https://dunia.tempo.co/read/news/2016/10/07/116810338
/direktur-imf-puji-reformasi-kebijakan-ekonomi-jokowi
Direktur IMF Puji Reformasi Kebijakan
Ekonomi Jokowi
Jum'at, 07 Oktober 2016 | 07:09 WIB
* share facebook <javascript:void(0)>
* share twitter <javascript:void(0)>
* share google+ <javascript:void(0)>
* share pinterest <javascript:void(0)>
Direktur IMF Puji Reformasi Kebijakan Ekonomi Jokowi
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Direktur Operasional IMF, Christine
Lagarde menggelar konfrensi press di Istana Merdeka, Jakarta, 1
September 2015. Pertemuan Presiden Jokowi dengan Lagarde membahas soal
annual event 2018. Tempo/ Aditia Noviansyah
*TEMPO.CO*, *Washington DC *- Direktur Pelaksana Dana Moneter
Internasional (IMF) Christine Lagarde memuji reformasi kebijakan ekonomi
yang dilakukan Presiden Joko Widodo dalam masa dua tahun
pemerintahannya. "Akan sangat menyenangkan untuk dapat menyaksikan
secara langsung reformasi yang sedang dilakukan," kata Lagarde dalam
konferensi pers di Kantor Pusat IMF, Washington DC, AS, Kamis waktu
setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan Lagarde menanggapi penyelenggaraan
Pertemuan Tahunan IMF-Bank 2018 di Bali, Indonesia.
Menurut Lagarde, reformasi kebijakan yang telah dilakukan Jokowi,
khususnya pengurangan subsidi bahan bakar minyak, telah memberikan ruang
fiskal bagi pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, seperti
pendidikan dan kesehatan.
Indonesia juga dianggap memiliki ketahanan yang patut dipuji karena
ekonominya tetap tumbuh di tengah kelesuan ekonomi global yang masih
berlanjut. "Saya pikir pertemuan (di Indonesia) ini akan sangat penting
bagi kawasan, yang merupakan salah satu kawasan di dunia yang tetap
tumbuh cukup kuat, di mana kerja sama regional melalui ASEAN, ASEAN+3,
dan sebagainya," kata Lagarde.
Direktur Pelaksana IMF juga menyebutkan pentingnya kerja sama Chiang Mai
Initiative (CMI) yang dilakukan ASEAN+3 (10 negara ASEAN + Jepang, Korea
Selatan, Tiongkok) yang memungkinkan negara-negara anggota dapat
menukarkan "swap" mata uang lokal dengan dolar AS maksimum sejumlah
kontribusi negara tersebut dikalikan dengan angka pengganda.
"Ada banyak pembangunan yang ditunjukkan melalalui kerja sama kawasan
yang dapat diperlihatkan dari Indonesia," kata dia.
IMF menilai penting kerja sama kawasan untuk menciptakan ekonomi
inklusif untuk tumbuh bersama tanpa meninggalkan yang lainnya.
IMF dan Bank Dunia akan menyelenggarakan Pertemuan Musim Gugur 2016 pada
7-9 Oktober, di tengah kelesuan pertumbuhan ekonomi global yang masih
berlanjut. Dana Moneter Internasional mengumumkan bahwa pertumbuhan
ekonomi dunia di kuartal ke empat 2016 sebesar 3,1 persen dan
diproyeksikan naik mencapai 3,4 persen pada 2017.
*ANTARA*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*