disatu sisi kita disuruh untuk patuh pada SOP agar tidak terjadi hal2 yang 
tidak kita ingin kan, akan tetapi..... silakan baca tulisan dibawah ini:

Liputan Rakor Kanwil Se-Kalimantan dan Kunjungan Kerja Dirjen Perbendaharaan di 
Banjarmasin
Banjarmasin, perbendaharaan.go.id – Dengan lantang, Direktur Jenderal 
Perbendaharaan, Agus Suprijanto mengatakan hal tersebut di depan seluruh Kepala 
Kanwil se-Kalimantan, Kepala KPPN lingkup Kanwil Prov. Kalimantan Selatan, 
pelaksana pada KPPN Banjarmasin serta beberapa pejabat dari Kantor Pusat pada 
acara kunjungan kerjanya di provinsi Kalimantan Selatan, Jum'at (15/4).

Pelayanan di Front Office (FO) ternyata juga tidak luput dari perhatian Dijen 
Perbendaharaan. Ketika menyampaikan mengenai pentingnya penyerapan anggaran 
yang sesuai dengan perencanaan dari setiap Kementerian/Lembaga sehingga perlu 
dilakukan sistem reward and punishment, beliau meminta kepada para pegawai di 
FO untuk tidak langsung meminta satker pulang apabila dokumen yang diajukannya 
kurang. "Kalau mereka datang membawa SPM ada kurang-kurang, jangan langsung 
ditolak. Kalau bisa diladeni kemudian diproses sambil menunggu kelengkapan data 
yang kurang itu diterima saja. Lalu kemudian nanti setelah dilengkapi baru 
diproses," jelas beliau.

"Saya mengerti untuk kehati-hatian. Tapi rasanya terlalu arogan kalau setiap 
kurang kita tolak, kalau kurang kita tolak," lanjut Agus menjelaskan pentingnya 
berinteraksi dengan satker dan tidak terlalu kaku dalam menjalankan fungsi 
pelayanan. "Ini menjadi keluhan dari teman-teman di Kementerian/Lembaga dan 
kadang-kadang menjadi alasan yang mereka cari-cari, kalau penyerapan anggaran 
mereka lambat SPM-nya ditolak melulu oleh KPPN," tambah beliau mengomentari 
sikap satker yang tidak mau disalahkan apabila tidak dapat mengoptimalkan 
penyerapan anggarannya.

Kirim email ke