Dalam rapimtas baru-baru ini, disampaikan kepada  Menteri Keuangan bahwa 
pegawai2 DJPBN juga tersebar di daerah2 terpencil (remote areas) dengan 
fasilitas yang serba terbatas, biaya hidup yang lebih tinggi dan tentu 
kesejahterahannya juga berbeda di banding dg daerah2 yg lebih maju. Menjadi 
kurang fair, ketika beban pekerjaan yg dilakukan sama, penghasilan sama tetapi 
kesejahterahannya 'sangat' berbeda. Sehingga dalam rangka fairness, membangun  
motivasi, dan mencapai tingkat kesejahterahan yang "sama", salah satunya adalah 
 dengan memberikan remunerasi yg berbeda (jelasnya lebih tinggi).

Ibu SMI, sangat memahami, dan setuju dengan pandangan diatas. Pada kesempatan 
itu DJPBn diminta agar segera membentuk Tim/Kelompok kerja untuk mengkaji 
masalah ini.

Kelihatannya Tim ini sudah terbentuk dan mulai bekerja. Tim  diberi waktu 3 
bulan untuk menyelesaikan tugasnya. 
Setahu saya Tim ini di ketuai oleh Kakanwil XXX DJPBN Jayapura, anggotanya 
beberapa kakanwil, unsur2 kantor pusat djpbn dan dibantu sekretariat.  Semoga 
ini menjadi angin segar bagi pegw di daerah terpencil dan segera terwujud.

Subasita.



----- Pesan Asli ----
Dari: carlin_prince <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kamis, 8 Mei, 2008 08:55:06
Topik: [Forum Prima] Mengibaratkan Nasib Pegawai Prodip Di Ditjen PBN dngn 
Iklan Promo Kartu Seluler.

Keadaan prodip yang melakukan tour of duty ke kantong-kantong kemiskinan
adalah berbeda dengan keadaan seperti pada lingkaran kekuasaan. Mereka
patut untuk diperlakukan berbeda. Mereka tak pantas dicap mewah
walaupun dengan Take Home Pay 3.5 juta ketika mereka harus tinggal di
Serui dimana harga aqua galon 4x lipat dari harga galon di Jogja.
Dimana harga beras 10 ribu rupiah per kilogram. Dimana ketika mereka
pulang kampung setidaknya harus menyisihkan Take Home Pay selama 2 Bulan. 

Marilah dari saat ini kita jujur dengan keadaan kita masing-masing.
Prodip tentu lebih membutuhkan materi yang lebih besar dari pribumi
atas pengorbanan mereka dan integritas mereka. Dan pembedaan ini
adalah bukannya diskriminasi. Pembedaan ini adalah melatih sikap jujur
kita agar kita bisa berlaku "ADIL". Saya kira kita telah memulainya
dan jangan berhenti sampai di sini saja.


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke