Aksi Positif Tiongkok untuk Tangani Perubahan Iklim Manifestasikan Citra sebagai Negara Besar 2021-08-10 17:31:23 http://indonesian.cri.cn/20210810/d729905d-7dee-5fff-519d-49bb79e85565.htmlMembuka kalender diplomatik pemimpin negara Tiongkok pada paro pertama tahun 2021, isu penanganan perubahan iklim sangat penuh. Dari janji yang diberikan Tiongkok di Forum Ekonomi Dunia Davos mengenai pendorongan terus pembangunan berkelanjutan, hingga pertemuan puncak antar Tiongkok, Prancis dan Jerman yang merencanakan kerja sama untuk menangani perubahan iklim, sampai anjuran pembangunan bersama komunitas senasib sepenanggungan yang diajukan dalam KTT Iklim… pada tahun krusial masyarakat internasional menghadapi perubahan iklim, Tiongkok dengan kepemimpinan dan aksinya yang lebih positif memanifestasikan citra sebagai negara besar.
Zona Pengembangan Saysettha yang terletak di distrik baru Vientiane, ibu kota Laos adalah teladan karbon rendah yang dibangun bersama oleh Tiongkok dan Laos. Presiden Perusahaan Investasi Bersama Tiongkok-Laos, Liu Hu mengatakan, lampu jalan tenaga surya, kendaraan energi terbarukan dan peralatan pemantauan portabel di zona pengembangan ini semuanya disumbangkan oleh Tiongkok, untuk mendorong distrik baru Vientiane menjadi teladan kota karbon rendah di Laos bahkan Asia Tenggara. Yang perlu disebutkan, Zona Pengembangan Saysettha adalah salah satu dari 10 teladan karbon rendah yang dibangun oleh Tiongkok di antara negara-negara berkembang, juga adalah bukti hidup Tiongkok dengan aktif menghadapi perubahan iklim. Pada 22 April 2021, yakni Hari Bumi Sedunia ke-52, para pemimpin dari 40 negara dan organisasi menghadiri KTT Iklim secara virtual, bersama mendiskusikan kebijakan untuk menangani perubahan iklim. Presiden Xi Jinping mengeluarkan Konsep Tiongkok “bersama membangun komunitas senasib sepenanggungan antara manusia dan alam”, memaparkan pendirian berprinsip untuk mencapai target ini. Pada September tahun 2020, Xi Jinping mengumumkan target ganda Tiongkok untuk mewujudkan puncak karbon dan netral karbon dalam sidang majelis umum PBB ke-75. Pada tahun 2021, Xi Jinping berkali-kali menegaskan kembali komitmen serius ini, dan menekankan Tiongkok adalah negara yang pasti bertindak setelah berbicara, dan pasti mencapai hasil setelah bertindak. Target karbon ganda berarti Tiongkok sebagai negara berkembang terbesar akan mencapai puncak karbon dan netral karbon dalam waktu paling pendek dalam sejarah dunia, kesulitannya tak terbayangkan. Xi Jinping menekankan, ini adalah aksi aktif yang diambil Tiongkok bukan pasif. “Kami berpendapat, asal dapat menyejahterakan manusia, Tiongkok akan bertindak tanpa ragu-ragu, dan melakukannya dengan baik. Tiongkok sedang menyusun rencana aksi, dan telah mengambil tindakan konkret untuk menjamin terwujudnya target ini”. Menghadapi masalah sulit pengelolaan lingkungan global, Tiongkok yang memegang ide komunitas senasib sepenanggungan manusia-alam selalu dengan teguh menjadi pihak yang bertindak. Tiongkok menyumbangkan seperempat luas penghijauan dan seperlima luas pemulihan tanah bersih untuk seluruh dunia, kekuatan karbon Tiongkok tahun 2020 menurun 48,4 persen dibandingkan dengan tahun 2005, penjualan mobil energi terbarukan mencapai 55 persen dari jumlah total di seluruh dunia, pada tanggal 16 Juli lalu, Tiongkok menghidupkan transaksi online pasar karbon, menjadi pasar karbon skala terbesar yang mencakup emisi rumah kaca di dunia. Pada bulan Oktober mendatang, Tiongkok masih akan menyelenggarakan Pertemuan ke-15 Para Pihak Penandatangan Konvensi Keanekaragaman HayatiMakhluk, dengan berbagai pihak bersama mendorong pengelolaan keanekaragaman hayati global menuju ke level baru. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/184DD814BE83425AB6B12F4CE7CE250D%40A10Live.
