Entah nenek yang satu ini pernah tidak memperhatikan tradisi Tionghoa dalam 
ungkapan kuno: “Seribu kawan masih kurang, Satu musuh sudah berlebih!”, lalu 
coba kaitkan dengan “perjuangan klas” yang dalam kenyataan ada dan harus 
dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat. PASTI tidak selalu harus diantagoniskan 
menjadi pertarungan klas yang tidak terdamaikan dan digempur hancur-hancuran, 
baik dengan pemogokan buruh maupun REVOLUSI! TIDAK, ... begitu! Sebaliknya, 
kedua-belah pihak harus berusaha sedapat mungkin berdamai, menemukan titik temu 
untuk maju bersama dan menang bersama! TETAP bersahabat dan tidak bermusuhan 
yang merugikan kedua belah pihak itu! Begitu terhadap kapitalis perseorangan 
dalam mengatasi, menyelesaikan pertikaian dengan buruh, karyawan yang selama 
ini terjadi. Selalu berusaha diselesaikan secara damai, termasuk dengan demo 
dan mogok buruh yang terjadi.

Memang di UU-Buruh Tiongkok, pasal hak mogok buruh dicabut, ditiadakan saat 
UU-Buruh Pekerja tahun 1992, tapi TIDAK berarti hak mogok buruh dilarang! 
TIDAK, ...! Karena TETAP ada jaminan bagi setiap Buruh, karyawan mengajukan 
pengaduan, tuntutan ketidak adilan yang dirasakan, baik melalui Serikat Buruh 
maupun langsung ke Dept. Perburuhan berbagai tingkat! Dam, ... kenyataan berapa 
kali aksi-mogok cukup besar juga terjadi berbagai propinsi, dan berhasil 
menangkan TUNTUTAN Buruh! Jadi, aksi-mogok dalam kenyataan sekalipun “hak aksi 
buruh mogok” sudah ditiadakan. Dan ingat, ternyata di Tiongkok buruh diberi hak 
membentuk Serikat Buruh nya sendiri, ada belasan serikat buruh yang terbentuk 
di Tiongkok selatan. Jadi, kebebasan berorganisasi, bersuara sudah jauh lebih 
BEBAS ketimbang ditahun 50-70-an!

Begitu juga sikap ketua Mao dalam menghadapi permusuhan dengan blok-barat, 
khususnya AS! Coba saja perhatikan, di Des. tahun 1970, Harian Rakyat 
menampilkan foto Ketua Mao bersama Edgar Snow di atas Tian An Men saat 1 
Oktober 1970, untuk menunjukkan Tiongkok tetap bersahabat dengan Rakyat 
Amerika!. Kemudian tahun 1971 terjadi rombongan ping-pong AS datang ke Beijing 
melangsungkan pertandingan persahabat, ... menyusul kehadiran Henrry Kissinger 
berkunjung secara rahasia di Beijing sehubungan dengan kunjungan resmi Presiden 
Nixon di awal Februari 1972, bersalaman dengan ketua Mao! Apa makna disitu?

    ini Foto di BBC

Jelas kondisi bermusuhan dengan embargo dan blokade yang dijalankan AS terhadap 
RRT sejak awal 1950 sangat TIDAK menguntungkan Tiongkok dan juga AS sendiri, 
...! Pihak RRT lebih dahulu tayangkan dan usaha membuka persahabatan kedua 
rakyat, Tiongkok-Amerika! Kemudian ditingkatkan kepersahabatan kedua negara. 
Sampai akhirnya membuka hubungan diplomatik dan perluas hubungan perdagangan, 
... yang kemudian setelah melihat kemajuan dahsyat RRT, oleh Trump dianggap 
ancaman bverat yang harus digempur dan berlanjut oleh Biden sekarang ini. 
Pertarungan jadi makin sengit, kedua belah pihak belum juga menemukan titik 
temu yang lebih baik. Sekalipun kedua belah pihak sudah merasakan KERUGIAN yang 
diderita akibat perang dagang yang terjadi, ...

Jadi, seandainya saja Mao hidup lebih pangjang belasan tahun, PASTI juga akan 
sejakan dengan Deng yang prakmatis itu! Kelanjutan persahabatan RRT-AS itu 
dengan hubungan dagang yang lebih luas dan terbuka setelah jalankan “Reformasi 
dan Keterbukaan” tahun 1980! Masuknya modal-AS, termasuk IMF/BankDunia yang 
oleh Deng digunakan sebaik-baiknya untuk BELAJAR mengerjakan sendiri! Bukan 
memebiarkan rakyat Tiongkok hanya menjual tenaga kerja-murah pada modal-asing, 
tapi merebut kesempatan untuk belajar dan bisa BERDIKARI, mengerjakan sendiri 
bahkan lebih baik!

Itulah jalan Deng untuk mencapai kemakmuran masyarakat, ... BUKAN dengan jalan 
meratakan kemiskinan yang ada, tapi lebih dahulu meningkatkan kemakmuran 
masyarakat lebih dahulu, mengentaskan lebih 700 juta rakyat dari kemiskinan 
absolut menjadi sejahtera, cukup sandang-pangan. Dan, seiring dengan lebih 
lanjut meningkatkan kemakmuran masyarakat mengurangi kesenjangan sosial yang 
terjadi, untuk meratakan kemakmuran! 
Itulah sosialisme dalam arti sesungguhnya yang hendak diwujudkan Tiongkok, 
meratakan kemakmuran bukan meratakan kemiskinan!



From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 
Sent: Monday, August 9, 2021 6:10 PM
To: Jaya Suprana 
Cc: Lusi D. ; Chan CT ; GELORA45_In 
Subject: RE: [GELORA45] Lencana Ketua Mao

REMO adalah singkatan dari REVISIONISME MODERN. Dalam sejarah perkembangan ilmu 
Marxisme-Leninisme-Maoisme, terdapat penyelewengan/perubahan/revisi terhadap  
prinsip-prinsip pokok M-L-M.  Yang dimaksud prinsip-prinsip pokok, misalnya, 
prinsip perjuangan kelas, kelas borjuasi tidak pernah menyerahkan kekuasaannya 
dengan suka rela alias dengan damai, dan masih banyak lagi. 

 

Ada revisionisme klasik dan revisionisme modern. Ketika orang bicara tentang 
revisionisme klasik, ia menunjuk pada tokoh utamanya, Eduard Berstein, pada 
akhir abad 19 dan awal abad 20. Intinya tidak mengakui perjuangan kelas , 
berkolaborasi dengan kaum borjuasi, tidak mengakui perlunya Kediktaturan 
proletariat untuk membangun sosialisme. Hasilnya adalah sosial demokrasi  
(sosdem) yang sekarang banyak dianut oleh Partai sosialis dan komunis 
(revisionis) di negara-negara Welfare state di Eropa Barat. 

 

Revisionisme Modern muncul dengan penyelewengan yang dilakukan oleh tokoh 
utamanya, Nikita Khrushchov, tahun 1956. Teori revisionis yang dijajakan antara 
lain peralihan secara damai ke sosialisme, Partai dan Negara seluruh rakyat 
yang berarti tidak mengakui adanya perjuangan kelas dalam masyarakat sosialis, 
koexistensi damai dengan imperialisme yang berarti melarang /tidak mendukung 
rakyat melakukan perjuangan termasuk yang bersenjata melawan imperialisme yang 
dikepalai AS.

 

Klasik atau modern, inti dari revisionisme adalah melanggar prinsip-prinsip 
dasar Marxisme.

 

Sekarang, coba simak ajaran Mao yang berkaitan dengan Revisionisme.

 

Both dogmatism and revisionism run counter to Marxism. Marxism must certainly 
advance; it must develop along with the development of practice and cannot 
stand still. It would become lifeless if it remained stagnant and stereotyped. 
However, the basic principles of Marxism must never be violated, or otherwise 
mistakes will be made. It is dogmatism to approach Marxism from a metaphysical 
point of view and to regard it as something rigid. It is revisionism to negate 
the basic principles of Marxism and to negate its universal truth. Revisionism 
is one form of bourgeois ideology. The revisionists deny the differences 
between socialism and capitalism, between the dictatorship of the proletariat 
and the dictatorship of the bourgeoisie. What they advocate is in fact not the 
socialist line but the capitalist line. In present circumstances, revisionism 
is more pernicious than dogmatism. One of our current important tasks on the 
ideological front is to unfold criticism of revisionism.

 

Agen remo selalu menggunakan dalih “zaman berubah”, “kenyataan berubah”, etc 
dan menuduh saya seolah-olah saya ngeloni “dogma”atau teori-teori yang dia 
anggap sdh usang. Mao mengingatkan “prinsip-prinsip dasar Marxisme 
selama-lamanya tidak boleh dilanggar”. Dengan jelas Mao mengajukan bahwa 
Revisionisme adalah satu bentuk ideologi borjuis. Mereka tidak membedakan 
kediktaturan proletar

dengan kediktaturan borjuis. 

 

Kediktaturan apa yang ada di tiongkok sekarang? Proletar atau borjuis? Kalau 
proletar, mengapa UU dan peraturan yang dulu berlaku dipreteli? Dulu buruh 
punya hak mogok, punya sida, artinya 4 kebebasan: bebas mengexpresikan 
pendapat, bebas berdiskusi, bebas menulis koran dinding berhuruf besar… Dulu 
buruh punya hak libur, layanan kesehatan dan Pendidikan gratis…Kenapa semua itu 
sekarang tidak ada?? 6 juta buruh yang menderita penyakit karena pekerjaannya 
sama sekali tidak mendapat layanan kesehatan yang memadai dan gratis!! Kenapa 
sampai ada buruh yang bunuh diri karena tidak tahan lagi dengan rezim kerja 
yang ada dipabriknya??

 

Mao juga mengajukan bahwa dala keadaan sekarang, revisionisme lebih berbahaya 
dari pada dogmatism!!

 

Ini Mao lagi bicara tentang revisionsime.

 

Revisionism, or Right opportunism, is a bourgeois trend of thought that is even 
more dangerous than dogmatism. The revisionists, the Right opportunists, pay 
lip-service to Marxism; they too attack "dogmatism". But what they are really 
attacking is the quintessence of Marxism. They oppose or distort materialism 
and dialectics, oppose or try to weaken the people's democratic dictatorship 
and the leading role of the Communist Party, and oppose or try to weaken 
socialist transformation and socialist construction. After the basic victory of 
the socialist revolution in our country, there are still a number of people who 
vainly hope to restore the capitalist system and fight the working class on 
every front, including the ideological one. And their right-hand men in this 
struggle are the revisionists. 

 

Sekali lagi Mao bilang revisionisme lebih berbahaya dari pada dogmatism. Yang 
diserang kaum revisionis adalah inti sari Marxisme. Mereka memutarbalik 
materialism dan dialektika. Mao mengingatkan “setelah kemenangan revolusi 
sosialis di negeri kita, masih ada orang yang berharap merestorasi system 
kapitalis dan menyerang kelas buruh di tiap front termasuk di bidang ideologi.”

Celakanya Mao sudah meninggal, ketika kaum revisionis berhasil mengalahkan kaum 
Marxis-Leninis-Maois dan akhirnya merestorasi kapitalisme!!!

 

 

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 

From: Jaya Suprana
Sent: Sunday, August 8, 2021 4:55 AM
To: Tatiana Lukman
Cc: Lusi D.; Chan CT; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao

 

MOHON PENCERAHAN TENTANG APA SEBENARNYA ARTI ISTILAH REMO. 

Salam hormat dari jaya suprana

 

Pada tanggal Sab, 7 Agu 2021 pukul 23.23 'Tatiana Lukman' via GELORA45 
<[email protected]> menulis:

  Inilah kesempatan untuk melihat lagi kemunafikan agen Remo dalam hubungannya 
dengan Mao. Memuji Mao hanya sebagai polesan bibir saja!! Betapa tidak!!!  
Orang yang sudah memcemooh ratusan kali karya rakyat tiongkok di bawah pimpinan 
Mao dalam membangun Sosialisme dengan mengkwalifikasinya sebagai “meratakan 
kemiskinan”, kadang-kadang terpaksa harus mengeluarkan pujian-pujian palsu 
terhadap Mao. Menuduh Mao “terlalu pagi membabat kaum kapitalis”, “terlalu 
cepat membangun komune rakyat, masuk sosialisme”, Gerakan maju melompat kedepan 
salah, RBKP salah, lantas mana karya Mao setelah pembebasan 1949 yang tidak 
dicemooh oleh kaum revisionis serta para agennya??? Bahwa rakyat Tiongkok 
mencintai Mao, itu betul!!! Tapi kaum remo SANGAT MEMBENCI MAO, MAKA 
PENGIKUTNYAPUN DIHANCURKAN SETELAH KUDETA 1976!!!SOSIALISME DIHANCURKAN, KOMUNE 
RAKYAT DIHANCURKAN, SEBAGAI GANTINYA KAPITALISME DAN IMPERIALISME!!! MASIH 
KURANG BUKTI TKK KAPITALIS DAN IMPERIALIS??? SIMAK BAIK-BAIK SAMPAI SELESAI 
DISKUSI WEBINAR 100 TAHUN PKT OLEH WAKIL DARI AS, CANADA, INDIA DAN FILIPINA!!



  Sent from Mail for Windows 10



  From: Lusi D.
  Sent: Saturday, August 7, 2021 2:41 PM
  To: Chan CT
  Cc: GELORA45_In; nasional-list; GELORA45_In; chalik.hamid
  Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao



  Saya memandangnya bukan karena sangkaan yang bung persamakan itu. Tapi

  dari segi patriotisme. Apa ada mirip-miripnya.









  Am Sat, 7 Aug 2021 20:03:16 +0800

  schrieb "Chan CT" <[email protected]>:



  > Memang kenapa harus sama dengan Lieus, ... hanya karena sama-sama

  > Tionghoa? Lalu, bung yang Jawa juga sama dengan Soeharto yang Jawa?

  > Hehehee, ... 

  > 

  > -----原始郵件----- 

  > From: Lusi D. 

  > Sent: Saturday, August 7, 2021 5:17 PM 

  > To: nasional-list ; GELORA45_In ; chalik.hamid 

  > Subject: Fw: [GELORA45] Lencana Ketua Mao 

  > 

  > Maksud kalimat bung ". . . hati saya masih saja melekat tertinggal di

  > Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan." apa maunya seperti

  > Lieus Sungkharisma ini?

  > https://www.youtube.com/watch?v=z3Ae4nDYgVw

  > 

  > 

  > 

  > Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

  > 

  > Datum: Sat, 7 Aug 2021 10:30:59 +0800

  > Von: "Chan CT" <[email protected]>

  > An: "Jaya Suprana" <[email protected]>, "GELORA45_In"

  > <[email protected]> Betreff: Re: [GELORA45] Lencana Ketua

  > Mao

  > 

  > 

  > Ooouh, ... jadi dirasakan saya tak gentar membela negara dan bangsa

  > Tiongkok? Dilihat dari KTP yang saya pegang sekarang, tentu

  > WN-Tiongkok, tapi hati saya masih saja melekat tertinggal di

  > Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Membela keadilan

  > dan kebenaran! Itulah yang sesungguhnya! 

  > 

  > Terimakasih atas sanjungan begitu tinggi, bung Jaya! Hehehee, ...

  > 

  > 

  > From: Jaya Suprana 

  > Sent: Saturday, August 7, 2021 8:57 AM

  > To: Chan CT 

  > Cc: GELORA45_In 

  > Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao

  > 

  > Saya mengagumi kegigihan semangat maju tak gentar pak Chan membela

  > negara dan bangsanya ! Bravissimo Pak Chan ! 

  > 

  > On Sat, 7 Aug 2021 at 07.42 Chan CT <[email protected]> wrote:

  > 

  >   Lencana Ketua Mao

  > 

  >     

  > 

  >   Disaat penobatan Medali-emas Olympic-Tokyo bagi Pembalap-sepeda

  >   Tiongkok, panitia Olympic memprotes bahkan memberi peringatan bisa

  >   membatalkan pemenang Tiongkok karena mereka berdua kenakan Lencana

  >   Ketua Mao, yang dianggap propaganda politik! Katanya melanggar

  >   ketentuan Olympic, pasal-50! Apa dan dimana salahnya?

  > 

  >   Dimedsos juga terjadi banyak komentar atas teguran dan peringatan

  >   panitia Olympic itu, ... ada yang sangat menarik menjadi perhatian

  >   saya: Apa itu propaganda politik? Coba saja perhatikan, saat

  >   Olympiade Musim Dingin di Salt Lake City, Amerika Serikat, polisi AS

  >   menyanyikan lagu kebangsaan dan membawa bendera Amerika yang

  >   compang-camping kelapangan, 

  > 

  > 

  >   Lalu, saat program "Tokyo Eight Minutes" Rio, mantan Perdana Menteri

  >   Jepang Shinzo Abe berlari sebagai Mario; tahun ini, Kaisar Jepang

  >   berada di Tokyo Pidato pada upacara pembukaan Olimpiade, Jepang

  >   mengusulkan untuk mengamati ledakan nuklir Hiroshima di Olimpiade

  >   Tokyo ... Bukankah ini merupakan "politisasi" yang sesungguhnya!

  >   Itulah POLITIK, itulah "depolitisasi", ...! Jadi, ketika atlet dari

  >   berbagai negara menangkan kejuaraan, saat mereka mengibarkan bendera

  >   nasional dan memngumandangkan lagu kebangsaan, itu juga POPLITIK!

  >   Lalu, dimana salahnya???

  > 

  >   Satu contoh lagi, "The March of the Volunteers" awalnya adalah lagu

  >   anti-Jepang, penuh dengan sentimen nasionalis. Jadi, apakah Komite

  >   Olympiade akan melarang kumandangkan lagu Olympiade itu? Lagu

  >   kebangsaan setiap negara di dunia seringkali mewakili sejarah

  >   berdirinya satu negara dan memiliki ekspresi politik yang jelas,

  >   apakah harus dilarang? TENTU SAJA TIDAK!

  > 

  >   Ketidak adilan harus dilawan, ...! Tak ada yang perlu ditakuti, ...

  >   Ketua Mao adalah pemimpin bangsa Tionghoa yang seanantiasa dicintai

  >   dan dihormati Rakyat Tiongkok! Ketua Mao itulah yang membuka jalan

  >   kehidupan baru bagi 1,4 milyar Rakyat Tiongkok sekarang ini, kenapa

  >   kami tidak boleh kenakan Lencana Ketua Mao saat menerima

  > Medali-emas! Menyandingkan lencana Ketua Mao dengan lambang Nasional

  > RRT tidak ada salahnya! Yang mempermasalahkan itulah “politisasi”

  > usaha nyata anti-Tiongkok! -- Anda menerima pesan ini karena

  > berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti

  > berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke

  >   mailto:gelora1945%[email protected]. Untuk melihat diskusi 
ini

  > di web, kunjungi

  >   
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live.

  > 



  -- 

  Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.

  Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke mailto:gelora1945%[email protected].

  Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210807144123.735e93b9%40lilik-ThinkPad-T420s.



  -- 
  Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
  Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
  Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/610eb395.1c69fb81.f8a6d.5017SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.

-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPTtAjM2ORtinyEQVj6BSDjthFOdJy9c_bU9aPj-U5TpyA%40mail.gmail.com.

 

-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6110ff18.1c69fb81.2cca.0004SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1E12292FDB90473E8AC9946B91FFED2C%40A10Live.

Reply via email to