sebuah pengalaman yang baik dan bisa dijadikan contoh untuk kita semua dalam
rangka membangun budaya safety ...
tidak  semudah  yang  dibayangkan  sehingga  menuntut dukungan dan motivasi dari
semua orang terutama manajemen puncak sebagai pengambil keputusan ...
tidak ada sebuah kegiatan yang sia-sia selama direncanakan tidak untuk sia-sia

muslich

==============================================================================


--- "Mohd. Al-Khori" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED]
From: "Mohd. Al-Khori" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thu, 19 Feb 2004 22:36:19 +0300
Subject: [ex_pta] (OOT) Al-Khor SHE Committee dan TPL Arun Ngl Co 1 0f 2

Rekan-rekan yth,

Introduction:
Setahun  yang  lalu  di  Al-Khor  Community, Doha, State of Qatar telah dibentuk
sebuah  Al-Khor  SHE  Committee.  Yang  menariknya  di  Al-khor Community adalah
merupakan  sebuah  kompleks  perumahan  yang terdiri atas multiculture atau juga
multinational  karena  di kompleks perumahan ini terdapat 40 bangsa yang berbaur
bersama-sama,  memang hal tersebut juga merupakan peristiwa yang unik. Disamping
itu  juga  Al-Khor  Community  adalah  merupakan  sebuah kompleks perumahan yang
didalamnya tinggal karyawan dua perusahaan gas yaitu Qatar Gas dan RasGas.

Karena  kondisi  dunia  yang  memanas  sejak  september-eleven  maka Al-Khor SHE
Committee tsb khusus untuk huruf ES adalah terdiri dari dua komponen yang sangat
penting  yaitu  Safety  dan  Security.  Dimana kedua aspek tersebut dicoba untuk
dipadu  dan  diramu  sedemikian  rupa  sehingga  penghuni Al-Khor Community bisa
merasa aman dan nyaman didalamnya.

Anggota  Al-Khor SHE Committee tersebut terdiri dari bangsa Eropa, Arab dan Asia
dimana untuk:
- Eropa dianggap dari rekan-rekan yang warna kulit putih.
- Arab yaitu untuk dari rekan-rekan GCC
- Asia adalah Indonesia, Philipine, Pakistan dan India dll.

Anggota Al-Khor SHE Committee dari Indonesia adalah:
- Mohd. Idrus N. Cut (saya sendiri) adalah sebagai primary member.
- Harlion Bahar adalah sebagai alternate member.

Saya  pribadi  tertarik untuk ikut bergabung di Al-Khor SHE Committee tsb adalah
karena  ingin  sharing  pengalaman  tentang SHE (Safety, Health and Environment)
karena pengalaman selama 22 tahun kontinyu aktif di Arun Ngl Co cukup banyak hal
yang  menarik yang bisa untuk disharingkan di Al-Khor SHE Committee, Doha, State
of Qatar.

Pengalaman di PT. Arun selama 22 tahun
Ada  dua  pengalaman  yang  menarik yang menyangkut Safety, Health & Environtmen
(SHE) yang tidak bisa saya lupakan yang mungkin akan menjadi cerita yang menarik
jika diceritakan disini yaitu sbb:

1. Safety Committee (Inst. Elec. Maintenance PT. Arun).
Karena  PT.  Arun baru saja berproduksi, maka masalah SHE belum begitu membudaya
di  Maintenance  Department.  Oleh  karenanya  seorang  Superintendent mengambil
inisiatif  untuk  membentuk sebuah Safety Committee. Pada saat itu saya ditunjuk
dan  ditugasi  sebagai  sekretaris  di Safety Committee tsb. Karena saya sebagai
sekretaris  Safety  Committee  maka  hampir  setiap hari saya berdiskusi tentang
Safety  dengan  Superintendent  tsb  dan  juga  kadang-kadang  kami  turba untuk
melihat-lihat  unsafe  condition.  Pada  saat itu mantan President Direktur Arun
masih deputy beliau.

Superintendnt  tsb  adalah  orang  Germany dan ilmu beliau tentang Safety memang
sudah  cukup  matang  dari  beliaulah saya mengetahui apa itu Safety. Suatu hari
beliau  mendapatkan  sebuah  electrical  JB  yang  unsafe,  beliau menyuruh saya
membuat photonya. Rupanya photo tsb diberikan kepada electrical supervisor, sang
supervisor  mencak-mencak  dan komplain pada saya, mengapa jb tsb diphoto ? Tapi
karena saya dekat dgn superintendent maka bla... bla...

Safety  Committee ini adalah yang pertama buat PT. Arun. Karena merupakan barang
baru,  maka  tugas sekretaris adalah sangat berat, tapi karena mendapat dukungan
penuh  dari  manajemen  semua  tugas dapat dilaksanakan dengan hasil yang sangat
baik. Sehingga kemudian ruang lingkup Safety Committe tersebut diperluas, karena
pada  setiap  kesempatan  top  manajemen  selalu mengatakan bahwa PT. Arun masih
dipercaya  pihak  buyer karena tingkat SAFETY LNG Arun adalah masuk yang terbaik
di  dunia.  Maka  pada  saat  itu  segala usaha untuk meningkatkan SAFETY selalu
didukung penuh oleh para senior manajemen.

Pada  awalnya  untuk  membudayakan  SAFETY memang cukup berat. Dibuatlah pameran
SAFETY  dengan membuat poster-poster tentang SAFETY agar pameran tersebut banyak
pengunjungnya  maka  dipintu masuk disediakan soft drink gratis maka tidak heran
pengunjung  jadi  membludak, pada saat itu mungkin dibuat order untuk soft drink
sekitar 500 hingga 1000 kaleng.

Disamping  diadakan  pameran untuk mensosialisasikan bagaimana pentingnya SAFETY
pada  saat  itu  juga  disediakan  hadiah  yang  menarik bagi yang ingin menjadi
anggota  Safety Committee, pada saat itu kita sediakan Swiss Navy Knife dan juga
Jacket  berlogo  Safety  Committee  maka setelah itu SAFETY telah menjadi barang
yang  menarik  dan  juga  karyawan  bangga bisa menjadi Safety Committee, hingga
sekarang  di  Qatar saya masih mempunyai 3 jacket Safety Committee karena hampir
setiap  tahun  saya  selalu  ditunjuk  jadi  anggota,  penasihat  dll  di safety
committee.

2. Anggota TPL Inti PT. Arun
Lain  Safety  Committe  lain  pula dgn Team Penertiban Lalu Lintas (TPL). Di TPL
Inti  Arun  saya  sempat aktif selama dua periode. Di TPL Arun bintangnya adalah
Pak  Sunarto  dikatakan bintang adalah, akan dijelaskan dibawah. Di TPL inti ini
walaupun  namanya  TPL tapi ujung-ujungnya yang dibenahi adalah juga SHE. Setiap
minggu  anggota  TPL rapat untuk membuat software untuk menyelesaikan issue yang
aktual,  hasil  rapat tsb dikirimkan langsung ke TOP Manajemen. Lagi-lagi karena
mendapat  dukungan  penuh  TOP  Manajemen  maka  setiap  tugas  selalu  berhasil
dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan. Pada saat itu ada issue bagaimana agar
menurunkan  angka  karyawan yang datang terlambat masuk kerja dan juga overspeed
limit  yang  terjadi  di kompleks perumahan PT. Arun. Maka pada rapat diputuskan
untuk  dibentuk  TPL  Department  dan dibagi tugas untuk menjaga pintu masuk dan
mencatat  nama-nama  karyawan  yang  terlambat masuk kerja. Untuk yang overspeed
diperumahan  juga  dibuat  hal yang sama. Karena semua karyawan dilibatkan dalam
tugas  TPL  tsb maka angka karywan yang datang terlambat dan juga yang overspeed
limit menjadi turun drastis.

Pak  Sunarto  bintang  TPL,  dikatakan  bintang  TPL karena ada dua hal, pertama
adalah  beliau  itu tanpa segan dan malu memungut sampah untuk dimasukan kedalam
tong  sampah,  sehingga  orang  yang  membuang  sampah  merasa malu sendiri atas
perbuatannya  dan  yang  kedua  adalah  ide  SATU-SATU  bagi para pengedara pada
persimpangan.  Biasanya  pada  jalan  pulang dari Kilang Arun terdapat dua jalur
yang  dijaga atau d iatur oleh sekurity mana yang harus keluar duluan. Tapi sang
bintang  TPL  menyarankan  tidak  perlu  dijaga  sekurity tapi cukup dibudayakan
sistem  SATU-SATU maksudnya satu kendaraan dari KANAN setelah itu satu kendaraan
dari KIRI.

Sebelum  ide  ini  dilaksanakan banyak sekali diskusi yang terjadi sewaktu rapat
anggota  TPL  INTI,  tapi  setelah  diuji coba maka hasilnya cukup indah sekali,
kendaraan  keluar  SATU-SATU  tanpa  sekurity  harus mengaturnya maka beliau itu
dikatakan bintang TPL. Itu semua adalah pengalaman di PT. Arun Ngl Co.

Bagiamana pula pengalaman di Al-Khor SHE Committee Qatar ?

Bersambung...

Salam,
=Mohd. Al-Khori=
Al-Khor Community
Doha, State of Qatar



---------------------------------------------------------------------
Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas
AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR
---------------------------------------------------------------------
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website : http://www.alumni-akabogor.org/
Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/

Kirim email ke