----- Original Message ----- 
From: Eko Sri Wibowo 
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, December 08, 2003 8:58 AM
Subject: EHS Weekly Tips no.145 / XII / 2003 - Safety dalam Keseharian


EHS Weekly Tips no.145 / XII / 2003 - Safety dalam Keseharian

Kebiasaan yang baik di kantor, diharapkan terbawa ke rumah. Tapi sebaliknya, kebiasaan 
buruk di rumah jangan dibawa ke kantor. 

Hal ini mungkin terdengar sederhana, tapi bila tak percaya, boleh tengok beberapa 
tahun yang silam, pabrik-pabrik di Astra masih harus mengajarkan karyawannya untuk 
menggunakan toilet dengan baik. Apa sebabnya? 

Di rumah, seringkali toilet adalah tipe jongkok, sedang di pabrik-pabrik kita, tipe 
duduk. Nah, sebagian orang mengeluh tidak dapat menggunakan yang tipe duduk, sehingga 
akhirnya mereka memilih jongkok di atasnya. Kurang afdol, kata mereka. Akibatnya, 
bibir toilet selalu kotor, banyak bekas sepatu atau bahkan ada yang pecah. 

Itu belum seberapa. Bagaimana bila Anda suatu hari harus membuka pabrik di pedalaman, 
dan kemudian menemukan bahwa toilet di perusahaan mampet. Ternyata, dari kebiasaan 
memiliki cubluk ataupun buang air di tanah, maka mereka mengira bahwa semua 
benda-benda asing bisa dimasukkan ke dalam toilet tersebut. 

Jadi perbedaan budaya ini bisa juga mengganggu. Maka akhirnya di dalam dunia safety, 
muncullah apa yang disebut OFF-THE-JOB SAFETY. Semua hal-hal yang baik di kantor atau 
perusahaan, diharapkan tertular pada keluarga dan kehidupan keseharian. 

Kita ambil contoh 1 hal yang mudah. Penyimpanan botol racun. Botol racun, di 
perusahaan kita kenal sebagai "B3" atau "Bahan Beracun dan Berbahaya". Namanya keren 
bukan? Tapi tidak keren dampaknya. 

Di perusahaan saja, masih ada yang suka menyimpan material lain, di bekas drum B3. 
Maklum, menggunakan bahan sisa. Tapi ini sama sekali tidak boleh. Di rumah, pernahkan 
kita meletakkan racun tanpa label? Atau meletakkan cairan pembersih di dalam bekas 
botol air mineral? 

Mungkin sekarang Anda tertawa, dan mengatakan: "Tidak mungkin!" Tapi bila anak Anda 
yang tak sengaja menelan racun, hanya karena pembantu Anda salah meletakkan botolnya, 
maka Anda tidak akan tertawa lagi. 

Hal lain dalam keseharian: Patuh pada peraturan. Bila kita lihat saat ini di jalan 
raya, aturan tentang penggunaan Safety Belt atau Seat Belt sejak 5 November lalu sudah 
wajib. Tetapi kok masih banyak yang melanggar? Menunggu ditilang polisi? Oh, rupanya 
sudah disiapkan, kalau ditilang nanti siap "damai". 

Padahal, kalau kita masuk perusahaan, semua prosedur harus ditaati. Nah, untuk hal 
yang sederhana ini, terbawakah budaya patuh kita pada prosedur atau SOP ini ke 
keseharian kita? Kita bisa lihat, mungkin bagi pengendara motor sering "menerabas" 
lampu merah. Atau menyusul dari kiri. Atau tidak memberikan tanda saat belok. Atau 
mengemudi/memboncengkan orang tanpa safety helmet. 

Di luar perusahaan, kita masih menunggu sanksi. Kita berbuat seolah-olah semua yang 
kita lakukan dalam safety itu adalah peraturan belaka. Padahal, polisi ataupun pihak 
yang berwenang tidak dapat mengembalikan nyawa yang hilang bila tabrakan, atau mereka 
tidak akan membayar biaya rumah sakit, bila pengemudi mengalami luka parah. 

Semua yang kita lakukan dalam safety adalah untuk diri kita sendiri. Maka anehlah, 
bila Safety di perusahaan tidak terbawa dalam keseharian kita. Bayangkan saja, dalam 
24 jam sehari, waktu Anda berada di tempat kerja hanyalah 8 jam atau 1/3 dari satu 
hari. Dalam 16 jam yang lain, Anda sedang berada di lalu lintas, berolah raga, dan 
berbagai aktivitas lainnya, dimana Anda juga terpapar pada bahaya. 

Bila akhirnya Anda mengalami suatu luka serius di rumah (off-the-job), maka Anda rugi, 
dan perusahaan pun rugi, karena Anda tidak produktif keesokan harinya. Oleh karena 
itu, pada tips kali ini, pesan yang dibawa cukup sederhana. Bawalah safety pada 
keseharian Anda. Entah itu di bioskop, entah itu di jalan raya, ataupun di 
tempat-tempat rekreasi. Think Safety and Work Safely. Atau bisa juga "Go home, play 
and come back safely". Promosikanlah "off-the-job safety" sebanyak mungkin, bahkan 
lebih tepatnya "off-the-job EHS" karena kesehatan pun layak dipertahankan di rumah, 
demikian pula dengan penyelamatan lingkungan dimulai dari rumah. 

Untuk info dan keterangan lebih lanjut, hubungi: 
Stakeholder Care & Information Center
Environment, Health & Safety Division  PT Astra International Tbk
Contact: dr. Kasyunnil / Zuhal / Eko; T: +62-21-6522555 ext 533 / 531 / 505; F: 
+62-21-6512058 / 59
M: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Division: [EMAIL PROTECTED]



Kirim email ke