Wawancaradengan seorang aktivis Marxis Tiongkok (4)

                                      Oleh José Ruiz Andrés, 

                                     Beijing (China) 20/06/15


 
Masalah DalamNegeri


 
J.R.Andres: Kasus Bo Xilai sangat populer sekali di Eropa, danbarangkali di 
dunia. Bagaimana visi anda tentang hal ini? Entah bagaimana, apakah  ia tokoh 
yang mewakili kiri di Tiongkok?


 
Hongbing: Mengenai itu ada tiga masalahyang harus dipertimbangkan. Pertama, Bo 
xilai bukan sosialis dan bukan Marxis,melainkan reformis atau seseorang yang 
mencoba memperbaiki keadaan yangberkaitan dengan lembaga Negara dan kelas 
penguasa actual. Kedua, kasusnya(skandal yang berhubungan dengan korupsi dan 
kehidupan anaknya yang mewah tidakterlalu menyolok kalau dibandingkan dengan 
kaum birokrat lainnya) menariksimpati kelas rakyat di Tkk. Apa yang dilakukan 
di Chongqing (anti-korupsi,berjuang melawan mafia ter-organisasi, mencoba 
memberi kesejahteraan pokokmelalui peru-mahan, pendidikan dan layanan 
kesehatan)  telah membuat penduduk Chongqingmendukungnya, bahkan orang-orang di 
luar Chongqing. Ketiga, krisis aktuil rejimyang tidak bisa lagi memerintah 
dengan cara-cara lama adalah factor lain darikepemimpinan untuk mencari jalan 
lain guna mengatasi perpecahan dalam pimpinanPartai.


 
Tatiana: Penjelasan Hongbing  menunjukkan bahwa klik penguasa remo samasekali 
tidak dapat mentoleransi “reform” yang paling minimum pun, apalagi disertai 
manifestasi kebudayaan Mao/RBKP (Bo Xilai kembali mempopulerkan lagu-lagu 
revolusioner jaman Mao/RBKP). Disini tercermin juga betapa besarnya ketakutan 
kaum remo terhadap FMTT danpengalaman RBKP. Sudah tentu ketakutan ini bukan 
tidak ada sebabnya, bukan? BoXilai disingkirkan bukan pertama-tama karena soal 
korupsinya, tapi karena iakembali mempopulerkan kebudayaan Maois/RBKP dan 
mendapat simpati pendudukkotanya. 


 
J.R. Andres: Baru-baru ini beberapaaktivis feminis ditangkap setelah mereka 
melakukan serangkaian aksi. Di pihaklain, di luar negeri orang bicara tentang 
sebuah dokumenter oleh Cui Jian yangmengkritik Pemerintah. Bagaimana pendapat 
anda tentang cara oposisi yangbegitu?


 
Hongbing: Iya, kasus para feminis danfilm Cui Jian memang cukup terkenal. Di 
RRT ada gerakan besar demokratis/proliberalyang didukung kelas kapitalis yang 
sedang berkembang dan kaum borjuis kecil,terutama di daerah perkotaan. Mereka 
menganggap masalah pokok di Tkk hanyatidak adanya demokrasi (kita bicara 
tentang demokrasi dalam pengertian Baratdan lebih kongkrit, Amerika). Ada 
beberapa aktivis terkenal: Liu Xiaobo, AiWeiwei, Xu Zhiyong dan lain-lain, tapi 
saya pikir visi ini sangat terbatas, didunia riil terdapat masalah-masalah yang 
lebih rumit lagi, masalah ekonomi ataumasalah sosial, masalah orang-orang 
biasa, masalah mayoritas sosial dan secarapribadi saya pikir, karena itulah 
mereka tidak akan mendapat dukungan rakyat.Sebagai sosialis, saya berpendapat 
kita harus mendukung pekerjaan untukdemokrasi terutama tema sosial untuk 
hak-hak kaum buruh, massa demokratis dankeadilan sosial, tapi dengan jelas 
melawan mereka yang secara ideologi berilusipada pasar kapitalis atau model 
demokrasi Barat. Meskipun, sudah tentu, kitaselalu mendukung nilai-nilai dasar 
kebebasan berpikir dan berasosiasi karenahak-hak itu sangat penting bagi kaum 
kiri dan bagi organisasi itu sendiri. Dibawah kondisi ini, kita bisa bekerja 
dengan beberapa “pembelot” ini dalamaspek-aspek khusus.


 
J.R. Andres: Setelah reform kapitalis tahun1989 yang diambil oleh PKT, apakah 
ada harapan partai ini mengikuti garis kiri?


 
Hongbing: Saya tidak akanmengklasifikasi semua anggota PKT (sekitar 90 juta) 
prokapitalis, tapi takdiragukan bahwa pimpinan tertinggi partai menjalankan 
politik neo-liberal danpro-pasar sejak beberapa dekade. Bisa terdapat perbedaan 
dalam derajat dan isidari politik itu, tapi sepenuhnya bertentangan dengan 
kelas pekerja (apa yangdinamakan kelas pemimpin, menurut Konstitusi aktuil) dan 
seluruh masyarakatpada umumnya. Oleh karena itu, saya pikir kaum kiri di Tkk 
jangan menaruhharapan kepada apa yang dinamakan “garis kiri” di dalam partai. 
Kami akanberbuat semua yang mungkin untuk mengorganisasi dan mengembangkan 
sendiri,terutama berusaha berakar dalam di kalangan kaum buruh dan kaum 
tani.Celakanya, sampai sekarang sejumlah besar orang kiri (Maois) di Tkk 
menaruh harapanpada pimpinan Partai untuk membuat reform ke arah kiri. Mereka 
berilusi,artinya berharap sementara pimpinan Partai dapat tiba-tiba berputar ke 
kiri danTkk akan dibangun kembali sebagai negeri sosialis. Oleh karena itu 
merekaberusaha keras untuk meyakinkan kalangan atas Partai. Tapi pimpinan 
partaitidak akan melakukan itu, terutama karena mereka dan keluarganya 
menikmati dandiuntungkan oleh sistim yang sekarang.


 
Tatiana: Seperti ilusi sementaraorang-orang “kiri” dan penyintas Genoside 1965 
terhadap Jokowi. Ada yang cepatsadar, tapi ada juga yang sampai sekarang terus 
percaya pada politik Jokowi.


 
J.R. Andres: Dewasa ini, pemerintah Tkk terus-terusanbicara tentang konsep 
“impian Tkk (Chinese dream)”. Apa Chinese dream itu?


 
Hongbing: Terminologi “Chinese dream”mengacu kepada “American dream”. Tidak ada 
penjelasan khusus, sebenarnya ituhanya propagan-da verbal. Meskipun Pemerintah 
mengatakan bahwa semua orang diTkk dapat mencapai “impian Tkk”nya, kalau tunduk 
kepada orde  kelas yang berkuasa  dan percaya pada usaha personal, 
sebenarnyaitu tidak lebih dari permen atau, barangkali anda lebih suka 
menamakannya canduuntuk menipu orang. Saya tidak percaya impian orang biasa 
dapat dicapaidalam  sistim ini, dan kebijakan aktuildapat merealisasi semua 
impian personal.


 
Tatiana: “Chinese Dream” juga yangdipropagandakan para pendukung “sosialisme 
dengan ciri Tkk”. Dimintanya supayarakyat sabar dan percaya pada pimpinan PKT 
dan RRT yang menjanjikan kemakmurandi tahun-tahun mendatang. Memang ada orang 
kaya raya yang memberi “sedekah”kepada orang-orang miskin melalui bantuan 
sandang pangan dan layanan kesehatan.Ya persis seperti yang dilakukan Bill 
Gate. Itulah yang dibanggakan pendukungDeng! Dengan demikian mereka ingin 
memperlihatkan seolah-olah orang-orang kayaitu mau dan rela “membagi’ 
kekayaannya dengan orang miskin. Apakah denganbersedekah itu, kekayaan 
orang-orang itu berkurang? Yang jelas nama parapemberi sedekah itu langsung 
melejit dan rakyat ber-kowtow di hadapan mereka.Berbunga-bungalah hati para 
philanthropist yang akan terus berspekulasi,korupsi dan menghisap demi mendapat 
keuntungan yang jauh lebih besar lagi.  Dan para penerima sedekah akan 
memaafkansemua itu karena mereka merasa mendapat remah-remah dari profit itu.

Sampai sekarang masih belum dijawab pertanyaan mengapa Negara yang sudahbegitu 
kaya dengan pembangunannya yang menyilaukan masih belum memberipendidikan dan 
pelayanan kesehatan gratis kepada semua rakyatnya. Bukan melaluiasuransi 
kesehatan, tapi betul-betul Negara yang menanggung biaya pendidikandan 
pelayanan kesehatan. Karena sistim asuransi tetap saja berartimengkomesialisasi 
pendidikan dan kesehatan dengan memberi profit kepadaperusahaan asuransi.


 
J.R. Andres: Kalau begitu, apa ada harapanuntuk revolusi di Tiongkok?


 
Hongbing: Saya pikir di mana-manaselalu ada harapan revolusi. Revolusi bukan 
konspirasi, bukan pukulan yangdihantamkan oleh segelintir elit atau orang-orang 
avonturis ambisius. Revolusiadalah gema tuntutan rakyat, lokomotif riil yang 
mendorong perkembangansejarah. Tiongkok penuh dengan kontradiksi kelas, konflik 
sosial, malapetakalingkungan dan keretakan antara kelas dan lapisan social yang 
berbeda. Tiongkoktelah mengalami ritme perkembangan ekonomi cepat selama lebih 
dari 30 tahun, tapibahkan rejim yang sekarang sudah mengakui tidak dapat lagi 
bertahan untuk waktulama. Kalau nanti krisis kapitalis melanda Tkk, seperti di 
tiap negerikapitalis, akan muncul situasi objektif baru untuk persiapan 
revolusi. Kalaukaum kiri di Tkk sekarang bisa bersiap dengan baik dan jujur, 
mempelajaritradisi sejarah dan pengalaman revolusi komunis yang lama, sangat 
mungkinsekali meletus sebuah revolusi sosialis dan proletar. Kami sedang 
memulai marspanjang dari masa lalu kehancuran gerakan sosialis/komunis 
tradisional menujuhari depan gemilang penuh harapan bagi kelas buruh Tiongkok 
dan Internasional.


 
Tatiana: Kalau orang sudah meremehkandan membuang jauh-jauh teori revolusioner 
termaju Marxisme, Leninisme dan FMTT,ia tidak bisa lagi melihat arti dari 
penghisapan, dan logis kalau orang itu tidakpercaya  suatu waktu revolusi 
akanmeletus. Sebaliknya, orang seperti Hongbing, yang tidak saja ada 
ditengah-tengah perjuangan kaum buruh, tapi yang penting lagi dia 
mengakuiMarxisme sebagai bimbingan perjuangannya, dia tidak akan bertanya-tanya 
ataumencari resep revolusi yang sudah tersedia. Buat dia jelas revolusi 
bukansebuah konspirasi atau sebuah avontur. Revolusi  juga tidak bisa 
dilancarkan hanya olehsekelompok orang ambisius. Hanya rakyat  
terorganisasiyang dapat melancarkan revolusi. Maka itu Hongbing melihat arti 
penting daribekerja di kalangan kaum buruh dan kaum tani sehingga bisa berakar 
dalam. Danpekerjaan inilah yang makan waktu lama, kesabaran, ketekunan dan 
keteguhan paraaktivis yang mengerjakannya. Dan justru inilah yang tidak 
dimengerti olehmereka yang sudah mencampakkan apa yang mereka anggap 
“dalil-dalil usang”. Maka itu mempertanyakan kebenaran dipecatnya 10 juta  
buruh dan pegawai negeri dengan tantangan mengapa mereka tidak berontak? Inilah 
jalan pikiran orang yang menganggap usang "dalil-dalil" Marxisme. Dan sebagai 
gantinya ia ajukan kolaborasi kelas serta  revisionisme.

Kirim email ke