Kang Iwid ,,,nggak ada info lowongan lagi nih,,,!!!!!!!!!!!!!
----- Original Message ----- From: "Iwid Taswid" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, April 14, 2004 11:53 AM Subject: RE: [AKA Bogor] pengen reply aja..... > Kok bisa sich hutan kita dalam 1 menit hilang seluas 6x lapangan bola ??? > jangan2 tahun depan Indonesia jadi Gurun Pasir !!!! pada kemana tuch > Pemimpin kita ??? masih pada begadang ngitungin hasil Pemilu ??? > boaboooooooo kapan bangsa ini bisa berubah bener yach ??? > lieeeeeurrrrrrrrrrrrrr ahhhhhhhhhhhh........ > Mendingan kitamah sekarang fastabikul khairat saja (berlomba dalam > kebaikan)......... > > -----Original Message----- > From: sulis [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, April 13, 2004 9:26 PM > To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] > Cc: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [AKA Bogor] SANDIWARA?? > > asalamualaikum... > > semua yang dikatakan Kakak Muslich (karena saya adik kelas ya...) memang ada > benarnya. mahasiswa aka memang nyambung di dalam kelompoknya, tapi ingat > hanya di dalam kelompoknya, di luar kelompok, jangan harap terjadi suatu > hubungan yang erat. ada satu kelompok terlihat sangat exclusive sehingga > hanya nyambung dan asyik sendiri di dalam kelompoknya. sehingga menjadi > kecurigaan dan antipati terhadap kelompok di luarnay, nah ini lah sumber > masalahnya.mudah-mudah di masa mendatang sudah tidak terjadi lagi hal > seperti ini, look foward lah.. > > memang mhs aka jadwalnya padat sekali tapi saya yakin masih bisa > berinteraksi satu sama lain di luar kelompok. dan saya juga sangat setuju > bahwa kehidupan dan lapangan pekerjaan di aka bukan hanya di lab, tergantung > dari dalam diri kita sendiri apa bidang ketertarikan kita dan bagaimana cara > kita mengembangkannya. > > ya, berdebat seperti ini memang nggak ada habisnya, mending memikirkan kabar > pembubaran aka, atau hutan kita yang sudah semakin habis (dalam 1 menit, > hutan indonesia hilang seluas 6 kali lapangan bola) atau mempostingkan > lowongan pekerjaan buat teman-teman yang memang sedang mencarinya, dan itu > sangat besar artinya buat teman-teman daripada menyebarkan berita politik > yang sama sekali nggak ada keutungan buat teman-teman yang cari kerja. > > Menerima kritikan memang dibutuhkan kedewasaan berpikir dan bertindak... > > > Sulis > --- > Communication specialist > Conservation International Indonesia > Jl. Rajawali No. 38, Sei Sikambing B > Medan, Sumatera Utara > Phone: 061-8454534 > email: [EMAIL PROTECTED] > www.conservation.or.id > > --------- Original Message --------- > > DATE: Mon, 12 Apr 2004 11:43:22 > From: [EMAIL PROTECTED] > To: [EMAIL PROTECTED] > Cc: > > > > > > >Dear all .... > >Awal saya minta maaf kepada seluruh alumni AKA atas informasi yang saya > kirimkan > >dengan judul "SANDIWARA", apabila informasi tsb tidak mengena di hati > >rekan-rekan sekalian. > >Saya sangat menyesal apabila ternyata ada sejumlah alumni yang tidak > berkenan > >informasi tsb disampaikan melalui milis aka ini seperti Ibu Sulis, Bp. > Lukman, > >Bp. Iwan, Bp Alex dan Bp. Rogator. Mohon maaf sebesar-besarnya. > > > >Tanpa bermaksud untuk memperpanjang masalah tsb ada beberapa hal yang ingin > saya > >sampaikan berkenaan dengan kritikan para alumni tentang informasi yang saya > > >kirim. > > > >1. Apakah informasi ilmiah hanyalah sebuah informasi yang bersifat angka > aktual, > >hasil analisis AAS,HPLC atau GC? sehingga informasi-informasi seperti yang > saya > >sampaikan "nggak ilmiah" banget. Setahu saya di LIPI saja ada peneliti yang > > >berkutat dengan masalah-masalah politik, sosial dan budaya. Apakah analisis > > >mereka (yang notabene ada yang Master atau Doktor sesuai dengan ilmu > mereka) > >bukan karya ilmiah? sehingga tidak layak untuk dijadikan wacana bagi > alumni? > >memang tulisan yang saya kirimkan bukan termasuk dalam karya ilmiah tapi > >setidaknya bisa membuka alam pikiran alumni aka bahwa hidup tidak hanya > bekerja > >di lab atau mengajar tapi lebih dari itu .... > > > >2. Saya sangat setuju dengan tulisan ibu sulis yang mengatakan bahwa > "selama ini > >di aka memang terjadi gap terhadap golongan tertentu & itulah yang menjadi > >mahasiswa/i aka berjalan di tempat, dengan kata lain pakai kacamata kuda > tanpa > >mengikuti perubahan disekelilingnya yang berwarna-warni". > >Di aka memang banyak kelompok-kelompok, tapi coba lihat secara jujur, > setiap > >kelompok terdiri dari orang-orang yang "nyambung" satu dengan yang lain. > >Alangkah sadisnya apabila kita menganggap semua orang harus berdiri dalam > >kelompok yang sama sehingga tidak nyambung dan menyebabkan kreativitas atau > > >keinginan orang tsb tidak berkembang. Di AKA ada anak-anak rohis (dengan > >ana/antumnya), anak MAKAPALA (yang sering naik gunung), anak-anak KABEL > (yang > >setiap kuliah duduk dibelakang), atau anak-anak PMK. Mereka hidup > berkomunitas > >karena memang mereka begitu adanya, kita tidak memaksa mereka untuk hidup > dalam > >komunitas yang sama karena wadah tsb (ROHIS, MAKAPALA, KABEL dan PMK) yang > akan > >mengakomodir setiap apa yang mereka inginkan. Anggapan saya, hidup dalam > >komunitas yang berbeda adalah sah-sah saja (kaya' lagu dangdut euy), toh > kita > >masih satu keyakinan bahwa aka adalah almamater kita yang kita cintai. > SETUJU > >??? > >Seringkali ilmu kuliahan tidak mengajarkan apa yang kita sebut sebagai > pelajaran > >kehidupan. Anak-anak AKA seringkali sibuk dengan kuliahnya (dari pagi > sampai > >sore bahkan malam), tapi saya rasa bukan hal tsb yang menjadikan kita > >beranggapan bahwa anak aka sering pake kacamata kuda sehingga tidak > mengikuti > >perubahan yang terjadi di sekelilingnya (masyarakat atau kehidupan sosial). > > >Kepekaan seseorang terhadap sekelilingnya akan muncul manakala mereka hidup > > >didalamnya (ini yang paling ekstrim), termasuk didalamnya anak-anak aka. > Karena > >kesibukan kita dikuliahan menyebabkan kita jarang "bersentuhan" dengan > >masyarakat akan tetapi ketika kita sudah bekerja kita akan melihat > kehidupan > >yang sesungguhnya -seseorang yang berbeda prinsip, berbeda sifat, kehidupan > > >politik dsb-. Nah permasalahannya adalah apakah kita akan terus > >mempertahankannya? mengganggap bahwa hidup hanyalah laboratorium saja? > >menganggap hidup hanyalah dari rumah ke pabrik dan sebaliknya? menganggap > bahwa > >kehidupan politik bukanlah bagian dari hidup kita? jawabannya saya > kembalikan ke > >diri kita masing-masing. > > > >3. Perlu kita sadari bersama adalah kita hidup di dunia industri yang masih > > >dikendalikan suhu politik, berapa banyak PMA yang cabut ke Vietnam, > Thailand dan > >Philipina karena iklim invetasi yang tidak menguntungkan. Sudah saatnya > kita > >juga memikirkan politik sebagai kehidupan kita, cobalah berkaca dengan > Argentina > >yang sudah melaksanakan perintah "dewa IMF" dengan menjual aset BUMN mereka > dan > >dampaknya? mereka masih dalam keterpurukan. Indonesia? sama saja, berapa > banyak > >BUMN yang potensial di jual dengan harga "asongan", sudah pulihkan ekonomi > >indonesia? belum !!! karena terlalu banyak orang yang mengatakan dirinya > >nasionalis tapi pada kenyataannya masih "luar-negerialis - tau deh bahasa > yang > >tepat apa". Saya berusaha tidak menjelek-jelekkan seseorang atau satu > kelompok, > >tapi saya coba untuk mengajak kepada seluruh kita untuk melihat dengan > tidak > >menggunakan "kacamata kuda", bahwa kehidupan yang kita jalani ini tidak > sebatas > >kehidupan kita saja, tapi masih ada kehidupan orang-orang lain (masih > banyak > >orang yang hidup dengan 1000 rupiah/hari, mau beli apa mereka dengan uang > >sebesar itu?? naik angkot saja cuman sekali jalan!!). > >Berkaitan dengan menjelek-jelekkan orang, apakah POLRI dan PENGADILAN yang > >sering mengungkap kejahatan atau korupsi termasuk didalamnya? gak perlulah > >dijawab, khawatir ntar timbul masalah lagi. > >Sekian tanggapan dari saya, saya tidak memancing konflik ataupun > menginginkan > >perpecahan diantara alumni aka. Walaupun saya berbeda dengan yang lain > tetapi > >bagi saya alumi aka tetaplah seseorang yang saya hormati apakah dia berbeda > > >dengan saya. Memang saya belum bisa menyumbangkan apa-apa kepada aka, tapi > saya > >bangga sebagai lulusan aka (walaupun setiap ada ujian her, nama saya hampir > > >selalu ada he he he). > >Sekali lagi, MAAF kepada yang kurang berkenan dengan tulisan saya, mohon > jangan > >dijadikan sebagai alasan untuk membenci saya apalagi menyebabkan kita > pecah. > >Untuk alumni, jangan cuman kerja doang atau kalo ada tulisan yang tidak > mengena > >dengan forum ilmiah "terbakar". Kalo ada undangan dari pak Iwan untuk > >silaturahim "terbakar" juga untuk dateng, katanya cinta ama aka tapi koq > untuk > >menyisihkan waktu satu hari untuk dateng aja koq sering gak bisa (kecuali > yang > >gawe di LN atau LJBTB (jabotabek-maksudnya) ... > >Terakhir, HIDUP AKA! kalo jadi trainer ke orang-orang pabrik saya selalu > cerita > >bahwa saya lulusan aka lho (ini tanda kalo saya bangga dengan aka)..... > > > > > > > >wassalam > > > > > >muslich riza / 942635 > > > >----- Forwarded by Muslich Riza/BSFM on 10/04/2004 08:38 ----- > >|--------+----------------------------------> > >| | "sulis" | > >| | <[EMAIL PROTECTED]| > >| | amail.com> | > >| | | > >| | 09/04/2004 10:39 | > >| | Please respond to | > >| | diah.sulistiowati | > >| | | > >|--------+----------------------------------> > > >--------------------------------------------------------| > > | | > > | To: | > > | cc: | > > | bcc: | > > | Subject: | > > >--------------------------------------------------------| > > > > > > > > > >dear all, > > > >saya sangat setuju dengan pendapat pak Lukman, sangatlah tidak dewasa > apabila > >kita memojokan suatu golongan tertentu tanpa memikirkan akibatnya, yaitu > >perpecahan diantara para alumni aka. bukannya kita memikirkan sesuatu untuk > > >membuat aka menjadi lebih maju dan terbuka terhadap perbedaan. padahal > perbedaan > >justru yang membuat kita "kaya". selama ini di aka memang terjadi gap > terhadap > >golongan tertentu dan itulah yang menjadi mahasiswa/i aka berjalan di > tempat > >dengan kata lain pakai kacamata kuda tanpa mengikuti perubahan di > sekelilingnya > >yang berwarna-warni, apa iya mau seperti itu terus? please, wake up! > setelah > >membaca wacana dibawah saya jadi bertanya-tanya pada diri sendiri, bukankah > > >seorang muslim tidak boleh menjelek-jelekkan sesamanya? lebih baik > bercermin > >pada diri kita sendiri, apa kekurangan kita sebagai manusia. atau memang > mau > >bercermin di kaca yang retak? > > > >lagipula sangat naif mempercayai wacana di bawah tanpa menganalisisnya > terlebih > >dahulu, saya yakin semua yang kuliah di AKA orang pandai semua sehingga > tidak > >terjebak terhadap opini di bawah ini. dan satu lagi saya bukan pendukung > SBY > >ataupun Mega, hanya prihatin terhadap milis ini. > > > > > >Sulis > > > > > > > > > >Sekedar wacana u/ perenungan! > > > >UNTUK MEMBUKA PIKIRAN KITA SEMUA ..... > > > >SBY BERSANDIWARA DENGAN MEGA ?? > > > >Telaah Panas 1 > >SBY ternyata direstui MEGA, Kalau ada pemilihan aktor dan artis peraih > oscar > >pemilu 2004 ini pasti jatuh ke SBY dan Mega. Mereka berdua telah piawai > bermain > >sandiwara dengan pemeran pembantu Bambang Kesowo dan sutradara Taufik > Kiemas. > >Menurut kawan tadi, sandiwara ini terinspirasi kisah Inul, dan kemudian > mendapat > >"pembenaran" skenario dari kasus pemilu Taiwan(dimana Chen Shui-bian > >"bersandiwara" dengan menyuruh orang menembak dirinya, sehingga Lien Chan > yang > >sebelumnya leading jadi kalah di pemilu). INTINYA bahwa secara psikologis > rakyat > >cenderung iba terhadap pihak yang tersia-siakan. Sebetulnya skenario ini > (SBY > >dipaksa mundur) sempat ragu-ragu dijalankan, tetapi hasil pemilu Spayol > kemudian > >Taiwan ternyata memberikan satu keberanian. Begitu SBY mengundurkan diri, > >langsung ribuan gambarnya di bendera partai demokrat terpasang di seluruh > >Indonesia. Media massa memback up penuh SBY (coba lihat di TV, hampir tiap > hari > >ada beritanya). Terus sandiwaranya untuk apa? INI YANG PENTING, di > lingkungan > >ring 1 Mega sudah 100% yakin hanya AR satu-satunya lawan berat. Dengan > munculnya > >SBY sebagai capres, sudah dihitung matang HANYA akan mengurangi suara AR > tidak > >bagi Mega. Sebab, pendukung ATM(Asal Tidak Mega) mempunyai calon alternatif > > >selain AR. Artinya, suara yang mustinya ke AR terbagi ke SBY. Kenapa SBY > mau? > >Ada "hitung-hitungan" tersendiri (dengar-dengar kembali sebagai menko > polkam di > >kabinet Mega tapi dengan kekuasaan layaknya Perdana Menteri), dan yang > pasti > >juga sudah dibahas dengan partai Demokrat. > > > >Telaah Panas 2 > >Ada "kesepakatan" tidak tertulis, untuk menonjolkan parpol Islam tertentu > dengan > >"menenggelamkan" parpol lain di pemberitaan media massa terlebih-lebih yang > > >berbau AR. Kenapa begitu? Soalnya, biar pendukung AR bingung, tidak pede, > dan > >ragu-ragu.(Coba lihat TV, setelah banteng dan beringin, pasti PKS dan > demokrat > >yang riwa-riwi di TV) Ekstrimnya lagi, ada keinginan agar suara PKS diatas > PAN. > >(Sebetulnya tadinya PKB yang 'mau ditonjolkan dengan "menggarap" Gus Dur > ngotot > >maju. Tapi Gus Dur kayaknya sudah "ngerti" arah angin sehingga buru-buru > >"menggoda SBY".) Kenapa begitu? Jelas, kalau suara PKS diatas PAN, AR jadi > >teramat wagu dan saru kalo AR ngotot jadi presiden. Dan Nur Wahid akan > >"terjebak" pada permainan Mega untuk maju sebagai capres. Soale Mega > teramat > >yakin, Nur Wahid jauh lebih gampang dikalahkan. Isunya, sudah disediakan > >setumpuk amunisi buat menyerang Nur Wahid di pemilu presiden. Antara lain, > Hantu > >Syariat Islam, Talibanisme, Poligami, Riba, kekacauan sistem perbankan, > dll. Dan > >Mega yakin, secara umum rakyat Indonesia "takut" bin ngeri dengan semua > itu. > > > >PERCAYA GA PERCAYA, Tolong isu panas ini didiskusikan, siapa tahu berguna. > >Jangan sampai kita terlena, tahu-tahu Nyonya Meneer lagi yang terpampang di > > >sekolah-sekolah. Apa kuat kita harus menanggung sengsara 5 tahun lagi. > >Tobat-tobat!! > > > > > > > > > >--------------------------------------------------------------------- > >Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas > >AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR > >--------------------------------------------------------------------- > >Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > >Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > >Website : http://www.alumni-akabogor.org/ > >Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/ > > > > > > > Need a new email address that people can remember > Check out the new EudoraMail at > http://www.eudoramail.com > --------------------------------------------------------------------- Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR --------------------------------------------------------------------- Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Website : http://www.alumni-akabogor.org/ Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/
