http://internasional.kompas.com/read/2016/10/23/18545831
/geng.asal.china.culik.anak-anak.dibuat.cacat.dan.dipaksa.mengemis.di.malaysia
Geng Asal China Culik Anak-anak, Dibuat Cacat
dan Dipaksa Mengemis di Malaysia
Minggu, 23 Oktober 2016 | 18:54 WIB
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
*
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/23/18545831/geng.asal.china.culik.anak-anak.dibuat.cacat.dan.dipaksa.mengemis.di.malaysia#komentar>
*
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/23/18545831/geng.asal.china.culik.anak-anak.dibuat.cacat.dan.dipaksa.mengemis.di.malaysia#>
2560
Shares
Kompas.com/ERICSSEN Ilustrasi pengemis.
Terkait
* Kota Pangkal Pinang Deklarasikan Bebas Gelandangan dan Pengemis
<http://internasional.kompas.com/read/2016/08/12/15453781/kota.pangkal.pinang.deklarasikan.bebas.gelandangan.dan.pengemis>
* Beri Uang ke Seorang Pengemis, PM Australia Malah Dikritik
<http://internasional.kompas.com/read/2016/08/20/12183181/beri.uang.ke.seorang.pengemis.pm.australia.malah.dikritik>
* Seorang Pengemis di Kebayoran Lama Diamankan beserta Uang Rp 90 Juta
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/11/19381541/seorang.pengemis.di.kebayoran.lama.diamankan.beserta.uang.rp.90.juta.>
* Pengemis dengan Uang Rp 90 Juta Ini Berencana Pulang Kampung jika
Terkumpul Rp 150 Juta
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/11/20012801/pengemis.dengan.uang.rp.90.juta.ini.berencana.pulang.kampung.jika.terkumpul.rp.150.juta>
* Kisah "Pasukan Ungu", Pernah Dikeroyok Pengamen, hingga Dipukul
Pengemis
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/22/07030091/kisah.pasukan.ungu.pernah.dikeroyok.pengamen.hingga.dipukul.pengemis>
*MALAKA, KOMPAS.com* - Di jalanan kota bersejarah Malaka, Malaysia,
banyak terlihat pengemis cacat dengan wajah rusak meminta uang kepada
warga setempat atau wisatawan.
Ternyata mereka adalah bagian dari sebuah geng yang dikendalikan dua
pria bersaudara asal China dan beranggotakan warga Malaysia.
Geng ini tak hanya beroperasi di Malaysia tetapi juga memiliki jaringan
hingga ke kota Dongguan dan Zhengzhou di daratan China.
Biasanya di pengujung hari, para pengemis itu bertemu di satu tempat dan
mengumpulkan uang hasil kerja mereka. Namun, sebagian besar uang itu
masuk ke kantung para pemimpin geng.
Tim harian /The Star/ membuntuti dua pengemis selama dua hari sejak
Jumat (21/10/2016) saat mereka berada di Malaka hingga tiba di Kuala
Lumpur, Minggu (23/10/2016).
Di Kuala Lumpur, sebanyak 30 pengemis dengan cacat tubuh dan wajah rusak
itu ditempatkan di sebuah hotel murah di Petaling Street.
Beberapa jam kemudian, seorang pria, yang diyakini salah satu dari dua
bersaudara asal China itu, tiba dan mengumpulkan uang dari para pengemis
tersebut dan langsung meninggalkan hotel.
Anggota geng itu terlihat mondar mandir di depan hotel sehingga jurnalis
The Star kesulitan untuk mengambil foto atau mendekati hotel tersebut.
Akhirnya, para jurnalis berhasil berbicara dengan dua orang pengemis
berkat bantuan seorang pekerja restoran yang fasih berbahasa Mandarin.
Pengemis pertama memperkenalkan diri dengan nama Xiu Yuan (33) dan
mengaku lahir sebagai anak yang sehat. Dia kemudian diculik dan dibuat
cacat oleh geng kriminal ini di China.
"Ini adalah sebuah geng besar dan kuat yang memiliki koneksi di Malaysia
yang selalu mengawasi kami," kaya Xiu sambil melihat suasana di
sekelilingnya untuk memastikan dia tak diawasi.
Xiu mengklaim, geng ini membuat dirinya cacat dan dia disandera selama
beberapa tahun sebelum dibawa ke luar negeri.
Pemimpin geng ini hanya mereka kenal dengan sebutan Tahkeh berada di
China dan hanya mengizinkan para pengemis senior yang pergi ke luar
negeri setelah mereka memperoleh kepercayaan.
"Di China banyak pengemis yang menderita dalam cengkeraman geng ini,"
tambah Xiu Yuan.
Xiu Yuan juga menjelaskan geng di Malaysia dikendalikan adik dari
pemimpin geng ini. Setiap bulan, dia membawa pengemis baru ke Malaysia
dan memulangkan yang lama ke China.
"Setelah dua bulan, kami kembali ke sini (Malaysia) dan melanjutkan
mengemis. Kami sudah melakukan hal ini selama bertahun-tahun," tambah Xiu.
Beberapa saat kemudian, seorang teman Xiu Yuan yang mengaku bernama Do
Feng (30) asal kota Zhengzhou bergabung.
Mereka mengatakan, sang bos akan menyewakan taksi untuk membawa mereka
ke lokasi-lokasi wisata di Kuala Lumpur, Johor Baru dan Penang.
"Ongkos perjalanan kami sudah ditanggung dan kami harus mendapatkan
minimal 1.200 ringgit (Rp 3,7 juta) sehari," ujar Do Feng.
Dari jumlah yang mereka peroleh dalam satu hari, sang bosa mengambil 50
persen dan 10 persen untuk ongkos taksi. Sisanya disimpan si pengemis.
Di akhir pekan, pengemis di lokasi wisata bisa mendapatkan uang hingga
3.000 ringgit atau sekitar Rp 9 juta. Separuhnya ditambah ongkos taksi
akan masuk ke kantung bos.
Namun, kata Do Feng, besarnya penghasilan mereka juga tergantung
seberapa cacat tubuh yang mereka sandang sehingga bisa menumbuhkan
simpati warga.
Tiap awal pekan, kata Do Feng, mereka akan menggelar pertemuan dan bos
memberi mereka tugas di beberapa lokasi.
"Kadang-kadang kami ke Malaka, tinggal di sana selama dua hari di sebuah
rumah yang sudah disewa bos. Lalu kami kembali ke Kuala Lumpur setelah
mencapai target kami," kata Do Feng.
"Malaysia adalah rumah kedua kami. Kami datang dan tinggal hingga
sebulan sebelum pulang ke China," tambah dia.
Seorang pejabat konsulat China di Kuala Lumpur kepada harian Beijing
Youth Daily mengatakan, kasus warga China mengemis di Malaysia bukan hal
baru.
"Kedutaan besar selalu mengambil langkah ketika kasus semacam ini
teridentifikasi. Namun, biasanya masalah ini ditangani kepolisian
Malaysia," ujar pejabat itu.
penculikan <http://internasional.kompas.com/tag/penculikan> anak-anak
untuk dijadikan pengemis memang bukan hal baru di China yang mengincar
anak-anak yatim piatu yang banyak terdapat di negeri itu.
Pada akhir 2015, di China terdapat 502.000 anak yatim piatu dan hanya
92.000 siap diadopsi. Pada tahun yang sama, hanya 22.000 permohonan
adopsi yang tercatat.
Page:
* 1
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/23/18545831/geng.asal.china.culik.anak-anak.dibuat.cacat.dan.dipaksa.mengemis.di.malaysia?page=1>
* 2
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/23/18545831/geng.asal.china.culik.anak-anak.dibuat.cacat.dan.dipaksa.mengemis.di.malaysia?page=2>
* Show All
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/23/18545831/geng.asal.china.culik.anak-anak.dibuat.cacat.dan.dipaksa.mengemis.di.malaysia?page=all>
Editor : Ervan Hardoko
Sumber : The Star Online <http://www.thestar.com.my>,
Apakah Anda ingin men-share artikel ini?