kalo mau adil menurut pendapat saya solusinya sederhana, untuk angkatan 2006 dibayarkan saja rapelannya seperti yang terdahulu sehingga tidak merasa diperlakukan beda. apabila sewaktu-waktu ada perkembangan, misalnya semua kelebihan rapel harus dikembalikan maka semuanya bareng2 mengembalikan rapel. saya rasa tidak ada yang keberatan mengembalikan dengan syarat harus adil semua angkatan dan semua instansi serempak mengembalikan. sebenarnya disini lebih ke keadilan yang kami minta.
selama ini kan belum ada kepastian masalah ini akan ditindak lanjuti atau tidak, kalopun ditindak lanjuti juga belom pasti kapan keputusannya akan keluar. heran juga kalo lihat instansi lain mulus2 aja pembayarannya sedangkan untuk anak kandung sendiri terkesan "dipersulit". terlepas dari peraturan yang telah sebelumnya dipaparkan, kenapa tidak mengambil jalan tengah saja untuk membuat pegawe sndiri sedikit gembira. kalopun bertentangan dengan peraturan, suatu saat nanti entah kapan juga akan diminta mengembalikan, dengan catatan mengembalikan secara berjamaah akan lebih terasa adil jika dibandingkan "pencekalan" rapel cuma satu angkatan. biar kalo dapet ya semuanya dapet kalo gak dapet ya bareng2 gak dapetnya. dan tidak ada kesan emang dah rejekinya yang udah dibayar. demikian sedikit urun pendapat semoga semuanya bisa merasakan rapelan. dan bapak2 pembuat keputusan segera mengambil keputusan yang adil bagi semuanya secepatnya.. --- In [email protected], zaenal abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Solsiny/ Intinya sederhana...... > > menurut hemat saya, sebagaimana pertama kali saya jelaskan pada Mas Eddy dkk prodip 2006....bahwa Sepanjang belum/tidak ada aturan lain yang mengatur pembayaran hak gaji pertama Calon PNS, maka peraturan-peraturan yang ada kiranya dapat dipedomani: > Yakni : PP 98 tahun 2000, PP 11 tahun 2002, Kep BKN 11 tahun 2002, Kep BKN 22 tahun 2005 dan terakhir Surat Dirjen PBN tgl 5 Juni 2008 No.S-4290/PB/2008 dan surat-surat BKN turunannya .... > > Untuk TKPKN agar mengikuti aturan Depkeu tentang remunerasi yakni KMK 289/KMK.01/2007 daan KMK 290/2007 dan aturan turunannya... > > Jadi aturan tidak boleh berlaku surut itu sejak PP 98/2000 yang waktu itu dijelaskan dengan Kep BKN 10/2001. > > Untuk yang sudah terlanjur, kiranya dapat menyesuaikan dengan aturan yang ada ......sambil menunggu perkembangan lebih lanjut > > untuk yang belum terlanjur, kiranya untuk lebih bijaknya kiranya dapat mempedomani dengan aturan yang ada......sambil menunggu perkembangan peraturan lebih lanjut.... > > demikian, mohon maaf apabila kurang pas.... > > salam dari alumni jurangmangu > > --- On Wed, 6/25/08, andi_saputra_jakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > From: andi_saputra_jakarta <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [Forum Prima] rapel lulusan prodip 2006, Jadi Solusinya apa???? > To: [email protected] > Date: Wednesday, June 25, 2008, 10:10 AM > > > > > > > soory, kok makin dibahas, saya makin bingung ya. > dan peraturan perundang-undangan yang ada, juga makin bikin bingung, > setiap nanya ke orang lain, jawabannya selalu beda.... > > jadi intinya gimana nih??? > > dibayar nga rapelannya?? ? > > dari kapan dibayarnya, tmt atau spmt??? > > trus untuk TKPKN gimana??? apakah mengikuti gaji ??? atau dari > pertama kali dapet uang harian TKPKN yang 850 ribu ??? > > trus yang dah terlanjur bayar (yang dari tahun 2002, kan PP-nya tahun > 2002), gimana perlakuannya? ?? apakah harus mengembalikan? ?? >
