Bung Manap, Siang ini saya akan ditelpon dokter Vrije Universiteit Medisch Center tentang hasil penyelidikan usus kecil dengan pil berisi camera.Kalau tidak ada kelainan mungkin saya akan dibehandel dengan infus Ferro fumarat, karena Hb dan kadar besi dalam darah tidak naik-naik sejak selesai operasi setahun setengah yang lalu, dan karenanya saya cepat dan cepat lelah dan tewrengah-engah waktu gimnastik. Bagaimana dengan kesehatan bung? Masih kuat berenang? Soal berantas malaria, menurut pendapat saya tiru saja car Kuba dan Tiongkok, dan sesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Kalau semua cari sendiri makan waktu. Cara niru dulu ini dianjurkan oleh Goh Tjock Tong, menterinya Lee Kuan Yew yang pernah pegang berbagai jabatan menteri, seperti Luhut Panjaitan kalau di Indonesia. Kishore Mahbubani anjurkan Indonesia supaya banyak tiru Vietnam. Dulu DDT sangat effektif mula2nya berantas malaria. Tetapi belakangan perse- nyawaan chloor organiknya dianggap penyebab kanker. Ikan mujair dan berbagai ikan hias juga bagus sebagai pemakan jentik2 nyamuk. Yang ber- bahaya itu air tergenang, bisa jadi tempat nyamuk berkembang biak. Di Indonesia sekarang orang rebutan cari Invermectin untuk lawan Covid-19. Salam, Djie
Op vr 2 jul. 2021 om 08:02 schreef S Manap <[email protected]>: > Bung Djie, bagaimana kabarnya? > > Baik sekali kalau Tiongkok sudah bebas dari penyakit malaria. > Sebagaimana kita semua tau bahwa > > penyakit malaria adalah salah satu penyakit yang sangat meresahkan > terutama di negeri tropis (panas) > > seperti Indonesia. Saya sendiri pernah kena malaria sewaktu masih > anak-anak dan tinggal di kampung > > halaman di Sumatera. > > Sepanjang yang saya ketahui Kuba juga merupakan negeri yang bebas dari > penyakit malaria. Bebasnya > > Kuba dari penyakit malaria sudah lama dan itu atas usaha dan penelitian > dari para pekerja kesehatan Kuba sendiri. > > Yang kita harapkan tentu saja tanah air kita yang merupakan negeri > tropis dengan cuaca yang begitu panas > > juga bisa dibebaskan dari penyakit malaria yang menjadi momok dikalangan > rakyat itu. Tentu saja ini hanya > > harapan. Kapan bisa bebas dan bagaimana caranya tentu kita harapkan atas > usaha dari para ahli kesehatan > > bersama rakyat Indonesia itu sendiri. > > Salam > > S.Manap. > > > > > Den fredag 2 juli 2021 06:47:35 CEST, kh djie <[email protected]> skrev: > > > Untuk hadapi penyebaran > Covid 19, Indonesia harus > berantas Malaria Tropika > type lain yaitu Mala Rindu > Tropi Kangen...................? > > Op vr 2 jul. 2021 om 02:30 schreef Chan CT <[email protected]>: > > Hebat! Tiongkok Sukses Realisasi Bebas Malaria > 2021-07-01 10:50:57 > > <http://indonesian.cri.cn/20210701/e33dedab-2292-4b54-1518-e7ad4616d3da.html#> > <http://indonesian.cri.cn/20210701/e33dedab-2292-4b54-1518-e7ad4616d3da.html#> > <http://indonesian.cri.cn/20210701/e33dedab-2292-4b54-1518-e7ad4616d3da.html#> > http://indonesian.cri.cn/20210701/e33dedab-2292-4b54-1518-e7ad4616d3da.html > > [image: Hebat! Tiongkok Sukses Realisasi Bebas Malaria_fororder_ruiping1] > > “Keajaiban luar biasa”, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam komunike > pers kemarin (30/6) resmi mengumumkan bahwa Tiongkok secara resmi > memperoleh sertifikasi bebas malaria. Dengan demikian Tiongkok menjadi > negara pertama yang memperoleh sertifikat WHO tersebut di kawasan Pasifik > Barat selama 30 tahun ini. > > Prestasi ini diperoleh melalui upaya susah payah. Pada 1940-an Tiongkok > melaporkan 30 juta kasus penyakit malaria per tahun, tetapi sejak 2017 > angka ini menurun sampai nol hingga kini. Ini adalah hasil pembangunan > sistem jaminan kesehatan seluruh rakyat dan hasil nyata partai berkuasa > Tiongkok yang selalu menomor-satukan keselamatan jiwa dan kesehatan > rakyatnya. > > [image: Hebat! Tiongkok Sukses Realisasi Bebas Malaria_fororder_ruiping2] > > Tiongkok selalu berada pada jajaran terdepan untuk melawan malaria. > Sebagai negara paling banyak populasinya di dunia, Tiongkok bebas malaria > tidak hanya memperlihatkan peningkatan level kesehatan tapi juga kemajuan > HAM. Meyusul pengentasan kemiskinan mutlak, bebas malaria adalah kontribusi > luar biasa Tiongkok lagi kepada kesehatan manusia serta HAM dunia. > > Pengobatan malaria dengan artemisinin yang ditemukan tim Tu Youyou, ahli > kedokteran tradisional yang juga pemenang hadiah Fisiologi dan Kedokteran > Nobel telah menyelamatkan jutaan jiwa di negara-negara berkembang, dan obat > itu kini direkomendasikan WHO sebagai obat nomor satu untuk penyakit > malaria. > > Padahal, baik bebas malaria maupun kesuksesan penanggulangan wabah > Covid-19 telah mengingatkan dunia internasional bahwa umat manusia adalah > komunitas senasib. Solidaritas dan kerja sama adalah satu-satunya solusi > tepat untuk menangani krisis kesehatan publik global. > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CC49B390AA10420988BF6BCEA6EBB679%40A10Live > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CC49B390AA10420988BF6BCEA6EBB679%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavixpf%2BWy7eUfvhdcj-hhL_z-iC_%3DBZ_H0wMVGuf9VwsGw%40mail.gmail.com > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavixpf%2BWy7eUfvhdcj-hhL_z-iC_%3DBZ_H0wMVGuf9VwsGw%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavjgFOS%3Dmud0Qo5cge%2BVQhfhgi4VyNMbS9agPVR1NWqcsg%40mail.gmail.com.
