dear all... Sekedar urun pendapat, mhn maaf bila kurang berkenan.. insya Allah kalo kita memang bersih dr segala bentuk gratifikasi, apa yg ditakutkan dlm melayani satker dg sebaik2nya? Sepertinya tiada yg perlu dikawatirkan. Saya kira maksud pak dirjen adalah bukan utk melanggar SOP, namun agar jangan terlalu kaku menerapkan SOP sehingga menunjukkan arogansi institusi. Namun demikian, kehati2an tetap diutamakan, krn adakalanya satker msh mau "coba-coba mengelabui" petugas kppn, antara lain misalnya mencoba mengajukan berkas yg sama yg sebelumnya sdh ditolak oleh petugas FO si A, disampaikan ulang kpd petugas FO si B tanpa perbaikan sbgmna saran si A , dg harapan si B lengah atau hanya utk sekedar bhn alasan satker utk mengambinghitamkan kppn krn berkas yg mondarmandir. Namun mari tetap berprasangka baik ~khudnudzon~ pd siapapun. Bekerja sbg bentuk ibadah yg dilakukan dg ikhlas tanpa pretensi negatif. Pengembalian berkas yg blm lengkap dan akurat dilakukan dg elegan dan santun, dmkn juga saat memberikan penjelasan ttg kekuranglengkapan atau kekurangakuratan berkas. Bila kita tetap teguh pd prinsip antigratifikasi, mudah2an aman semuanya. ~~ mekaten, nyumanggaken...nuwun~~
To: [email protected] From: [email protected] Date: Tue, 7 Jun 2011 19:34:18 -0700 Subject: [Forum Prima] Re: sungguh bertolak belakang.. Saya bisa mengerti kegundahan teman2 di front office menanggapi anjuran Pak Dirjen tersebut.Membantu satker agar tidak terjadi banyak penolakan SPM ,perlu kehati-hatian. Hal ini berpotensi jadi jebakan bagi teman2, karena ini bagian dari praktek masa lalu yang kita coba hilangkan melalui reformasi.Teman2 yang di fo sudah menjalankan SOP yang ada, kalau memang dinginkan ada perubahan cara melayani satker SOP nya dievaluasi lagi. Sekedar sharing wassalam.

