Menjunjung Keterbukaan Tingkat Tinggi, Tiongkok Berbagi Peluang Baru Pada Dunia 2021-08-10 16:28:36 http://indonesian.cri.cn/20210810/6dc4213f-790c-7b7c-3b00-d7494e4b7d7b.htmlMemasuki tahun 2021, menghadapi wabah global yang terus berubah, ekonomi Tiongkok terus pulih secara stabil dan mantap. Mempercepat pembentukan pola pembangunan yang baru, menjunjung keterbukaan tingkat tinggi Tiongkok, membuat seluruh dunia merasakan peluang baru yang menggembirakan.
Pada pertengahan pertama tahun ini, jumlah ekspor dan impor Tiongkok mencapai 18,07 triliun yuan RMB, menciptakan tingkat terbaik pada masa yang sama dalam sejarah, meningkat 22,8% dari masa yang sama pada tahun 2019, ekspor dan impor bulanan telah mewujudkan pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun selam 13 bulan berturut-turut. Pada pertengahan tahun 2021, menurut statistik yang diumumkan Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok, perdagangan ekspor dan impor Tiongkok terus bertumbuh, serangkaian dividen kebijakan nasional terus dikeluarkan. Sejak wabah virus corona merebak, Tiongkok bersama dengan berbagai negara menanggulangi wabah, dan tidak pernah menutup pintu kerja sama yang terbuka terhadap dunia. Presiden Xi Jinping beberapa kali menekankan, deglobalisasi, “pemisahan ekonomi” dan “sistem paralel” yang dilakukan sejumlah negara, pada akhirnya hanya akan merugikan kepentingan bersama berbagai negara. Tiongkok secara aktif membentuk pola pembangunan baru dengan sirkulasi dalam negeri sebagai bentuk utama, dan sirkulasi ganda yang saling mendukung, hal ini bukan menutup pintu, tetapi di samping meningkatkan keuletan dan daya saing ekonomi, juga membangun sistem ekonomi baru dengan tingkat yang lebih tinggi dan terbuka, memberikan lebih banyak peluang bagi berbagai negara untuk menikmati hasil perkembangan ekonomi Tiongkok yang berkualitas tinggi. Dalam Dialog “Agenda Davos” Forum Ekonomi Dunia yang diselenggarakan bulan Januari 2021, Presiden Xi Jinping sekali lagi menegaskan bahwa Tiongkok menjunjung keterbukaan tingkat tinggi kepada seluruh dunia. “Tiongkok selalu mendukung globalisasi ekonomi, menjunjung pelaksanaan kebijakan dasar terbuka terhadap dunia luar. Tiongkok akan terus mendorong kebebasan dan fasilitas perdagangan dan investasi, memelihara rantai perindustrian dan penyuplaian global lancar dan stabil, serta mendorong pembangunan bersama ‘Satu Sabuk, Satu Jalan’ yang berkualitas tinggi.” Ujar Xi Jinping. Sejak Presiden Xi Jinping mengusulkan untuk bersama-sama membangun inisiatif “Satu Sabuk Satu Jalan” pada tahun 2013, sudah ada 140 negara mitra yang menandatangani dokumen kerja sama “Sabuk dan Jalan” dengan Tiongkok. Akumulasi volume perdagangan antara Tiongkok dan negara mitra kerja sama “Sabuk dan Jalan” melampaui 9,2 triliun Dolar AS, sedangkan investasi yang ditanam langsung oleh perusahaan Tiongkok di negara-negara sepanjang “Sabuk dan Jalan” melampaui 130 miliar Dolar AS. Pada paruh pertama tahun ini, investasi Tiongkok di negara-negara sepanjang “Sabuk dan Jalan” mencapai pertumbuhan yang cepat, investasi langsung di bidang non-keuangan meningkat sebesar 19,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Volume pengiriman kereta ekspres Tiongkok-Eropa juga melawan dampak pandemi, dan jumlah barang yang dikirim oleh Kereta Ekspres Tiongkok-Eropa melonjak 41% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, berulang kali mencetak rekor baru selama 4 bulan berturut-turut. Menurut laporan Bank Dunia terkait, hingga tahun 2030, diharapkan pembangunan bersama “Sabuk dan Jalan” akan membantu 7,6 juta orang di dunia terlepas dari kemiskinan ekstrem dan 32 juta orang terlepas dari kemiskinan tingkat tengah. “Sabuk dan Jalan” akan menjadi “Jalan Pertumbuhan” bagi manusia untuk menuju kemakmuran bersama. Pada pertemuan tahunan Forum Boao untuk Asia tahun 2021, Xi Jinping sekali lagi mengeluarkan undangan kepada dunia untuk bersama-sama membangun “Sabuk dan Jalan”. “ ‘Sabuk dan Jalan’ adalah jalan yang cerah bagi semua orang untuk maju bersama, bukan jalan pribadi untuk satu pihak saja. Semua negara yang berminat dapat bergabung, dan berpartisipasi bersama, bekerja sama, serta memperoleh manfaat bersama. Pembangunan bersama ‘Sabuk dan Jalan’ mengejar pembangunan, mendukung hasil yang saling menguntungkan, dan menyampaikan harapan,” tutur presiden Xi Jinping. Pada Juli lalu, presiden Xi Jinping secara virtual menghadiri pertemuan informal para pemimpin APEC. Dalam pidatonya, presiden Xi Jinping menegaskan kembali hendaknya “mendorong liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi, hendaknya meruntuhkan tembok bukannya membangun tembok, hendaknya membuka diri bukannya mengisolasi diri, serta mengintegrasikan diri dengan negara lain bukannya memisahkan diri dengan negara lain”. Tahun 2021 adalah peringatan 20 tahun bergabungnya Tiongkok ke dalam WTO. Selama 20 tahun terakhir, Tiongkok, negara berkembang terbesar ini telah sepenuhnya memenuhi komitmennya saat bergabung dengan WTO, secara aktif menerapkan konsep perdagangan bebas, dan terus memperluas keterbukaannya secara mandiri. Tingkat tarif keseluruhan saat ini telah turun menjadi 7,5%, jauh di bawah 10% yang dijanjikan saat Tiongkok bergabung dengan WTO. Tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata untuk volume impor barang melebihi dua digit, lebih dari 1 juta perusahaan asing telah didirikan di Tiongkok, membuat negara-negara di seluruh dunia berbagi lebih banyak dividen yang dibawa oleh pembangunan ekonomi Tiongkok. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/5096B84ECC4A410BA3A55FB09978E03F%40A10Live.
