yg mungkin perlu dicermati, ada hal2 yg prinsip yg tidak boleh diberikan kelonggaran sama sekali (seperti kips, spesimen ttd, dll), ada juga yg bisa diberi kelonggaran (misalnya dalam pembayaran gaji- halaman luar ada tp tidak ada rekapnya yg bisa disusulkan)
selain itu fasilitas kerja juga ikut menentukan lancar dan nyamannya pekerjaan. Bila kantor nyaman, maka personil akan tenang berpikir dan memberikan solusi terbaik bagi satker. tapi sebaliknya bila kantor tidak nyaman (panas, printer komputer sering rusak, listrik sering turun dsb. ) maka personil tidak dapat memberikan pelayanan yang terbaik. kejadian di KPPN Jakarta II saya sangat yakin tidak ada hubungannya dengan gratifikasi dan sejenisnya karna saya yakin dengan integritas temen2 di Jakarta II pasca reformasi. Memang penjahatnya yg punya niat dan sistem kita pada saat itu bisa dijebol. dan sampai sekarang pun tetap bisa di jebol jika SOP dan aturan yg ditetapkan tidak dilaksanakan sebagai mana mestinya. maaf bila kurang berkenan :) --- In [email protected], endah marty <zikrlia@...> wrote: > > dear all... Sekedar urun pendapat, mhn maaf bila kurang berkenan.. > > insya Allah kalo kita memang bersih dr segala bentuk gratifikasi, apa yg > ditakutkan dlm melayani satker dg sebaik2nya? Sepertinya tiada yg perlu > dikawatirkan. > Saya kira maksud pak dirjen adalah bukan utk melanggar SOP, namun agar jangan > terlalu kaku menerapkan SOP sehingga menunjukkan arogansi institusi. > Namun demikian, kehati2an tetap diutamakan, krn adakalanya satker msh mau > "coba-coba mengelabui" petugas kppn, antara lain misalnya mencoba mengajukan > berkas yg sama yg sebelumnya sdh ditolak oleh petugas FO si A, disampaikan > ulang kpd petugas FO si B tanpa perbaikan sbgmna saran si A , dg harapan si B > lengah atau hanya utk sekedar bhn alasan satker utk mengambinghitamkan kppn > krn berkas yg mondarmandir. Namun mari tetap berprasangka baik ~khudnudzon~ > pd siapapun. Bekerja sbg bentuk ibadah yg dilakukan dg ikhlas tanpa pretensi > negatif. Pengembalian berkas yg blm lengkap dan akurat dilakukan dg elegan > dan santun, dmkn juga saat memberikan penjelasan ttg kekuranglengkapan atau > kekurangakuratan berkas. Bila kita tetap teguh pd prinsip antigratifikasi, > mudah2an aman semuanya. ~~ mekaten, nyumanggaken...nuwun~~ > > To: [email protected] > From: hasanah75@... > Date: Tue, 7 Jun 2011 19:34:18 -0700 > Subject: [Forum Prima] Re: sungguh bertolak belakang.. > > > > > Saya bisa mengerti kegundahan teman2 di front office menanggapi anjuran > Pak Dirjen tersebut.Membantu satker agar tidak terjadi banyak penolakan SPM > ,perlu kehati-hatian. Hal ini berpotensi jadi jebakan bagi teman2, karena ini > bagian dari praktek masa lalu yang kita coba hilangkan melalui > reformasi.Teman2 yang di fo sudah menjalankan SOP yang ada, kalau memang > dinginkan ada perubahan cara melayani satker SOP nya dievaluasi lagi. Sekedar > sharing wassalam. >

