Weleh weleh weleh ternyata begitu toch ???..... Untung Lulusan AKA punya Sulis yang mikirin hutan....... OK, maju terus Sulis, babat tuch orang yang babatin hutan kita.......
From: sulis [mailto:[EMAIL PROTECTED] kang iwid, bisa aja hutan hilang seluas 6x lap bola permenitnya. contohnya, di kalimantan aja sebagian sudah terlihat seperti gurun pasir tinggal nunggu waktu aja. dan semua itu di kirim ke malaysia, china dan vietnam, terus di "cuci" dan dilegalkan. jadi china terkenal industri furniturenya yang diekspor ke seluruh dunia, ironisnya itu kayunya dari Indonesia data kerusakan hutan memang beda-beda, tapi serunya data yang dikeluarkan oleh dep hut lebih kecil dari yang terjadi di lapangan. sedangkan data baplan (balai penelitian dan perencanaa) lembaga yang ada di bawah dephut malah lebih tinggi lagi, laju kerusakan hutan jadi 3,8 juta ha pertahun. jadi ya, tunggu waktu aja...kecuali kita berbuat sesuatu... Sulis Communication Specialist Conservation International Indonesia Jl. Rajawali No. 38, Sei Sikambing B Medan, Sumatera Utara Telp:061-8454534 email:[EMAIL PROTECTED] www.conservation.or.id --- --------- Original Message --------- DATE: Wed, 14 Apr 2004 11:53:42 From: Iwid Taswid <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Cc: >Kok bisa sich hutan kita dalam 1 menit hilang seluas 6x lapangan bola ??? >jangan2 tahun depan Indonesia jadi Gurun Pasir !!!! pada kemana tuch >Pemimpin kita ??? masih pada begadang ngitungin hasil Pemilu ??? >boaboooooooo kapan bangsa ini bisa berubah bener yach ??? >lieeeeeurrrrrrrrrrrrrr ahhhhhhhhhhhh........ >Mendingan kitamah sekarang fastabikul khairat saja (berlomba dalam >kebaikan)......... > > -----Original Message----- >From: sulis [mailto:[EMAIL PROTECTED] >Sent: Tuesday, April 13, 2004 9:26 PM >To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] >Cc: [EMAIL PROTECTED] >Subject: Re: [AKA Bogor] SANDIWARA?? > >asalamualaikum... > >semua yang dikatakan Kakak Muslich (karena saya adik kelas ya...) memang ada >benarnya. mahasiswa aka memang nyambung di dalam kelompoknya, tapi ingat >hanya di dalam kelompoknya, di luar kelompok, jangan harap terjadi suatu >hubungan yang erat. ada satu kelompok terlihat sangat exclusive sehingga >hanya nyambung dan asyik sendiri di dalam kelompoknya. sehingga menjadi >kecurigaan dan antipati terhadap kelompok di luarnay, nah ini lah sumber >masalahnya.mudah-mudah di masa mendatang sudah tidak terjadi lagi hal >seperti ini, look foward lah.. > >memang mhs aka jadwalnya padat sekali tapi saya yakin masih bisa >berinteraksi satu sama lain di luar kelompok. dan saya juga sangat setuju >bahwa kehidupan dan lapangan pekerjaan di aka bukan hanya di lab, tergantung >dari dalam diri kita sendiri apa bidang ketertarikan kita dan bagaimana cara >kita mengembangkannya. > >ya, berdebat seperti ini memang nggak ada habisnya, mending memikirkan kabar >pembubaran aka, atau hutan kita yang sudah semakin habis (dalam 1 menit, >hutan indonesia hilang seluas 6 kali lapangan bola) atau mempostingkan >lowongan pekerjaan buat teman-teman yang memang sedang mencarinya, dan itu >sangat besar artinya buat teman-teman daripada menyebarkan berita politik >yang sama sekali nggak ada keutungan buat teman-teman yang cari kerja. > >Menerima kritikan memang dibutuhkan kedewasaan berpikir dan bertindak... > > >Sulis >--- >Communication specialist >Conservation International Indonesia >Jl. Rajawali No. 38, Sei Sikambing B >Medan, Sumatera Utara >Phone: 061-8454534 >email: [EMAIL PROTECTED] >www.conservation.or.id > >--------- Original Message --------- > >DATE: Mon, 12 Apr 2004 11:43:22 >From: [EMAIL PROTECTED] >To: [EMAIL PROTECTED] >Cc: > >> >> >>Dear all .... >>Awal saya minta maaf kepada seluruh alumni AKA atas informasi yang saya >kirimkan >>dengan judul "SANDIWARA", apabila informasi tsb tidak mengena di hati >>rekan-rekan sekalian. >>Saya sangat menyesal apabila ternyata ada sejumlah alumni yang tidak >berkenan >>informasi tsb disampaikan melalui milis aka ini seperti Ibu Sulis, Bp. >Lukman, >>Bp. Iwan, Bp Alex dan Bp. Rogator. Mohon maaf sebesar-besarnya. >> >>Tanpa bermaksud untuk memperpanjang masalah tsb ada beberapa hal yang ingin >saya >>sampaikan berkenaan dengan kritikan para alumni tentang informasi yang saya > >>kirim. >> >>1. Apakah informasi ilmiah hanyalah sebuah informasi yang bersifat angka >aktual, >>hasil analisis AAS,HPLC atau GC? sehingga informasi-informasi seperti yang >saya >>sampaikan "nggak ilmiah" banget. Setahu saya di LIPI saja ada peneliti yang > >>berkutat dengan masalah-masalah politik, sosial dan budaya. Apakah analisis > >>mereka (yang notabene ada yang Master atau Doktor sesuai dengan ilmu >mereka) >>bukan karya ilmiah? sehingga tidak layak untuk dijadikan wacana bagi >alumni? >>memang tulisan yang saya kirimkan bukan termasuk dalam karya ilmiah tapi >>setidaknya bisa membuka alam pikiran alumni aka bahwa hidup tidak hanya >bekerja >>di lab atau mengajar tapi lebih dari itu .... >> >>2. Saya sangat setuju dengan tulisan ibu sulis yang mengatakan bahwa >"selama ini >>di aka memang terjadi gap terhadap golongan tertentu & itulah yang menjadi >>mahasiswa/i aka berjalan di tempat, dengan kata lain pakai kacamata kuda >tanpa >>mengikuti perubahan disekelilingnya yang berwarna-warni". >>Di aka memang banyak kelompok-kelompok, tapi coba lihat secara jujur, >setiap >>kelompok terdiri dari orang-orang yang "nyambung" satu dengan yang lain. >>Alangkah sadisnya apabila kita menganggap semua orang harus berdiri dalam >>kelompok yang sama sehingga tidak nyambung dan menyebabkan kreativitas atau > >>keinginan orang tsb tidak berkembang. Di AKA ada anak-anak rohis (dengan >>ana/antumnya), anak MAKAPALA (yang sering naik gunung), anak-anak KABEL >(yang >>setiap kuliah duduk dibelakang), atau anak-anak PMK. Mereka hidup >berkomunitas >>karena memang mereka begitu adanya, kita tidak memaksa mereka untuk hidup >dalam >>komunitas yang sama karena wadah tsb (ROHIS, MAKAPALA, KABEL dan PMK) yang >akan >>mengakomodir setiap apa yang mereka inginkan. Anggapan saya, hidup dalam >>komunitas yang berbeda adalah sah-sah saja (kaya' lagu dangdut euy), toh >kita >>masih satu keyakinan bahwa aka adalah almamater kita yang kita cintai. >SETUJU >>??? >>Seringkali ilmu kuliahan tidak mengajarkan apa yang kita sebut sebagai >pelajaran >>kehidupan. Anak-anak AKA seringkali sibuk dengan kuliahnya (dari pagi >sampai >>sore bahkan malam), tapi saya rasa bukan hal tsb yang menjadikan kita >>beranggapan bahwa anak aka sering pake kacamata kuda sehingga tidak >mengikuti >>perubahan yang terjadi di sekelilingnya (masyarakat atau kehidupan sosial). > >>Kepekaan seseorang terhadap sekelilingnya akan muncul manakala mereka hidup > >>didalamnya (ini yang paling ekstrim), termasuk didalamnya anak-anak aka. >Karena >>kesibukan kita dikuliahan menyebabkan kita jarang "bersentuhan" dengan >>masyarakat akan tetapi ketika kita sudah bekerja kita akan melihat >kehidupan >>yang sesungguhnya -seseorang yang berbeda prinsip, berbeda sifat, kehidupan > >>politik dsb-. Nah permasalahannya adalah apakah kita akan terus >>mempertahankannya? mengganggap bahwa hidup hanyalah laboratorium saja? >>menganggap hidup hanyalah dari rumah ke pabrik dan sebaliknya? menganggap >bahwa >>kehidupan politik bukanlah bagian dari hidup kita? jawabannya saya >kembalikan ke >>diri kita masing-masing. >> >>3. Perlu kita sadari bersama adalah kita hidup di dunia industri yang masih > >>dikendalikan suhu politik, berapa banyak PMA yang cabut ke Vietnam, >Thailand dan >>Philipina karena iklim invetasi yang tidak menguntungkan. Sudah saatnya >kita >>juga memikirkan politik sebagai kehidupan kita, cobalah berkaca dengan >Argentina >>yang sudah melaksanakan perintah "dewa IMF" dengan menjual aset BUMN mereka >dan >>dampaknya? mereka masih dalam keterpurukan. Indonesia? sama saja, berapa >banyak >>BUMN yang potensial di jual dengan harga "asongan", sudah pulihkan ekonomi >>indonesia? belum !!! karena terlalu banyak orang yang mengatakan dirinya >>nasionalis tapi pada kenyataannya masih "luar-negerialis - tau deh bahasa >yang >>tepat apa". Saya berusaha tidak menjelek-jelekkan seseorang atau satu >kelompok, >>tapi saya coba untuk mengajak kepada seluruh kita untuk melihat dengan >tidak >>menggunakan "kacamata kuda", bahwa kehidupan yang kita jalani ini tidak >sebatas >>kehidupan kita saja, tapi masih ada kehidupan orang-orang lain (masih >banyak >>orang yang hidup dengan 1000 rupiah/hari, mau beli apa mereka dengan uang >>sebesar itu?? naik angkot saja cuman sekali jalan!!). >>Berkaitan dengan menjelek-jelekkan orang, apakah POLRI dan PENGADILAN yang >>sering mengungkap kejahatan atau korupsi termasuk didalamnya? gak perlulah >>dijawab, khawatir ntar timbul masalah lagi. >>Sekian tanggapan dari saya, saya tidak memancing konflik ataupun >menginginkan >>perpecahan diantara alumni aka. Walaupun saya berbeda dengan yang lain >tetapi >>bagi saya alumi aka tetaplah seseorang yang saya hormati apakah dia berbeda > >>dengan saya. Memang saya belum bisa menyumbangkan apa-apa kepada aka, tapi >saya >>bangga sebagai lulusan aka (walaupun setiap ada ujian her, nama saya hampir > >>selalu ada he he he). >>Sekali lagi, MAAF kepada yang kurang berkenan dengan tulisan saya, mohon >jangan >>dijadikan sebagai alasan untuk membenci saya apalagi menyebabkan kita >pecah. >>Untuk alumni, jangan cuman kerja doang atau kalo ada tulisan yang tidak >mengena >>dengan forum ilmiah "terbakar". Kalo ada undangan dari pak Iwan untuk >>silaturahim "terbakar" juga untuk dateng, katanya cinta ama aka tapi koq >untuk >>menyisihkan waktu satu hari untuk dateng aja koq sering gak bisa (kecuali >yang >>gawe di LN atau LJBTB (jabotabek-maksudnya) ... >>Terakhir, HIDUP AKA! kalo jadi trainer ke orang-orang pabrik saya selalu >cerita >>bahwa saya lulusan aka lho (ini tanda kalo saya bangga dengan aka)..... >> >> >> >>wassalam >> >> >>muslich riza / 942635 >> >>----- Forwarded by Muslich Riza/BSFM on 10/04/2004 08:38 ----- >>|--------+----------------------------------> >>| | "sulis" | >>| | <[EMAIL PROTECTED]| >>| | amail.com> | >>| | | >>| | 09/04/2004 10:39 | >>| | Please respond to | >>| | diah.sulistiowati | >>| | | >>|--------+----------------------------------> >> >--------------------------------------------------------| >> | | >> | To: | >> | cc: | >> | bcc: | >> | Subject: | >> >--------------------------------------------------------| >> >> >> >> >>dear all, >> >>saya sangat setuju dengan pendapat pak Lukman, sangatlah tidak dewasa >apabila >>kita memojokan suatu golongan tertentu tanpa memikirkan akibatnya, yaitu >>perpecahan diantara para alumni aka. bukannya kita memikirkan sesuatu untuk > >>membuat aka menjadi lebih maju dan terbuka terhadap perbedaan. padahal >perbedaan >>justru yang membuat kita "kaya". selama ini di aka memang terjadi gap >terhadap >>golongan tertentu dan itulah yang menjadi mahasiswa/i aka berjalan di >tempat >>dengan kata lain pakai kacamata kuda tanpa mengikuti perubahan di >sekelilingnya >>yang berwarna-warni, apa iya mau seperti itu terus? please, wake up! >setelah >>membaca wacana dibawah saya jadi bertanya-tanya pada diri sendiri, bukankah > >>seorang muslim tidak boleh menjelek-jelekkan sesamanya? lebih baik >bercermin >>pada diri kita sendiri, apa kekurangan kita sebagai manusia. atau memang >mau >>bercermin di kaca yang retak? >> >>lagipula sangat naif mempercayai wacana di bawah tanpa menganalisisnya >terlebih >>dahulu, saya yakin semua yang kuliah di AKA orang pandai semua sehingga >tidak >>terjebak terhadap opini di bawah ini. dan satu lagi saya bukan pendukung >SBY >>ataupun Mega, hanya prihatin terhadap milis ini. >> >> >>Sulis >> >> >> >> >>Sekedar wacana u/ perenungan! >> >>UNTUK MEMBUKA PIKIRAN KITA SEMUA ..... >> >>SBY BERSANDIWARA DENGAN MEGA ?? >> >>Telaah Panas 1 >>SBY ternyata direstui MEGA, Kalau ada pemilihan aktor dan artis peraih >oscar >>pemilu 2004 ini pasti jatuh ke SBY dan Mega. Mereka berdua telah piawai >bermain >>sandiwara dengan pemeran pembantu Bambang Kesowo dan sutradara Taufik >Kiemas. >>Menurut kawan tadi, sandiwara ini terinspirasi kisah Inul, dan kemudian >mendapat >>"pembenaran" skenario dari kasus pemilu Taiwan(dimana Chen Shui-bian >>"bersandiwara" dengan menyuruh orang menembak dirinya, sehingga Lien Chan >yang >>sebelumnya leading jadi kalah di pemilu). INTINYA bahwa secara psikologis >rakyat >>cenderung iba terhadap pihak yang tersia-siakan. Sebetulnya skenario ini >(SBY >>dipaksa mundur) sempat ragu-ragu dijalankan, tetapi hasil pemilu Spayol >kemudian >>Taiwan ternyata memberikan satu keberanian. Begitu SBY mengundurkan diri, >>langsung ribuan gambarnya di bendera partai demokrat terpasang di seluruh >>Indonesia. Media massa memback up penuh SBY (coba lihat di TV, hampir tiap >hari >>ada beritanya). Terus sandiwaranya untuk apa? INI YANG PENTING, di >lingkungan >>ring 1 Mega sudah 100% yakin hanya AR satu-satunya lawan berat. Dengan >munculnya >>SBY sebagai capres, sudah dihitung matang HANYA akan mengurangi suara AR >tidak >>bagi Mega. Sebab, pendukung ATM(Asal Tidak Mega) mempunyai calon alternatif > >>selain AR. Artinya, suara yang mustinya ke AR terbagi ke SBY. Kenapa SBY >mau? >>Ada "hitung-hitungan" tersendiri (dengar-dengar kembali sebagai menko >polkam di >>kabinet Mega tapi dengan kekuasaan layaknya Perdana Menteri), dan yang >pasti >>juga sudah dibahas dengan partai Demokrat. >> >>Telaah Panas 2 >>Ada "kesepakatan" tidak tertulis, untuk menonjolkan parpol Islam tertentu >dengan >>"menenggelamkan" parpol lain di pemberitaan media massa terlebih-lebih yang > >>berbau AR. Kenapa begitu? Soalnya, biar pendukung AR bingung, tidak pede, >dan >>ragu-ragu.(Coba lihat TV, setelah banteng dan beringin, pasti PKS dan >demokrat >>yang riwa-riwi di TV) Ekstrimnya lagi, ada keinginan agar suara PKS diatas >PAN. >>(Sebetulnya tadinya PKB yang 'mau ditonjolkan dengan "menggarap" Gus Dur >ngotot >>maju. Tapi Gus Dur kayaknya sudah "ngerti" arah angin sehingga buru-buru >>"menggoda SBY".) Kenapa begitu? Jelas, kalau suara PKS diatas PAN, AR jadi >>teramat wagu dan saru kalo AR ngotot jadi presiden. Dan Nur Wahid akan >>"terjebak" pada permainan Mega untuk maju sebagai capres. Soale Mega >teramat >>yakin, Nur Wahid jauh lebih gampang dikalahkan. Isunya, sudah disediakan >>setumpuk amunisi buat menyerang Nur Wahid di pemilu presiden. Antara lain, >Hantu >>Syariat Islam, Talibanisme, Poligami, Riba, kekacauan sistem perbankan, >dll. Dan >>Mega yakin, secara umum rakyat Indonesia "takut" bin ngeri dengan semua >itu. >> >>PERCAYA GA PERCAYA, Tolong isu panas ini didiskusikan, siapa tahu berguna. >>Jangan sampai kita terlena, tahu-tahu Nyonya Meneer lagi yang terpampang di > >>sekolah-sekolah. Apa kuat kita harus menanggung sengsara 5 tahun lagi. >>Tobat-tobat!! >> >> >> >> >>--------------------------------------------------------------------- >>Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas >>AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR >>--------------------------------------------------------------------- >>Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] >>Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED] >>Website : http://www.alumni-akabogor.org/ >>Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/ >> >> > > >Need a new email address that people can remember >Check out the new EudoraMail at >http://www.eudoramail.com > Need a new email address that people can remember Check out the new EudoraMail at http://www.eudoramail.com
