Note: forwarded message attached.


\\ ! //
(@ @)
--o00--(_)--00o--
gustiwa


Do you Yahoo!?
Get better spam protection with Yahoo! Mail
--- Begin Message ---
 
-----Original Message-----
From: Yanuarti Dwi Suswandari
Sent: Thursday, October 23, 2003 9:33 AM
To: Yelmizar; Jamuris; Heri; Suhengsi
Subject: FW: Apakah kita masih butuh pemerintah??!!!

 
-----Original Message-----
From: Listy
Sent: Wednesday, October 22, 2003 11:52 AM
To: > Untukmu Kawan (E-mail)
Subject: Fw: Apakah kita masih butuh pemerintah??!!!

 
fyi....
 
-----Original Message-----


Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah ?!


Rasanya hampir semua hal dalam kehidupan, kita urus dan atur sendiri.

Kita mulai dari hal-hal disekitar rumah. Bila jalan
didepan rumah rusak atau belum diaspal, bersama
tetangga kita bergotong-royong saling menyumbang uang
atau material untuk memperbaiki atau mengaspalnya.
Beruntung (ini amat jarang), bila pemerintah
berinisiatif untuk mengaspal.

Membuang sampah juga kita urus sendiri dengan membayar tukang sampah.

Keamanan di sekitar rumah kita atasi sendiri dengan
menggaji satpam, hansip, atau melakukan ronda bersama
warga sekitar rumah. Saat ke kantor, kuliah, atau
kemana saja, kita perlu membayar cepek kepada pak ogah
agar bisa berjalan lancar ditikungan.
Sopir bis kota, metro mini, dan angkutan umum lainnya
juga mengurus sendiri, dimana saja dan kapan saja
mereka mau berhenti entah untuk menaikkan penumpang
bahkan untuk istirahat.

Di jalan tol, bila terburu-buru, kita atur sendiri mau
lewat sebelah mana. Mau melambung dari sebelah kiri
boleh, mau menerobos bahu jalan bisa, mau tiba-tiba
memotong kendaraan lain juga tidak apa-apa. Sebaliknya
bila sedang ingin santai di jalan tol bisa juga
berkendaraan pelan-pelan dibawah 60 kilo meter per-jam
dan ambil jalur paling kanan.
Pengendara sepeda motor boleh mengatur sendiri arah
motornya. Bila dia melihat tempat yang ditujunya lebih
dekat dicapai dengan melawan arus kendaraan, dia boleh

melawan arus dengan bebas merdeka
Di malam hari, para pengendara motor boleh mengatur
sendiri apakah akan mematikan atau menyalakan lampu motornya.
Penarik gerobak barang bekas juga bebas melawan arus
kendaraan. Tukang parkir bisa menarik ongkos parkir semaunya.
Kendaraan yang diparkir di halaman toko dan mal pun bayar ongkos parkir.

Anda sedang membuat dan merenovasi rumah? Anda bebas
meletakkan timbunan batu, pasir, dan material lain
dipinggir jalan meski hal itu mengganggu kendaraan
lain yang lewat. Tidak akan ada mantri kontroler yang
menegur apalagi memberi sanksi. Anda pusing memikirkan

sekolah anak-anak? Anda harus berupaya sendiri untuk
mencari sekolah, mencari biayanya meski penghasilan anda tidak
mencukupi.
Kita merasa gaji tidak cukup?
Ya kita harus urus sendiri, supaya cukup atau cari
sendiri cara lain untuk mencari penghasilan tambahan.

Begitu pula urus sendirilah jika kita atau anggota
keluarga sakit meski kita termasuk golongan miskin.
Mau periksa dokter, kita bayar sendiri.
Perlu ambulans kita urus sendiri.
Mau dirawat dirumah sakit bersiap membayar sendiri jika mau diobati.
Meninggal pun kita urus sendiri semua hal, mulai dari
surat RT sampai mengurus kuburan, dan jangan lupa
untuk membayar sewa kuburan.
Beruntunglah karena kita punya banyak tetangga yang
senasib sehingga saling membantu.

Saya pernah kuliah diluar negeri. Rasanya banyak hal
yang tidak perlu saya urus sendiri.
Sampah tinggal dimasukkan kedalam tas plastik yang
diberikan gratis, diletakkan di depan pintu rumah lalu
esok harinya sampah itu sudah raib tanpa saya harus
iuran dengan tetangga untuk membayar tukang sampah.

Mengendarai mobil rasanya aman karena tertib, teratur
dan merasa polisi dimana-mana sehingga tidak berani
melakukan pelanggaran lalu lintas, tidak ada pak ogah,
tidak ada yang menerobos lampu merah, dan tidak ada
kendaraan yang melawan arus.
Ongkos parkir hanya dikenakan bila kita parkir di
tepijalan, sedangkan di halaman toko, di halaman hotel
dan mal umumnya gratis.

Bila jalan aspal didepan rumah berlubang, tinggal
telepon pemerintah kota, lalu tidak lama kemudian
jalan sudah di aspal. Bahkan, kadang belum sempat
menelepon, jalan sudah diperbaiki. Listrik dibayar
tiap tiga bulan saking rendahnya tarif listrik.
Air mandi dan air minum tidak perlu mengebor sendiri,
karena sudah disediakan oleh perusahaan air minum,
dan airnya bisa langsung diminum tanpa dimasak dan
disediakan gratis.

Karena status saya mahasiswa, maka istri saya bebas
dari biaya melahirkan dan disantuni sampai anak saya
cukup besar. Ketika sakit, saya tidak merasa risau
karena mahasiswa dan kaum miskin mendapat perawatan
gratis di rumah sakit yang bagus dan bersih.
Anak saya sekolah juga tanpa bayar.

Pasti akan ada yang mengatakan, banyak hal itu
diberikan gratis karena warga negara membayar pajak.
Tetapi rasanya kita membayar pajak dengan taat.
PBB kita bayar, merokok dan makan direstoran kita
bayar pajak. Masuk ketoilet umum, kita bayar pajak.
Bahkan, setiap hari kita juga bayar pajak tak resmi
kepada pak ogah, kepada satpam yang baru tersenyum
kalau diberi tip, kepada penjaga toilet di mal yang
tiba-tiba menyodorkan tissue, kepada pegawai urusan
KTP, dan seterusnya.

Karena itu, rasanya pemerintah tidak (perlu) ada.

Pemerintah baru terasa ada bila mahasiswa dan buruh
ditangkapi atau dipukuli karena berdemo minta
harga-harga diturunkan.
Pemerintah baru ada jika sedang naik haji atau
berkunjung ke luar negeri dengan rombongan besar
dengan pelayanan negara.
Tetapi pemerintah menghilang bila berkaitan dengan
urusan kesejahteraan dan keamanan rakyat.

Apabila kita mengurus sendiri masalah ketertiban,
keamanan, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan
banyak hal lainnya, sedangkan pemerintah baru hadir
ketika mahasiswa dan buruh digebuki, lalu untuk apa pemerintah ???
Apakah kita masih memerlukan pemerintah?!

Amir Santosa
Dosen ilmu politik di FISIP UI




--- End Message ---
---------------------------------------------------------------------
Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas
AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR
---------------------------------------------------------------------
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website : http://www.alumni-akabogor.org/
Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/

Kirim email ke