1. BUKU PRODUKSI alias buku ijo... (apa didaerah lain juga sama?) gak apa2 sih kalo diterusin, siapa tau kalo udah nggak jadi pegawai kita jadi piawai mengarang dan merangkai tulisan. kirim2 ke media, dan jadilah kita dapat tambahan uang belanja.... tapi kalo soal mengganggu kerjaan, kalo lagi banyak kerjaan terus terang amatlah MENGGANGGU... spm bertumpuk di sebelah kanan meja belum kelar diproses kekurangan gaji TNI yang minta diperiksa dan dicari kartunya juga gak mau kalah ngantri di sebelah kiri meja kita belum rapat2 konsolidasi yang kadang dilakukan pimpinan asoy pakde.... SEPELE TAPI MENGGANGGU. KECUALI kalo dialihkan fungsi sebagai agenda pribadi pegawai sebagai pengingat pekerjaan untuk besok, minggu depan dan seterusnya, kan kerjaan yang banyak bukan nggak mungkin bikin kita amnesia kan jadi saya lebih membutuhkan fungsi buku ijo tersebut sebagai agenda atau kontrol pribadi saya akan pekerjaan saya.
2. TNI. apapun itu mau gaji mau bukan gaji yang penting yang berurusan dengan TNI, knapa yang dialihkan bukan TNI saja? Sesusah2nya satker(sipil) diatur masih lebih enak bertemu mereka ini. Coba kalo TNI, walah... ada yang sampe urat lehernya keluar lho buat memberi penjelasan tentang pekerjaan mereka. Lha kita cuma bisa keluar urat leher, lha mereka kalo sudah ngotot malah keluar kapten, mayor dan yang lebih tinggi lagi lengkap dengan seragam dalam bentuk baju maupun seragam dalam bentuk wajah yang gahar dan tanpa kompromi, dan jangan2 keluar senjata pula (ada nggak sih) :jadi ingat gaji 13 tahun 2007, kasie saya nggak bisa ngapa2in gara2 di ruangannya ada Pekas yang nungguin SP2D jadi di hari terakhir gaji 13 harus diajukan, walhasil, spm lain yang ngantri lebih dulu, jadi belakangan dan pelaksana harus bekerja secara militer alias berlari-lari. Denger2 di bank-pun mereka nungguin hingga ada satuan lain yang harus ngalah demi mereka. Disuruh ngajuin cepet2 malah ngajukan hari terakhir, ditungguin pula.. Belum lagi kekurangan2 gak jelas yang mereka suka minta, nanti kalo ditolak atau dikembalikan mereka suka memperlihatkan wajah ataupun perilaku tidak senang diatur oleh non militer. Makanya... knapa gak mereka aja sih yang dialihkan terlebih dulu. TNI kan memiliki dunia sendiri yang sipil tidak bisa sembarangan nembus, jadi ya biarlah hingga ke gaji2nya kita tidak usah menembuskan diri. TAPI YA.....ITU CUMA OMONGAN SAYA AJA NIH, YANG KADANG2 KURANG BERDASAR :)) saya cuma menuangkan isi otak saya tentang 2 hal tadi yang akhir2 ini rasanya seperti bisul alias udun. Kalo nggak pecah belum lega. Syukur kalo memang sudah ada peminum Tolak Angin yang ternyata sudah memikirkan hal ini dan sudah akan mengambil langkah beneran untuk menindak lanjuti 2 hal tersebut ataupun langkah beneran untuk membiarkan 2 hal tersebut tetap berjalan seperti saat ini. Yuli -yangselalunggakmutu-
