https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2569-kedepankan-dialog-di-wadas



 Jumat 11 Februari 2022, 05:00 WIB 

Kedepankan Dialog di Wadas 

Administrator | Editorial 

  Kedepankan Dialog di Wadas MI/Duta . DALAM penyelesaian sengketa apa pun, 
apalagi ketika melibatkan negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain, 
jalan kekerasan semestinya tidak pernah menjadi opsi. Jalan kekerasan tidak 
hanya akan membuat sengketa menjadi berlarut tanpa titik temu, tapi juga sangat 
mungkin akan menjauhkan kita dari prinsip kemanusiaan. Apa yang terjadi di Desa 
Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, hari-hari ini ialah contoh betapa 
represi tidak akan pernah efektif menyelesaikan persoalan. Ia justru berpotensi 
menciptakan masalah baru. Konflik baru. Ketidakadilan baru. Juga, kegaduhan 
baru. Di Wadas, akibat pengerahan aparat kepolisian yang berlebihan untuk 
mengawal pengukuran tanah, persoalan di sana berkembang dari sengketa 
pembebasan lahan warga desa untuk pertambangan andesit--sebagai salah satu 
sumber bahan baku pembangunan proyek Bendungan Bener, Purworejo--menjadi 
seolah-olah tentang kesewenang-wenangan negara terhadap warga. Adakah yang akan 
jadi pemenang ketika konflik diselesaikan dengan jalan kekerasan? Semua akan 
menjadi pihak yang kalah dan dirugikan. Negara dan warga sama-sama tak jadi 
pemenang. Yang mengambil untung malah para petualang, entah politik entah 
ekonomi, yang memanfaatkan keributan tersebut untuk kepentingan atau agenda 
mereka sendiri. Jalan terbaik ialah jalan dialog. Pada dasarnya, masyarakat 
harus diajak dialog dan diyakinkan bahwa upaya yang hendak dilakukan pemerintah 
merupakan keharusan untuk melindungi kepentingan umum yang lebih besar. Tidak 
sekadar meminimalkan konflik, dialog merupakan wujud penghormatan terhadap 
perbedaan sikap dan pandangan. Tidak bisa dimungkiri awal persoalan yang 
terjadi di Desa Wadas ialah karena ada beda penerimaan di masyarakat terkait 
dengan pengambilalihan lahan pertanian mereka untuk dijadikan area tambang. Ada 
yang setuju, tapi tidak sedikit pula yang menolak. Semua mesti dihormati karena 
dalam prinsip demokrasi, satu suara pun yang menolak atau setuju mesti diberi 
ruang persuasi. Jangan karena, misalnya, suara yang menolak sedikit, lantas 
dengan mudahnya langkah persuasi ditinggalkan dan malah memilih represi. Jangan 
pula menggantung masalah hingga bertahun-tahun karena, tanpa sadar, selama itu 
pula kita membiarkan masyarakat yang setuju dan menolak menjadi terbelah. 
Dialog semestinya dilakukan secara intens, tidak sporadis atau hanya reaktif. 
Dari ketekunan berdialog itulah akan tergali apa akar sesungguhnya dari 
persetujuan atau penolakan warga. Apakah sekadar karena perhitungan nominal 
ganti rugi lahan yang tak sesuai, atau karena alasan yang lebih prinsip seperti 
demi melindungi lingkungan, atau karena hal lain? Kedua pihak kini punya 
momentum. Permintaan maaf Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada masyarakat 
Desa Wadas, selepas insiden tempo hari, kiranya sangat bagus kita jadikan titik 
awal untuk memulai kembali ruang dialog yang lebih intens sekaligus 
mengedepankan humanisme. Memang, tidak ada jaminan dialog akan menghasilkan 
keputusan win-win solution secara cepat. Akan tetapi, setidaknya jika yang 
dikedepankan ialah dialog, itu akan meminimalkan kemungkinan terjadinya 
bentrokan antaranak bangsa dan penangkapan-penangkapan polisi terhadap warga. 
Dialog yang didasari niat baik juga sangat bagus jika dimaksimalkan untuk 
memberikan pemahaman dan penyadaran kepada warga tentang arti penting proyek 
pemerintah tersebut untuk kesejahteraan masyarakat. Pada saat yang sama dialog 
akan membuat publik tak terlalu punya banyak waktu untuk mendengarkan hasutan 
dan provokasi.  

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2569-kedepankan-dialog-di-wadas







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220211194013.6ac46950ec02b90e8ef666ea%40upcmail.nl.

Reply via email to