https://www.republika.co.id/berita/r6b5lx366/bnpt-terorisme-adalah-gerakan-manipulasi-dan-politisasi-agama
BNPT: Terorisme adalah Gerakan Manipulasi dan Politisasi Agama Rabu 26 Jan 2022 15:15 WIB Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalika *Ekstremisme merupakan paham yang akan menuju terorisme.* REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid menyebut * terorisme * <https://republika.co.id/tag/terorisme>merupakan gerakan manipulasi dan politisasi agama. Di sisi lain, ekstremisme merupakan paham yang akan menuju terorisme. "Para ulama yang tergabung dalam konferensi internasional 2021 lalu menyimpulkan definisi* ekstremisme * <https://republika.co.id/tag/ekstremisme>atau* radikalisme * <https://republika.co.id/tag/radikalisme>adalah paham yang dibangun di atas manipulasi dan distorsi agama," ujar dia dalam kegiatan Halaqah Kebangsaan I yang digelar Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) MUI, Rabu (26/1/2022). *Baca Juga* · *Ketua MUI: Terorisme adalah Persoalan Bangsa, Bukan Hanya Islam* <https://www.republika.co.id/berita/r6aup2366/ketua-mui-terorisme-adalah-persoalan-bangsa-bukan-hanya-islam> · *Ustadz Sofyan Tsauri: Orang Berlatar Eksakta Lebih Rawan Disusupi Doktrin Radikalisme* <https://www.republika.co.id/berita/r6b2yy366/ustadz-sofyan-tsauri-orang-berlatar-eksakta-lebih-rawan-disusupi-doktrin-radikalisme> · *KASAD Dudung: Paham Radikal Sudah Masuk Kalangan Pelajar * <https://www.republika.co.id/berita/r6b3ng320/kasad-dudung-paham-radikal-sudah-masuk-kalangan-pelajar%c2%a0> Ia menyebut jika terorisme dibayangkan sebagai buah, maka radikalisme adalah pohonnya. Akar dari pohon tersebut merupakan paham atau ideologi takfiri. Sementara, batang, dahan, ranting dan daun merupakan indikasi dari tindakan-tindakan ini. Salah satu indikasi dari radikalisme atau ekstremisme adalah anti-Pancasila dan pro-khilafah atau ideologi trans-nasional. Radikalisme agama merupakan gerakan politik dengan cara memanipulasi, mendistorsi dan mempolitisasi agama, untuk kepentingan kekuasaan yang tujuannya mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi mereka. Indikator kedua, mereka sudah eksklusif dan intoleran pada keragaman atau perbedaan yang menjadi sunatullah. Batasan dari toleransi adalah intoleransi atas perbedaan. "Kelompok radikal teroris yang memanipulasi dan mempolitisasi agama merupakan kelompok yang kurang piknik, sehingga tidak saling mengenal dan tidak mau memahami dan menghormati perbedaan. Mereka tidak mau memanusiakan di antara manusia yang berbeda, yang menjadi kodrat Ilahi," kata dia. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2DbJVvL52d-vvKcjEEAOHvSqtwbiZfmq4zKw2sPPHeEuA%40mail.gmail.com.
