuangan, sebagai salah satu ’tangan’ birokrasi pemerintah yang 
dikenal amatrentan dengan korupsi secara bertahap dan pasti berusaha untuk 
mewujudkancita-cita reformasi yang telah didengung-dengungkan sejak tahun 1999. 
Denganperaturan-peraturan, seperti Undang-undang Keuangan Negara (UUKN) Tahun 
2003,Undang-undang Perbendaharaan Negara (UUPN) Tahun 2004, Keppres 80 Tahun 
2003telah terbukti semakin mempersempit ruang gerak para koruptor.
 
Tahun2007, Departemen Keuangan membuktikan keseriusannya untuk memberantas 
KKN,dengan melakukan 3 manuver sekaligus. Melakukan Perubahan Personal, dengan 
TesIntegritas bagi seluruh personalnya, Merombak Prosedur Kerja 
yangberbelit-belit serta memberikan Remunerasi yang sepadan. 
 
Suatuupaya nyata dengan gebrakan yang cukup meyakinkan dengan 
meluncurkanproduk-produk Kantor Pelayanan yang ideal. Ditjen Bea Cukai dengan 
KPBC Utama,Ditjen Pajak dengan KPP Pratama serta Ditjen Perbendaharaan dengan 
KPPNPercontohan. Walaupun belum bisa seluruh Kantor Pelayanan  di daerah bisa 
dibentuk Kantor PelayananIdeal, setidaknya upaya ini membuktikan bahwa 
Depatemen Keuangan sangat layakuntuk mendapat Predikat Pelopor Reformasi 
Birokrasi.
 
Perjalanansatu semester telah menunjukkan hasil yang menggembirakan  terbukti 
dengan Tingkat Kepuasan Layanan yangcukup tinggi mencapai diatas 70%. Walaupun 
pada awalnya mungkin dianggapterlalu lama dan banyak terjadi antrian. Ini 
karena Stakeholder terbiasa lewat”jalur tol”, ”titipan kilat”, dan sebagainya. 
Dengan prosedur baru yang banyakpemangkasan  sebenarnya layanan bisalebih 
cepat, tapi karena jumlah personal yang cuma sepertiga dari kantor yanglama dan 
bekerja dengan sistem yang masih Semi Manual, membuat Layanan jadiagak lambat. 
 
Dimasa akan datang masih banyak yang harus dibenahi oleh Depkeu dalam 
menatakembali birokrasinya Perlunya suatu bentuk formula terhadap sistem 
birokrasisedemikian rupa dengan memanfaatkan Teknologi Informasi, sehingga 
layananmenjadi lebih cepat dan memuaskan semua pihak dengan tetap memegang 
teguhprinsip bebas KKN. 
 
Terkait dengan Penyebab Ketiga diatas.Depkeu juga harus melakukan pembenahan 
internal. Perlunya meninjau ulangkembali Sistem Remunerasi yang masih dirasakan 
belum mencerminkan keadilan,seperti rentangnya yang cukup jauh antara Terendah 
dan Tertinggi, yaitu 1: 12(idealnya 1: 4), serta hanya memfokuskan 
Profesionalitas tanpa memperhitungkanSenioritas.
 
Di bidang kepegawaian, Depkeu juga harusbisa mengupayakan jenjang karier dan 
pola mutasi yang ideal bagi seluruhpegawai. Perlunya sistem yang transparan dan 
kompetetif yang bisa meningkatkansemangat kompetensi pegawai pada seluruh 
jenjang jabatan.
 
Semoga Reformasi Birokrasi DepartemenKeuangan yang telah berjalan selama ini 
benar-benar bisa mewujudkan  birokrasi yang bebas KKN, baik keluar(eksternal) 
maupun internal (kedalam).   
 
 
In Setyo Utomo, SIP
                                                       Staf Departemen Keuangan






      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke