Liputan Kunjungan Kerja Dirjen Perbendaharaan
di Kantor Wilayah II Ditjen Perbendaharaan Medan
Tanggal 28-29 April 2008
Rombongan Bapak Dirjen Perbendaharaan tiba di Medan sekitar pukul
15.00 WIB, hari Senin tanggal 28 April 2008, setelah mengikuti rombongan
Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani, ke Banda Aceh yang meresmikan Gedung
Keuangan Negara yang baru selesai dibangun. Dari Bandara Polonia Medan, Dirjen
Perbendaharaan, Bapak Herry Purnomo, yang didampingi Sekretaris Ditjen
Perbendaharaan, Bapak Siswo Sujanto, dan jajaran eselon III Setditjen
Perbendaharaan langsung menuju KPPN Percontohan Medan II. Setelah beberapa saat
meninjau kegiatan di front office KPPN Medan II, beliau kemudian mengunjungi
setiap ruangan yang ada di lantai I (satu lantai dengan KPPN Medan II, yaitu
Bidang AKLAP, Bidang PP, dan Subbag TU/RT) Kanwil II Ditjen Perbendaharaan
Medan.
Di setiap ruangan Bapak Dirjen Perbendaharaan menyempatkan diri
berdialog dengan para pegawai. Saat memasuki ruangan seksi Bimtek&PSAP, beliau
menyaksikan kegiatan analisa LKPP KPPN yang dilakukan para pegawai Bidang Aklap
dan berpesan agar kegiatan analisa LKPP KPPN oleh kanwil Ditjen Perbendaharaan
dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan kualitasnya. Selain itu beliau juga
berpesan agar secara proaktif menyampaikan masukan-masukan ke kantor pusat
tentang hal apapun, karena masih banyak yang harus dibenahi.
Pada kesempatan tersebut Bapak Dirjen Perbendaharaan juga
menginstruksikan agar mulai menekankan pentingnya penerapan PPBS (Planning,
Programming, Budgeting System) di satker-satker dengan penekanan pada penetapan
output kegiatan pada masing-masing satker pada saat penyusunan RKA-KL.
Setelah itu beliau melanjutkan kunjungannya di lantai III dengan
memasuki ruangan-ruangan yang ada di sana (Bidang PA I, PA II, dan Bagian
Umum). Kemudian beristirahat di ruangan Kakanwil.
Hari kedua kunjungan Dirjen Perbendaharaan,Bapak Herry Purnomo,
beserta rombongan di Medan diisi dengan acara tatap muka dengan para pejabat
eselon III dan IV beserta seluruh staf Kanwil II Ditjen Perbendaharaan Medan,
KPPN Medan I, dan KPPN Medan II. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut
selain dihadiri oleh Kakanwil II Ditjen Perbendaharaan Medan juga dihadiri oleh
Kakanwil I Banda Aceh dan para kepala KPPN lingkup Kanwil I Ditjen
Perbendaharaan Banda Aceh dan Kanwil II Ditjen Perbendaharaan Medan.
Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak A. Rahman Ritonga selaku
Kepala Kantor Wilayah II Ditjen Perbendaharaan Medan. Dalam sambutannya beliau
menyampaikan beberapa hal, antara lain mengenai tindak lanjut Rapimtas tanggal
27-29 Februari 2008 di Jakarta yang sudah dilaksanakan di lingkup kanwil II
Ditjen Perbendaharaan Medan, antara lain penyusunan surat-surat edaran Kakanwil
tentang Percepatan dan Akurasi LKPP, Percepatan realisasi DIPA, penerapan SOP
KPPN Percontohan pada KPPN konvensional, dan pengarsipan serta pelaksanaan
sosialisasi tentang gratifikasi di 11 KPPN lingkup Kanwil II Ditjen
Perbendaharaan Medan.
Selanjutnya juga disampaikan tentang masalah persebaran SDM di
lingkup Kanwil II Ditjen Perbendaharaan Medan, penyusunan laporan keuangan, dan
layout KPPN Percontohan. Dijelaskan beliau bahwa persebaran SDM di lingkup
kanwil II Ditjen Perbendaharaan Medan secara kuantitas tidak memiliki kendala
yang serius, namun bukan berarti juga tanpa masalah. Karena sebagaimana terjadi
pada kanwil-kanwil lain yang memiliki KPPN Percontohan, KPPN dan Kanwil yang
berada satu kota dengan KPPN Percontohan mengalami masalah kelebihan jumlah
pegawai, hal tersebut dialami oleh KPPN Medan I dan Kanwil II Ditjen
Perbendaharaan Medan.
Mengenai proses penyusunan laporan keuangan, Bapak Kakanwil II
Ditjen Perbendaharaan Medan menyampaikan bahwa aplikasi memegang peranan
penting di dalamnya. Pada kesempatan itu beliau mengatakan bahwa aplikasi yang
digunakan masih mengalami beberapa kelemahan. Oleh karenanya beliau
mengharapkan Direktorat Sistem Perbendaharaan untuk terus memperbaiki
kelemahan-kelemahan aplikasi yang ada demi memperlancar proses penyusunan
laporan keuangan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan sambutan dan arahan
dari Bapak Dirjen Perbendaharaan. Setelah memberikan salam, beliau memulai
sambutannya dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah atas segala limpahan
nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua dan mengucapkan terima kasih kepada
seluruh pegawai Kanwil I Ditjen Perbendaharaan Banda Aceh dan Kanwil II Ditjen
Perbendaharaan Medan atas segala upaya perubahan yang telah dilakukan dalam
mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat. Beliau juga meminta maaf atas
segala keinginan dan harapan para pegawai yang belum dapat dipenuhi, karena
menurut beliau tidak semua keinginan pegawai dapat dipenuhi.
Dalam arahannya, Bapak Dirjen Perbendaharaan mengingatkan kepada
seluruh jajaran Ditjen Perbendaharaan bahwa reformasi birokrasi yang saat ini
tengah dilaksanakan bukan terfokus pada masalah remunerasi tetapi pada masalah
mengubah mindset dan kultur lama ke kultur baru. Kultur lama yang menyimpang
(melanggar aturan dan menyalahgunakan wewenang) harus dihilangkan dan diganti
dengan kultur baru yaitu memberi pelayanan terbaik dan tidak menyalahgunakan
wewenang. Beliau juga menasehatkan kita agar jangan terpengaruh oleh lingkungan
luar (instansi lain) yang belum mau berubah. Perubahan harus dimulai dari dalam
dan bukan menunggu pihak luar. Hal tersebut juga ditekankan oleh Menteri
Keuangan yang menegaskan bahwa bila dalam enam bulan tidak ada perubahan maka
remunerasi yang sudah kita nikmati saat ini akan dicabut. Dalam hal perubahan
kultur lama ke kultur baru, Bapak Dirjen Perbendaharaan juga menekankan
perubahan tersebut tidak hanya bagi Kanwil dan KPPN sebagai Kuasa BUN namun
juga bagi Kanwil dan KPPN selaku KPA dalam menangani pengelolaan dana DIPA
masing-masing dimana kadang-kadang harus berhubungan dengan pihak
ketiga/rekanan (pengadaan barang dan jasa).
Salah satu bentuk reformasi birokrasi yang ditampilkan oleh Ditjen
Perbendaharaan dalam menjawab tantangan Ibu Menteri Keuangan yaitu pembentukan
KPPN Percontohan. Sampai saat ini telah terbentuk 27 KPPN Percontohan dan
direncanakan sampai dengan bulan Juni 2008 nanti telah terbentuk 32 KPPN
Percontohan. KPPN Percontohan sebagai ikon Ditjen Perbendaharaan memiliki
beberapa karakteristik, yaitu: one stop service, transparan, tanpa biaya (zero
cost), SOP yang sederhana, IT based, penyaringan SDM melalui proses assesment
sehingga memenuhi unsur kualitas dan kuantitas, dan yang terpenting adalah mau
mengubah mindset-nya.
Bapak Dirjen Perbendaharaan mengatakan bahwa perubahan mindset
harus menjadi perhatian utama kita. Terlebih lagi saat ini KPK sedang
mengevaluasi proses perubahan mindset di lingkungan Ditjen Perbendaharaan.
Salah satu contoh dari cara yang telah mereka gunakan adalah dengan menguji
pegawai KPPN di salah satu kanwil dengan memberi sejumlah imbalan
(gratifikasi). Bapak Dirjen Perbendaharaan memberikan perhatian yang besar atas
masalah ini dan menghimbau kepada seluruh jajaran Ditjen Perbendaharaan untuk
tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Kejadian di Bandung agar
dijadikan pelajaran. Hentikan setor ke atasan, karena yang jadi korban justru
ujung tombak yang berhubungan langsung dengan bendahara satker demikian
dikatakan Bapak Dirjen Perbendaharaan.
Selanjutnya Bapak Dirjen Perbendaharaan juga mengingatkan untuk
mengubah kebiasaan lama dalam menyambut tamu dari kantor pusat. Tamu agar
dijemput secara wajar, cukup dengan mobil dinas, tidak perlu rombongan dan
tidak perlu juga disiapkan VIP room. Tidak perlu memberi oleh-oleh dan
sebagainya. Kepala kantor sebagai leader harus memulainya dan berani berkata
tidak terhadap permintaan pelayanan tamu, karena untuk perjalanan dinas sudah
diterapkan sistem at cost.
Perubahan yang dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan bukan tidak
menimbulkan permasalahan baru. Dikatakan oleh Bapak Dirjen Perbendaharaan bahwa
pembentukan KPPN Percontohan di 30 provinsi telah mengakibatkan bertumpuknya
jumlah pegawai di hampir seluruh kanwil. Beliau juga mengatakan bahwa jumlah
pegawai Ditjen Perbendaharaan yang saat ini berjumlah sekitar 11.000 orang
sangat berlebih karena idealnya Ditjen Perbendaharaan hanya membutuhkan jumlah
pegawai sekitar 6000-7000 orang. Menghadapi permasalahan jumlah SDM, Bapak
Dirjen Perbendaharaan memberikan alternatif solusi yang akan ditempuh, tanpa
ada yang dirugikan, antara lain dengan pengalihan status, yaitu memindahkan
status pegawai ke instansi lain, atau pensiun dini.
Namun begitu, Bapak Dirjen Perbendaharaan berharap bahwa SDM yang
ada saat ini tetap berdaya guna. Seluruh jajaran Ditjen Perbendaharaan
diharapkan dapat berfungsi sebagai guru dan pelayan bagi mitra kerja, memiliki
kreativitas dan harus menggali pekerjaan (bukan menunggu pekerjaan), fast
learning (berpikir cepat), serta ikhlas dalam bekerja. Selain itu beliau juga
meminta kepada para pejabat untuk lebih berperan aktif dan menunjukkan
leadership bagi kantor yang dipimpinnya. Karena peran pimpinan memberi
sumbangsih terbesar dalam memberi warna institusi. Dalam hal ini alat
monitoring juga sangat diperlukan.
Tantangan yang dihadapi oleh Ditjen Perbendaharaan ke depan begitu
besar. Disampaikan Bapak Dirjen Perbendaharaan bahwa Ditjen Perbendaharaan
memiliki peran strategis, seperti misalnya outlook ekonomi yang dilakukan di
tingkat eselon I dasarnya adalah Buku Merah yang berasal dari Laporan Kas
Posisi (LKP) yang dihasilkan oleh KPPN. Oleh karena itu, keakuratan penyusunan
LKP di tingkat KPPN menjadi sangat penting. Beliau berharap para kepala KPPN
agar memberi perhatian atas data LKP yang dikirim ke pusat. Jangan hanya
berpatokan pada tanda biru yang berarti bahwa data sudah dikirim namun isi
dan keakuratan datanya harus juga diperiksa terlebih dahulu. Dalam rangka
keakuratan dan kelancaran proses pengiriman data LKP, Bapak Dirjen
Perbendaharaan mengatakan bahwa saat ini sudah dibuat sebuah layanan intranet
berbasis web untuk memonitor pengiriman data ke kantor pusat.
Peran strategis lain dari Ditjen Perbendaharaan yaitu pengamanan
pemotongan DIPA yang akan dilakukan pemerintah. Bapak Dirjen Perbendaharaan
mengingatkan kepada para kepala KPPN agar bersiap untuk menjadi bumper di
lapangan dalam menghadapi protes dari kuasa pengguna anggaran. Kanwil juga
diingatkan agar tidak memberikan dispensasi apapun yang bertentangan dengan
Peraturan Menteri Keuangan dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan walaupun
mendapatkan tekanan. Selain itu, beberapa program seperti penerapan PPBS
(Planning, Programming, Budgeting System), BLU, penyusunan LKPP, SPAN
(reformasi keuangan negara, business process baru), dan TSA juga akan menjadi
faktor penting dalam sistem perbendaharaan dan cash management pemerintah.
Dalam kaitannya dengan TSA, para kepala KPPN dihimbau untuk bisa mengoptimalkan
idle cash dan membuat cash forecasting.
Dalam hal penataan organisasi, akan dibentuk sebuah direktorat baru
yang akan diberi nama Direktorat Transformasi Perbendaharaan. Ada satu hal yang
baru dalam pembentukan direktorat ini, yaitu pengisian eselon II-nya akan
dilakukan secara open bidding. Siapa saja, baik dari dalam maupun luar Ditjen
Perbendaharaan, yang sudah memenuhi persyaratan dapat mengajukan diri untuk
diseleksi menjadi pejabat eselon II Direktorat Transformasi Perbendaharaan.
Selain hal yang sudah disebutkan di atas, Bapak Dirjen
Perbendaharaan juga memberikan perhatian yang tinggi bagi pengembangan SDM di
Ditjen Perbendaharaan. Kantor pusat sudah meluncurkan program beasiswa S1 dan
S2 dalam negeri dan akan terus melanjutkan program ini di tahun-tahun yang akan
datang. Program-program pendidikan formal yang diikuti oleh pegawai, baik dalam
bentuk beasiswa maupun biaya sendiri, diharapkan sejalan dengan kebutuhan
organisasi (jurusan yang dipilih akan diarahkan).
Program pelatihan saat ini juga sering dilakukan guna meningkatkan
kompetensi pegawai dan program ini akan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan
di lapangan. Untuk mendukung usaha pengembangan pegawai tersebut, akan dibuat
sebuah layanan e-learning berbasis web yang akan menyediakan berbagai bahan
diklat, assesment, dan lain sebagainya.
Di akhir arahannya, Bapak Dirjen Perbendaharaan berpesan kepada
para kepala kantor dan kepala kanwil untuk mengembangkan leadership serta
memberikan perhatian kepada para pegawai. Perhatian yang beliau maksud bukan
perhatian dalam hal materi, tetapi perhatian yang bersifat immateri, misalnya
dengan menemani pegawai yang harus bekerja sampai larut malam. Beliau juga
berpesan kepada para kepala kantor dan kepala kanwil untuk menghilangkan sifat
angker yang ada pada mereka. Pejabat harus mau bersikap terbuka, tidak lagi
meminta untuk dilayani secara berlebihan, dan jangan hanya duduk dalam
ruangannya terus seharian. Para pegawai juga harus berani mengintip atasan
agar atasan tidak berlaku seenaknya. Pesan beliau ini langsung disambut tepuk
tangan meriah dari seluruh peserta acara.
Bapak Dirjen Perbendaharaan juga menekankan agar build in control
(pengawasan melekat di dalam) harus jalan. Sedangkan untuk meningkatkan
kualitas (quality control) beliau mengingatkan untuk tidak usah menunggu
instruksi dalam hal melakukan sesuatu yang baik, perlunya intensitas
pelaksanaan GKM dan diskusi-diskusi, meningkatkan peran pimpinan, input
perbaikan dan komunikasi (optimalisasi IT).
Dalam rangka mempererat kebersamaan, perlu diadakan
kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga dan lain-lain, dimana
pembiayaannya agar dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama tanpa harus
menginjak kaki orang lain.
Selanjutnya Bapak Dirjen Perbendaharaan mengingatkan agar
berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau ibu-ibu darma
wanita, agar melakukan transfer sejumlah uang.
Di akhir acara, Bapak Dirjen Perbendaharaan memberi kesempatan
kepada para peserta acara terutama pelaksana/pegawai non-eselon untuk
mengajukan pertanyaan atau usul. Sedangkan bagi pejabat eselon III dan IV akan
diberi kesempatan bertanya setelah jam istirahat. Para peserta, terutama para
karyawati, sangat antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kemudian
ditanggapi oleh Bapak Dirjen Perbendaharaan dan Sekretaris Ditjen
Perbendaharaan, Bapak Siswo Sujanto.
Acara berakhir sekitar pukul 12.00 WIB karena Bapak Dirjen
Perbendaharaan berkenan kembali ke Jakarta pada jam 13.00 WIB. Selanjutnya
setelah beristirahat, makan siang, dan sholat dhuhur, Bapak Sekretaris Ditjen
Perbendaharaan beserta jajaran eselon III lingkup Setditjen Perbendaharaan
mengadakan pertemuan dengan para pejabat eselon III dan IV untuk membicarakan
beberapa hal, antara lain mengenai layanan intranet berbasis web dan menampung
pertanyaan-pertanyaan dari para pejabat eselon III dan IV Kanwil II Ditjen
Perbendaharaan Medan dan eselon III Kanwil I Ditjen Perbendaharaan Banda Aceh.
Acara ini berlangsung sampai sore hari.(AY, KHA dan EM)
_________________________________________________________________
Easily edit your photos like a pro with Photo Gallery.
http://get.live.com/photogallery/overview
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/