Sekjen PBB "Yakin" Rusia Tak Bakal Serang Ukraina
Sabtu , 22 Januari 2022 | 17:18 
https://www.sinarharapan.co/internasional/read/56550/sekjen_pbb__yakin__rusia_tak_bakal_serang_ukraina
 
Sumber Foto: ANTARA/©2022 Maxar Technologies/Handou.
Citra satelit memperlihatkan keberadaan tenda-tenda dan barak pasukan Rusia di 
Yelnya, Rusia. Gambar diambil pada 19 Januari 2022.Listen to this
JAKARTA - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat (21/1) menyatakan 
yakin bahwa Rusia tidak akan menyerang Ukraina. Pernyataan Guterres tersebut 
muncul pada saat negara bekas republik Soviet itu sedang mengerahkan pasukannya 
ke bagian utara, selatan, dan timur wilayahnya.  

"Setiap invasi dari satu negara ke negara lain merupakan pelanggaran hukum 
internasional, dan saya harap bahwa ini, tentunya, tidak akan terjadi dalam 
keadaan ini," kata Guterres kepada awak media di markas besar PBB di New York. 
"Saya yakin tidak akan terjadi. Dan saya sangat berharap (keyakinan) ini benar."

Amerika Serikat bersama sejumlah sekutunya di Eropa telah mewanti-wanti bahwa 
Rusia sedang menyiapkan tahapan untuk invasi ke Ukraina dan telah mengerahkan 
lebih dari 100.000 pasukan di perbatasannya dengan Ukraina. Rusia juga 
mengerahkan tank dan artileri yang signifikan ke kawasan perbatasan itu. 

Pemerintah Rusia menyangkal sedang mempersiapkan serangan militer. Moskow 
menyatakan bahwa pasukannya berada di sana untuk menggelar latihan militer 
rutin. Pasukan Rusia juga telah berkumpul di sekutu Belarus, negara yang berada 
persis di utara Ukraina.

Kremlin, kantor presiden Rusia, mengeklaim bahwa pasukannya di sana juga akan 
berpartisipasi dalam latihan militer. Selain itu, Moskow juga meningkatkan 
jumlah pasukannya di Krimea.

Pada 2014, Rusia merebut Semenanjung Krimea di Ukraina dalam sebuah langkah 
yang tidak pernah diakui secara internasional dan dinyatakan ilegal menurut 
hukum internasional. Pada saat itu, Moskow juga mulai mendukung kelompok 
separatis di Ukraina timur, kebijakan yang berjalan selama delapan tahun.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pertempuran antara pasukan pemerintah 
Ukraina dan kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina timur telah menelan lebih 
dari 13.000 korban jiwa sejak 2014. (E-4)



Sumber Berita: ANTARA.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/ACC135ACAC984C9999BFB552485B6645%40A10Live.

Reply via email to